... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tuntutan Ringan JPU terhadap Ahok Ciderai Keadilan Masyarakat

Foto: Nasrallah Nasution, koordinator tim advokasi GNPF-MUI

KIBLAT.NET, Jakarta – Terdakwa kasus penistaan agama Islam, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, hanya dituntut hukuman percobaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang pembacaan tuntutan pidana yang digelar di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian RI, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (20/04), JPU menuntut Ahok dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

Tuntutan pidana percobaan tersebut didasari pada kesimpulan hukum JPU bahwa Ahok telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana di muka umum, menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaaan terhadap suatu golongan masyarakat Indonesia sebagaimana dakwaan alternatif kedua Pasal 156 KUHP.

Selain itu, JPU juga mempertimbangkan alasan yang meringankan dan memberatkan dalam tuntutan ini. Alasan yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan membuat kesalahpahaman antar golongan rakyat Indonesia. Alasan meringankan, terdakwa telah melewati proses hukum ini dengan baik, bersikap sopan, berjasa dalam pembangunan Jakarta, dan mengaku sudah berubah menjadi humanis.

Menanggapi tuntutan JPU tersebut, Nasrulloh Nasution, selaku koordinator sidang Ahok dari GNPF MUI mengungkapkan perasaan kecewanya kepada JPU yang tidak menuntut Ahok dengan Pasal Penodaan Agama Islam.

“JPU dalam surat tuntutan telah menguraikan bahwa Ahok terbukti menista agama Islam, tapi yang dipakai Dakwaan Alternatif Pasal 156 KUHP, bukan yang seharusnya yaitu Pasal 156a huruf a KUHP,” ujar Nasrullah pada Kiblat.net melalui rilisnya, Kamis (20/4).

Ia juga menyesalkan JPU yang tidak menuntut hukuman maksimal kepada Ahok, dimana menurut ketentuan Pasal 156a huruf a KUHP ancaman maksimalnya adalah 5 tahun penjara sementara Pasal 156 KUHP 4 tahun penjara.

“Dengan adanya tuntutan pidana penjara 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun, itu artinya Ahok tidak akan menjalankan pidananya di penjara, melainkan hanya wajib lapor saja selama 2 tahun. Tidak hanya itu, tuntutan Pasal 156 KUHP yang ancaman pidananya 4 tahun akan dijadikan dalih Kemendagri untuk tidak memberhentikan Ahok”, ungkap Koordinator Persidangan GNPF MUI ini.

Lebih lanjut, ia membandingkan tuntutan pidana yang ditujukan kepada para pelaku penistaan agama yang sudah diadili dan dijatuhi pidana, dimana semuanya dituntut dan dipidana penjara.

Nasrulloh mencontohkan kasus-kasus penistaan agama yang sudah divonis pidana penjara oleh pengadilan antara lain kasus Tajul Muluk alias H. Ali Murtadha divonis 4 tahun penjara oleh pengadilan negeri Sampang tahun 2012, kasus Sebastian Joe divonis 5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung tahun 2013, kasus Antonius Richmond Bawengan divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tumenggung tahun 2011, kasus Arswendo Atmowiloto divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tahun 1991, dan kasus Rusgiani divonis 1 tahun 2 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar tahun 2013.

Ia mempertanyakan vonis sangat ringan JPU kepada Ahok yang dinilainya bertentangan dengan keadilan masyarakat, khususnya umat Islam yang sudah tersakiti dan terhina dengan ucapan Ahok.

“Tuntutan pidana kepada Ahok sangat ringan dan mencederai keadilan masyarakat. Kita tinggal berharap kepada Majelis Hakim untuk berani memutus pidana penjara maksimal 5 tahun dengan mengesampingkan Asas Ultra Petita atas nama keadilan masyarakat”, pungkasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Pertempuran Berkecamuk di Daerah Jatuhnya “Mother of All Bombs” AS

"Kami masih terlibat pertempuran dengan musuh di lokasi,” kata juru bicara misi militer NATo di Afghanistan, Bill Salven, Rabu.

Kamis, 20/04/2017 16:16 0

Suriah

Uji Laboratorium OPCW Tegaskan Penggunaan Senjata Kimia di Khan Sheikhoun

"Kami mengambil sampel dari 10 korban dan menganalisanya di empat laboratorium," ujar kepala OPCW, Ahmed Uzumcu, seperti dilansir BBC Arabic, Rabu (19/04).

Kamis, 20/04/2017 15:15 0

Irak

Iran Kirim Jenderal Senior Jadi Dubes di Baghdad

Asisten panglima militer Iran untuk operasi luar negeri Qasim Sulaimani, Iraj Masjidi, mengambil alih posisi duta besar Iran untuk Irak pada Selasa (18/04). Ini menunjukkan peran kunci yang dimainkan militer Iran Garda Revolusi di negara tersebut.

Kamis, 20/04/2017 14:10 0

Suriah

Rusia Pilih Bungkam terkait Jumlah Tentara Tewas di Suriah

Pejuang oposisi Suriah berulang kali mengumumkan tewasnya tentara Rusia selama bertempur dengan pasukan Assad dan sekutunya, yang mencakup tidak hanya orang Rusia tapi juga orang Iran, Afghanistan, Pakistan dan Lebanon.

Kamis, 20/04/2017 13:49 0

Amerika

Guru di AS Minta Murid Bacakan Teks Penghinaan terhadap Islam

Teks tulisan yang diminta untuk dibacakan memfitnak Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai penipu, penjahat, pengkhianat, dan nabi palsu yang buta huruf serta memaksakan agamanya melalui cara kekerasan. Selain itu, Al-Qur'an juga disebut memiliki sejumlah kesalahan.

Kamis, 20/04/2017 11:50 2

Suriah

Kesepakatan Oposisi dan Rezim Suriah Berlanjut, Warga 4 Kota Dipindahkan

Kesepakatan antar kedua belah pihak memungkinkan warga dan milisi Syiah dari Fou'a dan Kefraya ditukar dengan warga dari Zabadani, Madaya, Jabal Syarqi yang tengah mengalami pengepungan. Selain itu, kesepakatan juga mengharuskan pelepasan 1.000 orang dari kamp pengungsi Yarmouk dan 1.500 tahanan dari penjara Rezim Suriah.

Kamis, 20/04/2017 11:12 0

Video Kajian

Kontroversi Marahnya Rasul [Ust. Dr. Anung Al Hamat, Lc. M.Pd.I ]

KIBLAT.NET – Sebagai manusia biasa, Rasul tentu bisa marah dan murka juga. Banyak riwayat yang...

Kamis, 20/04/2017 09:52 0

Suriah

Jokowi dan 9 Kepala Negara Ucapkan Selamat kepada Bashar Al-Assad, Kenapa?

Sepuluh kepala negara di seluruh dunia mengucapkan selamat kepada Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Kamis, 20/04/2017 08:25 1

Malaysia

Malaysia Pastikan Dr Zakir Naik Sudah Jadi Penduduk Tetap

Dr Zakir Naik telah memiliki status penduduk tetap (Permanent Resident) di Malaysia yang diberikan kepadanya sejak lima tahun yang lalu.

Kamis, 20/04/2017 07:37 0

Manhaj

Dakwah Tauhid dan Upaya Penegakan Syariat Islam

menanamkan tauhid hanyalah salah satu fase awal dalam berdakwah. Ia memang harus diprioritaskan. Namun, bukan berarti harus memisahkan diri dari upaya-upaya lain dalam menyelesaikan problematika umat.

Kamis, 20/04/2017 06:30 0