... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gema Pembebasan Kritisi Mahalnya Biaya Pendidikan di Indonesia

Foto: Ketua Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Bandung, Indra Lesmana.

KIBLAT.NET, Bandung – Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Bandung siap dan akan konsisten dalam memberikan edukasi di tengah-tengah mahasiswa dan pemuda dengan kensep Islam rahmatan lil alamin.

“Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Bandung siap dan insyaAllah akan tetap konsisten dalam memberikan edukasi ke tengah-tengah mahasiswa dan pemuda dengan konsepsi Islam Rahmatan lil Alamin,” tutur Indra Lesmana, selaku ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Bandung saat dimintai tanggapan mengenai Hari Pendidikan Nasional, Selasa (02/05).

Degradasi moral dalam tubuh pelajar di negeri ini merupukan tumpukan pekerjaan rumah yang belum mampu diselesaikan oleh pemerintah. Tawuran dan sex bebas merupakan hiasan yang selalu mewarnai wajah pendidikan di negeri ini.

Menanggapi hal ini, Indra mengatakan, pekerjaan rumah tersebut tidak akan terselesaikan jika tidak menerapkan Islam. Ia optimistis jika Islam diterapkan, maka bukan hanya carut marut pendidikan yang bisa terselesaikan namun juga aspek lainnya.

“Kami optimis bahawa Islam mampu menyelesaikan semua problem yang terjadi di tengah umat saat ini,” jelasnya.

Pemuda asal Tasikmalaya ini juga mengatakan bahwa sistem pendidikan saat ini sedang digerogoti oleh paham sekularisme, yang telah merampas dan merusak masa depan mereka sekaligus menghancurkan pendidikan bangsa ini. Ia berharap Hardiknas semestinya dijadikan momen untuk menggugat paham sesat sekulerisme atas pendidikan negeri ini.

“Sekulerisme sudah tidak relevan lagi. Justru paham ini merupakan alat untuk alat penyebaran penjajahan atas negeri ini. Konsepsi Islam rahmatan lil alamin yang akan menyelamatkan sistem pendidikan negeri ini dengan penerapan Islam Kaffah. Dan itulah kehadiran Gema Pembebasan untuk mengawal konsepsi tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA  Soal Radikalisme, Ketua MIUMI Aceh: Menag Harus Jelaskan Maknanya

Indra pun mengkritisi ketimpangan pendidikan saat ini. Menurutnya pendidikan saat ini hanya bisa dinikmati oleh sebagian orang saja.

“Pendidikan yang menjadi hak setiap rakyat Indonesia spertinya hanya slogan semata. Komersialisasi sektor pendidikan terus didorong oleh pemerintah melalui pengesahan UU Nomor 7 Tahun 1994 tentang Persetujuan (ratification) Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Dalam undang-undang tersebut sektor kesehatan dan sektor pendidikan telah ditetapkan sebagai industri jasa yang diperdagangkan,” paparnya.

“Maka, tak heran pendidikan menjadi bagian komoditas mencari keuntungan semata. Mahalnya pendidikan memberikan jurang tinggi antara yang punya duit sama yang tidak punya duit. Alhasil pemerataan pendidikan hanya isapan jempol semata,” pungkasnya.

Reporter: Saifal
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

⁠⁠⁠Mengungkap Kejanggalan dalam Ansor Day Festival

Acara ini bertemakan “Millenial Indonesia: Creative, Religious, dan Nationalist” dengan mengundang beberapa artis penghibur seperti Dara the Virgin (Penyanyi), Tomy Babap (Komika), SHYNee (K-Pop Dancer), Waode Heni (Penyanyi), dan Alivo Capella (Grup Nasyid). Acara ini diadakan dalam rangka Hari Lahir GP Ansor yang ke-83 tahun.

Rabu, 03/05/2017 05:22 0

Info Event

Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Raya Poso

Acara sholat Subuh berjamaah dilanjutkan dengan tabligh akbar berlangsung dengan khusu', sebagai penceramah dalam tabligh akbar tersebut adalah Ketua Umum DPP FPI Pusat KH. Ahmad Shobri Lubis, Lc dan KH. Muhammad Syahid Joban, Lc Pimpinan Majelis Taklim Manhajus Sholihin Jakarta.

Selasa, 02/05/2017 22:47 0

Rusia

Lagi, Rusia Umumkan Sukses Uji Senjata Baru di Suriah

"Kami memutuskan memakainya untuk operasi setelah berhasil diuji coba," imbuhnya.

Selasa, 02/05/2017 21:30 0

Suriah

Setelah AS, Giliran Rusia Sebar Pasukan di Wilayah Kurdi Dekat Turki

Harian lokal Kurdi juga memosting di akun Facebook sejumlah foto yang melihatkan kendaraan militer Rusia dan milisi Kurdi berjalan beriringan.

Selasa, 02/05/2017 20:25 0

Rusia

Pertemuan Putin dan Merkel, Isyarat Normalisasi Hubungan Rusia-Jerman

Kanselir Jerman Angela Merkel bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di resor Sochi, Laut Hitam, Selasa (02/05), dalam kunjungan pertamanya ke Rusia sejak tahun 2015. Ini dinilai menjadi sinyal normalisasi hubungan antara Berlin dan Moskow.

Selasa, 02/05/2017 18:11 0

Artikel

Jejak Khilafah Islamiyah di Bumi Nusantara

Setelah menelusuri realita Sejarah Indonesia, ternyata Nusantara memiliki hubungan yang panjang dan luas dengan kekuasaan Khilafah di Timur Tengah

Selasa, 02/05/2017 14:50 1

Eropa

May Day di Swedia: Ketika Para Buruh Muslimah Memperjuangkan Hak Berjilbab

Di Hari Buruh Internasional, Senin (01/05), para muslimah di Swedia turun ke jalan, menuntut hak berjilbab di tempat kerja. Aksi dilakukan setelah Hakim Pengadilan Uni Eropa, mengizinkan perusahaan swasta untuk melarang karyawan mengenakan simbol-simbol keagamaan.

Selasa, 02/05/2017 12:50 0

China

Larangan Nama Islami oleh Pemerintah Cina, HRW: Tak Masuk Akal

Organisasi non pemerintah, yang memperjuangkan Hak Asasi Manusia, Human Rights Watch (HRW), menilai bahwa tindakan pemerintah Cina yang melarang para orang tua Muslim di wilayah Xinjiang, untuk memberi nama Islami kepada anak mereka sebagai pelarangan yang tidak masuk akal.

Selasa, 02/05/2017 10:41 0

Suriah

Di Idlib, Pasukan Assad Tak Berhenti Targetkan Rumah Sakit

Dua orang dokter di barat laut Idlib mengungkapkan, terdapat 7 rumah sakit dan klinik yang tidak bisa difungsikan selama bulan April akibat serangan udara di kawasan tersebut. Demikian dilaporkan Sky News Arabia, Senin (01/05).

Selasa, 02/05/2017 10:10 0

Suriah

Pedesaan Hama Utara Jadi Target Rutin Serangan Rezim Assad

Salah satu wilayah yang menjadi target serangan rutin pasukan Bashar Assad dan sekutunya adalah Hama utara. Akibatnya, banyak bangunan infrastruktur, rumah sakit, sekolah, tempat pemukiman pengungsi dan masjid hancur.

Selasa, 02/05/2017 09:35 0

Close