... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Perda Syariah, Janji yang Tak Terucap

Foto: Anies Sandi

KIBLAT.NET – Kekhawatiran bahwa Jakarta akan “disyariahkan” secara laten telah lama muncul dari kelompok kecil kalangan liberalis. Masa kampanye Pilkada DKI, menjadi momentum suburnya. Anies sempat diterpa isu akan menerapkan Perda Syariah melalui beberapa spanduk saat masa kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno juga distigma menikmati dukungan kelompok-kelompok Islam berhaluan radikal. Padahal, pasangan ini hanya berupaya melakukan kampanye ke seluruh lapisan kelompok masyarakat, dalam sebuah kompetisi itu hal yang sangat wajar. Alih-alih menggerus tingkat elektoralnya, isu tersebut justru membuahkan kemenangan.

Kini, pasca kenangkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei dan menunggu penetapan pemenang oleh KPU DKI Jakarta, digalang opini dan kampanye bahwa Anies dipastikan tidak berencana menerapkan Perda Syariah. Apa pentingnya menggalang opini ini?

“Kita tidak menanggapi isu yang bukan kita buat. Yang kita janjikan adalah yang ada di dalam 23 janji kerja itu. Yang di luar itu memang kita tak pernah merencanakan,” ujar Anies di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Rabu (19/4/2017) sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com.

Anies menegaskan, pihaknya tidak terpengaruh atas stigma atau persepsi yang menilai adanya rencana menerapkan atau tidak peraturan tersebut. Sebab, menurut Anies, dia dan Sandiaga Uno hanya akan bekerja berlandaskan undang-undang dan 23 janji kerja saat masa kampanye. Jadi, Perda yang selama ini dipergunjingkan hanya harapan baik dari yang memilih maupun yang tidak memilih Anies-Sandi.

BACA JUGA  Membangkitkan Semangat Literasi Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Global

Bak janji yang tidak pernah terucap, pernyataan gubernur terpilih ini melegakan, tapi itu saja tak cukup. Dia harus memastikan bahwa administrasi pemerintahannya harus independen, fokus pada kebutuhan rakyat Jakarta, tidak akan membuka panggung bagi kelompok-kelompok yang selama ini terang-terangan membuat Jakarta terkotak-kotak, menguntungkan segelintir pengembang, konglomerat dan pada sisi yang lain mengajarkan sebagian kecil rakyat mentransaksionalkan kebhinekaan demi kepentingan politik.

Anies dan Sandi sudah tepat memperjuangkan isu tentang nilai-nilai kemanusiaan dan Hak Asasi yang selama 4 tahun ini terabaikan di Jakarta, agenda ini bahkan harus lebih diutamakan daripada sekedar mengakomodir kepentingan politik pemilihan atau mengambil keuntungan dari itu semua.

Anies-Sandi sudah memenangi proses pemilihan gubernur yang paling banyak mempertontonkan caci-maki, hujatan, dan fitnah yang memperkeruh suasana kebatinan masyarakat Indonesia yang guyub. Oleh karena itu, meski baru akan resmi menjabat setelah Oktober mendatang, banyak hal yang mulai sekarang bisa mereka kerjakan. Salah satunya, mengembalikan kesadaran warga Jakarta yang terkotak-kotak. Mereka harus menempatkan diri sebagai gubernur bagi semua warga Jakarta.

Dari sisi inkumben yang kalah, Basuki-Djarot juga punya tanggungjawab besar untuk merangkul para pendukung garis keras mereka. Tentu saja mendapatkan kepercayaan mereka tidak akan gampang. Meski demikian, cara terbaik yang bisa diambil Anies-Sandi untuk menyatukan kembali warga Jakarta adalah menegaskan sikap yang seharusnya diambil siapa pun kepala daerah di Indonesia, yakni tegas dan konsisten menegakan keadilan dan persatuan, bukan hanya mengumbar kebhinekaan.

