... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Efek Persatuan, JNIM Perlihatkan Ghanimah Hasil Amaliyat di Timbuktu

Foto: Ghanimah perang yang diraih oleh JNIM

KIBLAT.NET, Timbuktu- Kelompok jihadis afiliasi al-Qaidah di Afrika Barat & Sahel, yaitu Jamaah Nusrah al-Islam wal Muslimin (JNIM) pada hari Rabu (26/04) merilis sejumlah foto dokumentasi hasil operasi militer mereka di sebuah markas militer Mali di bagian utara negara itu dekat kota Timbuktu. Operasi serangan yang dilaksanakan pada pekan lalu itu menewaskan sedikitnya empat tentara Mali dan menyebabkan sebagian besar lainnya luka-luka.

Pekan lalu, JNIM menyatakan bertanggung jawab atas sebuah serangan terkoordinasi yang menargetkan markas militer Mali di daerah Gourma-Rharous, masuk ke wilayah Timbuktu. JNIM melaporkan bahwa pejuang-pejuang mereka berhasil mempecundangi unit pasukan khusus Mali dan menguasai basis militer mereka sebelum pasukan Perancis datang. Sumber militer Perancis mengatakan telah mengirim satu detasemen pasukan komando spesialis gunung untuk membantu pasukan Mali menghadapi para jihadis.

Menurut JNIM, mereka melakukan reposisi setelah Perancis mulai melancarkan serangan udara. Namun demikian, sebelum meninggalkan markas tentara Mali tersebut, JNIM berhasil membawa pulang sejumlah kendaraan militer dan berbagai jenis senjata & amunisi sebagai ghanimah, dan menghancurkan peralatan lainnya yang tidak terbawa.

Dalam foto terlihat puluhan senjata ringan, terutama berbagai varian Kalashnikov dan senapan mesin PK buatan Rusia. Beberapa RPG-7 & senjata recoilless lainnya, peluncur mortar beserta amunisi masing-masing, dan granat tangan terlihat digelar rapi dengan alas di atas tanah. Sejumlah besar amunisi berbagai kaliber yang masih “orie” di dalam box juga terlihat dijejer di samping sebuah mobil pickup militer dengan senapan mesin berat jenis KPV 14,5 mm yang terpasang di atasnya. Sementara beberapa KPV lainnya digelar di samping peluncur roket dan amunisinya.

Markas militer yang sama di Timbuktu ini sebelumnya pernah menjadi langganan target serangan jihadis selama dua tahun berturut-turut, yaitu 2015 dan 2016. Saat itu serangan dilakukan oleh AQIM dan Ansharuddin sebelum mereka meleburkan diri dan menjadi bagian dari entitas baru JNIM.

Merujuk data kompilasi The Long War Journal, hingga April 2017 ini sedikitnya sudah terdapat 80 kali serangan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok jihadis afiliasi al-Qaidah di Mali dan negara-negara tetangganya. Angka ini menunjukkan adanya tren grafik peningkatan yang lebih besar dari tahun sebelumnya di mana pada tahun 2016 itu terjadi lonjakan jumlah serangan sebanyak 150 persen dari tahun sebelumnya, yaitu 2015.

JNIM atau Jamaah Nusrah al-Islam wal Muslimin bukan sekedar koalisi besar kelompok-kelompok jihadis yang ada di Afrika Barat & Sahel, namun merupakan entitas baru hasil peleburan kelompok jihadis Ansharuddin, AQIM (Cabang al-Qaidah di Afrika Sahara), Al-Murabithun, dan Katibah Macina (yang juga dikenal sebagai Front Pembebasan Macina).

Syeikh Iyad Ag Ghaly, seorang veteran jihadis Tuareg ditunjuk menjadi pimpinan Jamaah Nusrah al-Islam wal Muslimin (JNIM). Ag Ghaly sendiri secara terbuka menyatakan loyal kepada Dr. Aiman adz-Dzawahiri pemimpin tertinggi al-Qaidah, dan juga kepada Abdul Malik Droukdel pemimpin AQIM.
Reporter: Yasin Muslim
Sumber: The Long War Journal


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Kolom

Wajah Peradaban Islam

Dan jika boleh memprediksi, mungkin akhir ceritanya adalah entitas-entitas negara di dunia Islam pada suatu hari tak lagi relevan mewakili wajah peradaban Islam.

Kamis, 27/04/2017 19:13 0

Indonesia

Jika Ahok Divonis Bebas, Din Akan Pimpin Aksi

Namun nyatanya, Din sudah menjadi pimpinan aksi selama ini. Walaupun Ahok belum diputus bersalah atau dibebaskan dari tuduhan penodaan agama dalam persidangan.

Kamis, 27/04/2017 18:30 0

Indonesia

Din: Negara Jangan Tersandera ‘Satu Faktor Pemecah Belah Bangsa’

Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu juga mengajak untuk mengembangkan sikap toleransi, yaitu untuk tidak memasuki wilayah keyakinan pihak lain dan tidak mengganggu ha-hal suci yang dianut oleh pihak lain.

Kamis, 27/04/2017 16:16 0

Indonesia

Tuntutan Hukum Ahok, MUI: Itu Permainan

“Secara kasat mata, ini ada kecenderungan memainkan hukum, berbahaya, adanya yurisprudensi terhadap penista agama. Oleh karena itu tidak ada kesimpulan yang lain kecuali bermain hukum,” tandas Din.

Kamis, 27/04/2017 15:34 0

Kolom

Apa Setelah Pilkada?

Politik umat Islam harus melampaui persoalan elektoral belaka (Pilkada). Agar umat Islam tidak menjadi anak tangga bagi sekelompok elit yang haus menggapai kekuasaan. Agar ulama tak sekedar karpet merah bagi ambisi-ambisi sekelompok elit yang melata menuju kekuasaan.

Kamis, 27/04/2017 10:55 0

Indonesia

MUI Undang Tokoh Umat Islam dan Parpol Dalam Rapat Pleno ke-17

Rapat pleno berupa dialog bersama para tokoh partai-partai politik yang dilaksanakan di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (26/04).

Kamis, 27/04/2017 08:54 0

Indonesia

MUI: Intervensi Hukum Sebabkan Ketidakpercayaan Rakyat pada Pemerintah

Dewan Pertimbangan Majelis Ulama yang dipimpin oleh KH Prof Din Syamsuddin mengatakan bahwa intervensi hukum telah memicu ketidakpercayaan rakyat pada pemerintah.

Kamis, 27/04/2017 08:30 0

Indonesia

Satgas Pemuda Muhammadiyah Laporkan JPU Sidang Ahok ke Komjak

Direktur Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah menjelaskan perihal aduan PP Pemuda Muhammadiyah terkait sikap dan keputusan Jaksa Penuntut Umum dalam Kasus Ahok ke Komisi Kejaksaan (Komjak).

Kamis, 27/04/2017 08:15 0

Indonesia

Jokowi Ingin Pisahkan Agama dan Politik, Fadli Zon: Tidak Paham Sejarah

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon mengatakan bahwa politik adalah sebuah identitas yang tidak dapat dipisahkan dengan agama.

Kamis, 27/04/2017 07:09 0

Indonesia

MUI Menduga Ada Campur Tangan Pihak Lain dalam Sidang Ahok

Tuntutan yang janggal membuat Didin meragukan keindependenan JPU

Kamis, 27/04/2017 06:27 0

Close
CLOSE
CLOSE