... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Raya Poso

KIBLAT.NET, Poso – DPW FPI Poso bekerjasama dengan ormas Islam Kabupaten Poso mengadakan Tabligh Akbar dan gerakan sholat subuh berjamaah pada Kamis (6/04/2017) di Masjid Agung Baiturrahman (Masjid Raya) Poso.

Acara sholat Subuh berjamaah dilanjutkan dengan tabligh akbar berlangsung dengan khusu’, sebagai penceramah dalam tabligh akbar tersebut adalah Ketua Umum DPP FPI Pusat KH. Ahmad Shobri Lubis, Lc dan KH. Muhammad Syahid Joban, Lc Pimpinan Majelis Taklim Manhajus Sholihin Jakarta.

Meskipun udara dingin menyelimuti subuh hari itu karena malam harinya kota Poso diguyur hujan, kaum muslimin kota Poso cukup banyak yang menghadiri acara tersebut.

Setelah sholat subuh berjamaah, acara dilanjutkan dengan tabligh akbar yang dibuka dengan pembacaan ayat suci al-qur’an.

Selanjutnya, ceramah pertama disampaikan oleh Pimpinan Majelis Taklim Manhajus Sholihin Jakarta, KH. Muhammad Syahid Joban, Lc.

Kiyai Joban memaparkan permasalahan umat Islam saat ini harus dilawan dengan kekuatan dan persatuan. Umat Islam tidak boleh lemah dan harus bersatu. Dan kekuatan umat Islam itu dibangun dari Masjid.

“Gerakan sholat subuh seperti ini telah banyak dilakukan oleh umat Islam pasca 212 dan ini merupakan satu upaya kita untuk senantiasa meraih dukungan umat Islam, oleh karena itu jika kita ingin umat Islam jaya, umat Islam bangkit maka wajib bagi kita untuk memulai sholat subuh di masjid dalam menjadikan spirit Islam ini tetap kokoh dan kuat. Oleh karena itu besok setiap sholat wajib di masjid mudah- mudahan bisa banyak seperti ini,” tegas Kiyai Syahid Joban saat menyampaikan dakwahnya.

Selanjutnya, ceramah disampaikan oleh ketua DPP FPI Pusat KH. Ahmad Shobri Lubis, Lc. Kiyai Shobri Lubis memaparkan perjuangan aksi bela Al Qur’an dan bela Islam oleh ummat Islam di Jakarta dari awal hingga yang paling akhir yaitu aksi 313. Beliau juga menyampaikan bahwa sudah banyak pelanggaran Ahok terhadap ummat Islam namun ummat Islam belum tergerak untuk melawan, hingga saat ini Allah menampakan siapa Ahok saat menghina Al-Ma’idah 51.

“Sejak awal terpilih jadi gubernur si Ahok ini sudah bikin ulah, kita FPI sudah sering demo menentangnya. Dari pelarangan sembelih hewan qurban di masjid dan madrasah dengan alasan jorok dan menganggu kebersihan dan menyebabkan penyakit , saat itu kita lansung demo, 21 orang anggota saya ditangkap dan 1 syahid InsyaAllah. Tapi belum juga membangkitkan ummat Islam ini hanya bengong aja.. Dia juga pernah mengatakan ayat kontitusi diatas ayat suci nah ini gaya PKI ini padahal dalam Pancasila sila pertama ketuhanan yg Maha Esa artinya ayat suci di atas kontitusi ga boleh ada kebijakan apapun yang bertentangan dengan ketuhanan yang maha esa, kemudian diasaat polisi giat-giatnya sweeping miras ee dia malah buat toko khusus penjualan miras begitu juga dengan prostitusi dia malah menyediakan sertivikasi psk dan menempatkan di apartemen khusus ini dimana otaknya si Ahok ini Indonesia bukan negara komunis. Kemudian kejadian di kepulauan seribu akhirnya membuat Ahok dijadikan terdakwa dan mui megeluarkan fatwa Ahok penista agama namun belum juga ditangkap malah dibela-belain ini politik lah.. Ulama di kriminalisasi ini apa ini… ,” tegas Kiyai Ahmad Shobri Lubis ketua DPP FPI Pusat.