BACA JUGA  Pentingnya Budaya Literasi bagi Pemuda Islam dalam Memajukan Indonesia

Bagian terpenting yang harus dilakukan Anies-Sandi adalah meyakinkan khalayak bahwa mereka telah mendapat amanah dari suara mayoritas, akan tetap menjalankan tugasnya menjaga Jakarta sebagai kota yang berbudaya tinggi dan religius. Jakarta bukan milik satu konglomerasi kepentingan bisnis. Independensi Anies-Sandi soal inilah yang ditunggu.

 

Penulis: Jaka Setiawan Direktur INDRA Institute
Sumber: UCNews

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Syam

Syaikh Al-Zawahiri Seru Pejuang Suriah Terapkan Strategi Perang Gerilya

“Ini adalah cara tepat bagi orang lemah melawan orang kuat di setiap masa,” ujarnya.

Rabu, 26/04/2017 15:56 0

Rusia

Batalyon Imam Shamil Bertanggung Jawab Atas Ledakan Stasiun di Rusia

Sebuah kelompok yang menyebut diri Batalyon Imam Shamil mengaku bertanggung jawab atas sebuah pemboman di stasiun kereta bawah tanah St Petersburg yang menewaskan 16 orang. Kelompok mengatakan aksi bom pada 3 April lalu berdasar titah dari Al-Qaidah.

Rabu, 26/04/2017 14:00 0

Indonesia

API Jabar: Kami Kecewa dan Tak Percaya Lagi Peradilan Kasus Ahok

Ketua tim hukum Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat, Iwan Hilmansyah Sh, Mh, mengatakan bahwa kecewa dengan sikap Jaksa Penuntut Umum sidang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia mewakili rombongan 7 bis dari massa API Jabar.

Rabu, 26/04/2017 13:18 0

Video News

[Video] Editorial : Menyerta Ulama Usai Pilkada

KIBLAT.NET – Esok hari, Pilkada paling kontroversial dalam sejarah Indonesia, akan digelar. Hampir setahun rakyat...

Rabu, 26/04/2017 12:59 0

Info Event

Safari Dakwah Ustadz Oemar Mita, Lc di Lampung, Ini Jadwalnya!

Merajut Ukhuwah Sesuai Sunnah menjadi salah satu tema Safari Dakwah Ustadz Oemar Mita, Lc di Lampung. Penasaran dengan apa yang akan disampaikan? Simak jadwalnya di sini!

Rabu, 26/04/2017 12:52 0

Rilis Syamina

Lapsus Syamina: 1924, Di Balik Runtuhnya Khilafah

Perjalanan sejarah Daulah Utsmaniyah memiliki banyak alasan penting untuk dikaji, di antaranya karena daulah ini dianggap sebagai khilafah islamiyah yang terakhir dan terpanjang umur kekuasaannya.

Rabu, 26/04/2017 12:41 0

Eropa

Jalin Kerja Sama dengan Rezim Assad, Chechnya Buka Cabang Universitas Damaskus

Hal itu disampaikan Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov, pada Selasa (25/04).

Rabu, 26/04/2017 11:58 0

Palestina

Hamas Bersedia Lepas Gaza untuk Otoritas Palestina Namun dengan Syarat

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pemimpin Hamas Salah al-Bardawil. Dia mengatakan bahwa pihaknya siap untuk membubarkan sebuah "komite administratif" yang didirikan bulan lalu untuk mengkoordinasikan antara institusi publik Gaza.

Rabu, 26/04/2017 11:00 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Laporkan JPU Sidang Ahok ke Komisi Kejaksaan

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, hari ini (Rabu, 26/04), melaporkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama ke Komisi Kejaksaan. Hal ini dilakukan karena PP Pemuda Muhammadiyah menilai JPU tidak bersikap independen dalam tuntutannya terhadap gubernur non-muslim itu.

Rabu, 26/04/2017 10:45 0

Suriah

Ahrar dan Tahrir Al-Syam Kembali Duduk Bersama Bicarakan Koalisi Militer

"Ruang operasi ini diikuti seluruh faksi revolusi yang aktif dengan upaya membentuk badan militer terpadu dan satu administrasi," ujar Khattab.

Rabu, 26/04/2017 10:34 0

Close