... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Vonis Ahok Beda dengan Tuntutan, Bukti JPU Tak Independen

Foto: Jaksa Penuntut Umum selama persidangan Kasus Penistaan Agama dengan Tersangka Ahok

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Hakim telah menjatuhkan vonis terhadap terdakwa penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan pidana penjara 2 tahun. Gubernur DKI Jakarta itu terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penodaan agama sebagaimana tertuang dalam Pasal 156 a huruf a KUHP.

Ada sisi lain di balik vonis yang dibacakan pada Selasa siang (09/05) itu. Menurut Ketua PP Pemuda Muhammadiyah bidang Hukum, Faisal mengatakan, vonis hakim menegasikan bahwa tuntutan JPU yang dipimpin Ali Mukartono nyata-nyata tidak bisa dijadikan sebagai pertimbangan hakim. Justru terlihat hakim tidak sependapat dengan tuntutan JPU yang menuntut dengan Pasal 156 dengan menuntut pidana penjara 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

“Berdasar hal tersebut, kami menjadi lebih yakin bahwa tuntutan JPU tersebut penuh kejanggalan dan kami makin meragukan independensi JPU sehingga oleh karenanya patut dan wajar bila JPU ini segera dimintai pertanggungjawaban dan diberi sanksi menurut peraturan perundang-undangan,” ungkapnya saat dihubungi kiblat.net, Rabu (10/05).

Pemuda Muhammadiyah pun mendesak Komisi Kejaksaan RI untuk segera mengeluarkan rekomendasi pemberian sanksi tersebut kepada tim JPU dalam kasus Ahok dan mereka meminta agar tim JPU diganti. Hal itu untuk menghadapi upaya banding yang akan dilakukan tim kuasa hukum Ahok pasca dibacakan vonis kemarin siang.

“Kami mengapresiasi atas putusan Majelis Hakim yang memvonis Ahok dengan hukuman penjara 2 tahun dan memerintahkan agar terdakwa segera ditahan,” ungkapnya

BACA JUGA  PKS: Film G30S/PKI Cara Bangsa Menolak Lupa Kekejaman PKI

Selepas pembacaan vonis, Ahok pun langsung di tahan di LP Cipinang. “Bagi kami, ini adalah putusan yang progresif, dan sudah mewakili perasaan dan rasa keadilan sebagian besar umat Islam yang merasa agamanya dinodai oleh ulah Ahok,” terangnya.

Selanjutnya, karena putusan ini belum mempunyai kekuatan hukum tetap maka Pemuda Muhammadiyah berkomitmen untuk mengawal kasus Ahok ini hingga tuntas. Kalau perlu sampai dengan tingkat kasasi di Mahkamah Agung atau Peninjauan Kembali sebagai upaya luar biasa.

Terakhir, Faisal meminta kepada Presiden Jokowi untuk meninjau kembali Jaksa Agung HM Prasetyo yang berlatar belakang dari partai politik ini untuk dicopot dari jabatannya karena sarat kepentingan politik dibalik kasus Ahok yang secara terang melakukan intervensi terhadap tim JPU kasus Ahok.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

AS Putuskan Senjatai Penuh Milisi Kurdi Suriah

Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Selasa (09/05), mengumumkan bahwa Presiden Donald Trump resmi mengizinkan mempersenjatai milisi Kurdi di Suriah. Keputusan ini dianggap sebagai langkah yang diperlukan untuk memastikan “kemenangan yang jelas" dalam pertempuran merebut basis ISIS di Raqqah.

Rabu, 10/05/2017 14:30 0

News

Netizen Heboh, Akun Divisi Humas Polri Sukai Kicauan Pro Ahok

"Masak @DivHumasPolri nge like status begini??? Bukankah harusnya menghormati putusan pengadilan???,"

Rabu, 10/05/2017 14:05 0

Video News

Inilah Pesan Ust. Bachtiar Nasir untuk Ahok

KIBLAT.NET, Inilah Pesan Ust. Bachtiar Nasir untuk Ahok. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah...

Rabu, 10/05/2017 13:45 0

News

Ahok Dipindah Ke Mako Brimob, Netizen: Bisa Pelesiran Nih

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemindahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari Rutan Cipinang menuju Mako Brimob, Kelapa...

Rabu, 10/05/2017 13:24 0

News

Fenomena Corat-coret dan Konvoi Lulusan Sekolah, MUI: Mubazir

"Jadi kalau bajunya masih bagus, diberikan kepada adik kelasnya atau siapa yang membutuhkan. Yang kedua membahayakan keselamatkan. Namanya konvoi kendaraan bermotor mengundang kecelakaan,"

Rabu, 10/05/2017 12:58 0

News

Vonis Ahok Lakukan Penodaan Agama, Pengacara GNPF-MUI Apresiasi Hakim

Putusan Majelis Hakim dianggap berperan dalam menjaga keutuhan NKRI

Rabu, 10/05/2017 12:23 0

News

Ismail Yusanto: Publik dapat Bukti Penguasa Anti Islam Bila HTI Dibubarkan

"Sementara di saat yang sama, rezim justru dengan sekuat tenaga melindungi penista al Quran, termasuk melalui sidang peradilan yang tampak sekali dilihat oleh publik berjalan sangat tidak adil,"

Rabu, 10/05/2017 11:46 0

News

KontraS: Kasus Ahok dan Pembubaran HTI Bukti Pemerintah Jungkir Balikkan Hukum

"KontraS berpendapat bahwa baik dalam situasi dan langkah pembubaran organisasi HTI maupun vonis dua tahun kurungan penjara Ahok tidak banyak menggunakan pertimbangan akuntabilitas,"

Rabu, 10/05/2017 11:14 0

News

Ahok Tak Dijatuhi Hukuman Maksimal, Yunahar Ilyas: Itu Vonis Moderat

"Ini vonis yang menurut saya cukup moderat. Artinya, hakim mendengarkan aspirasi umat Islam. Sehingga, menggunakan pasal 156a bahwa telah terbukti penodaan agama. Sehingga dinyatakan bersalah dan divonis dua tahun penjara langsung masuk,"

Rabu, 10/05/2017 10:39 0

News

PUSaKO: Menko Polhukam Tak Punya Kewenangan Bubarkan HTI

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Pusat Studi Konstitusional (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Fery Amsari berpendapat...

Rabu, 10/05/2017 10:22 0

Close
CLOSE
CLOSE