Acara berakhir pukul 07.00 Wita jamaah begitu antusias mendengarkan pemaparan dari kedua penceramah. Panitia juga menyediakan sarapan pagi bagi seluruh peserta tabligh akbar.

Reporter: Ahmad Sutedjo
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

Lagi, Rusia Umumkan Sukses Uji Senjata Baru di Suriah

"Kami memutuskan memakainya untuk operasi setelah berhasil diuji coba," imbuhnya.

Selasa, 02/05/2017 21:30 0

Suriah

Setelah AS, Giliran Rusia Sebar Pasukan di Wilayah Kurdi Dekat Turki

Harian lokal Kurdi juga memosting di akun Facebook sejumlah foto yang melihatkan kendaraan militer Rusia dan milisi Kurdi berjalan beriringan.

Selasa, 02/05/2017 20:25 0

Indonesia

Tahukah Anda? Hanya Ada Empat Warna Paspor di Dunia

Mungkin Anda salah satu dari sejumlah orang yang baru menyadari, bahwa hanya ada empat warna dasar paspor di dunia. Masing-masing negara memiliki alasan tersendiri untuk memilih salah satu dari warna ini untuk sampulnya.

Selasa, 02/05/2017 19:14 0

Indonesia

Dukung Aksi Simpatik 55, Din Syamsuddin: Semoga Jihad Bagi Kita

"Saya mendukung semoga jihad bagi kita"

Selasa, 02/05/2017 18:48 0

Rusia

Pertemuan Putin dan Merkel, Isyarat Normalisasi Hubungan Rusia-Jerman

Kanselir Jerman Angela Merkel bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di resor Sochi, Laut Hitam, Selasa (02/05), dalam kunjungan pertamanya ke Rusia sejak tahun 2015. Ini dinilai menjadi sinyal normalisasi hubungan antara Berlin dan Moskow.

Selasa, 02/05/2017 18:11 0

Indonesia

Rektor UIN Sebut Upaya Pendirian Khilafah di Indonesia Tidak Berguna

Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta Selatan, Prof. Dede Rosyadah mengatakan, bahwa mendirikan negara berstandar khilafah di Indonesia hanya akan membuang-buang banyak energi. Bahkan, menurutnya upaya itu tidak ada manfaatnya.

Selasa, 02/05/2017 17:30 0

Indonesia

Ketua GNPF-MUI: Para Ulama Lebih Kompak di Aksi Simpatik 55

"Insyaallah GNPF kompak, para ulama kompak. Bahkan lebih kompak dari aksi 411 dan 212 lalu,"

Selasa, 02/05/2017 17:07 0

Indonesia

Dukung Hakim Kasus Ahok Independen, GNPF-MUI akan Gelar Aksi Simpatik 55

"Aksi simpati hanya bertujuan untuk mendukung indepedensi Mahkamah Agung (MA) dan seluruh jajarannya termasuk ketua majelis hakim dalam kasus penodaan agama"

Selasa, 02/05/2017 16:46 0

Indonesia

Ranu Beritakan Kasus Social Kitchen Sejak 2015

Pimpinan Umum Panjimas.com, Widiarto menegaskan wartawannya, Ranu Muda, telah melakukan peliputan mendalam soal Social Kitchen sejak tahun 2015.

Selasa, 02/05/2017 15:53 0

Artikel

Jejak Khilafah Islamiyah di Bumi Nusantara

Setelah menelusuri realita Sejarah Indonesia, ternyata Nusantara memiliki hubungan yang panjang dan luas dengan kekuasaan Khilafah di Timur Tengah

Selasa, 02/05/2017 14:50 1

Close