... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Penyerangan di Kramat Lontar, Begini Kronologi Versi Ketua FPI

Foto: Ketua DPD FPI DKI Jakarta Buya Abdul Majid

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua DPD FPI DKI Jakarta, Buya Abdul Majid mengungkapkan kericuhan yang terjadi di kawasan Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, yang diduga dilakukan oleh preman yang mengatasnamakan Banser.

Menurut Abdul Majid, kejadian bermula saat sejumlah orang mendatangi kawasan Kramat Lontar pada Senin (18/04) dini hari, sekira pukul 01.00 WIB. Saat itu dia baru saja  pulang dari menghadiri acara pengajian di Poltangen, Pasar Minggu.

Dia menjelaskan dari informasi yang disampaikan warga, mereka yang datang saat itu sebagian memakai baju bertuliskan Banser. Jumlah mereka sekira 50 orang, tetapi warga tak mengenali wajah mereka.

Tiba-tiba sebagian orang yang datang itu melakukan pemukuln terhadap warga yang tengah minum kopi dan berbincang-bincang. Akibatnya tiga orang terluka dalam serangan yang dilakukan segerombolan orang tak dikenal itu.

“Dipukuli, dan terdengar ada dialek-dialek Ambon dan berseragam Banser.  Korban ada 3 orang warga,” ungkap Majid.

Menurut pengakuan warga, para pelaku penyerangan membawa senjata tajam. Setelah sempat menanyakan rumah Ahmad Majid, mereka segera bergerak ke alamat yang dituju.

Informasi kedatangan puluhan orang tak dikenal itu sampai kepada murid-murid Buya Abdul Majid. Menurut Abdul Majid, mereka segera menghadang kedatangan gerombolan itu.

“Lalu mereka dihadang oleh murid-murid saya, karena kalah jumlah akhirnya mereka mundur,” ungkapnya.

Perlu diketahui, sebelum terjadi penyerangan tersebut warga Kramat Lontar memprotes pelaksanaan pengajian yang diduga menjadi sarana kampanye di masa tenang. Acara yang dilaksanakan di rumah seseorang bernama Ita itu menghadirkan Calon Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat. “Karena tidak ada izin RT dan RW, serta juga tidak ada pemberitahuan untuk masyarakat,” ujar Abdul Majid.

BACA JUGA  FPI Desak Kapolri Usut Pelaku Penyerangan di Kramat Lontar

“Bukan dipermasalahkan pengajianya, tapi ada indikasi pembagian sembako yang intinya money politic,” imbuhnya.

Abdul Majid menambahkan dugaan tersebut terbukti setelah acara selesai. Peserta pengajian pulang dengan membawa bingkisan. Seorang ibu yang ikut dalam acara itu mengaku berasal dari Cakung, Jakarta Timur. “Kalau pengajian kok warga sekitar tidak diundang,” ujarnya.

Reporter: Furqon Amrullah
Editor: Imam S.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Salah Tembak, Black Hawk Saudi Jatuh di Marib Yaman, 12 Tewas

"Kecelakaan ini akibat peluru rekan sendiri," kata pernyataan markas komando koalisi tanpa memberikan penjelasan lebih rinci.

Rabu, 19/04/2017 08:05 0

Video News

Muslim Papua Doakan Warga Jakarta Dipimpin Gubernur Muslim

KIBLAT.NET – Pemilihan calon gubernur baru Ibukota hari ini akan digelar. Berikut adalah do’a dan...

Rabu, 19/04/2017 07:32 0

Asia

Korut Siap Layani Perang Model Apapun dengan Amerika

Korea Utara sedang mempersiapkan berbagai model perang yang dipicu oleh aksi militer AS. Utusan Pyongyang untuk PBB pada Senin (17/04), mengatakan negaranya akan menanggapi rudal atau serangan nuklir dalam berbagai bentuk.

Selasa, 18/04/2017 23:15 0

Editorial

Editorial: Menyerta Ulama Usai Pilkada

Esok hari, Pilkada paling kontroversial dalam sejarah Indonesia, akan digelar. Hampir setahun rakyat Indonesia tenggelam dalam perang urat syaraf dan terbelah dalam kubu pro dan kontra Ahok.

Selasa, 18/04/2017 22:19 1

Turki

Begini Reaksi Dunia atas Hasil Referendum Turki

Hasil yang diperoleh dalam referendum Turki pada Ahad (16/04), menunjukkan bahwa 51,18% mendukung dan 48,82% menentang. Artinya, konstitusi negara akan berubah dari sistem parlementer menjadi sistem presidensial, selain pemberian wewenang kekuasaan eksekutif bagi presiden.

Selasa, 18/04/2017 22:06 0

Suriah

Faksi Oposisi Suriah Ucapkan Selamat Atas Kesuksesan Referendum Turki

Rakyat Turki telah menentukan pilihannya untuk mengubah konstitusi negara dari sistem parlementer menjadi sistem presidensial. Hasil yang diperoleh dalam referendum pada Ahad (16/04), menunjukkan bahwa 51,18% mendukung dan 48,82% menentang.

Selasa, 18/04/2017 21:00 0

Irak

Mantan Wapres Iraq: ISIS dan Al-Qaidah Jalin Kerja Sama dalam Perang Mosul

Wakil Presiden Iraq Ayad Allawi menyebut telah terjadi hubungan antara ISIS dan Al-Qaidah dalam Perang Mosul. Dalam sebuah wawancara pada Senin (17/04), ia mengatakan bahwa kedua kelompok melakukan pembicaraan saat pasukan Iraq mendekati Mosul, kota terbesar kedua di Iraq.

Selasa, 18/04/2017 20:10 0

Suriah

HRW: AS Bertanggung Jawab Tewasnya Puluhan Sipil di Masjid Umar bin Khattab Aleppo

Laporan terbaru lembaga organisasi HAM internasional, Human Rights Watch (HRW), menunjukkan bahwa AS bertanggung jawab atas tewasnya puluhan warga sipil di kota Jineh, pedesaan Aleppo, bulan lalu.

Selasa, 18/04/2017 18:55 0

Opini

Mencari Titik Temu antara Aktivis dalam Panggung Demokrasi

Demokrasi adalah jalan darurat. Ia bukan jalan normal. Ia tidak lahir dari rahim tauhid, tapi dari rahim paganisme. Ia menokak peran Allah dalam menjaga kedaulatan negara. Demokrasi hanya mau menerima peran manusia.

Selasa, 18/04/2017 16:38 0

Eropa

Tak Habis Pikir, Dubes AS di Inggris Interogasi Bayi Tiga Bulan Terkait Terorisme

Kedutaan Besar AS untuk Inggris baru-baru ini menginterogasi bayi berusia tiga bulan terkait tuduhan terorisme. Pemanggilan bayi itu tetap dilakukan meski diketahui terjadi kesalahan yang tidak di sengaja di surat-surat pejalanan bayi tersebut menuju AS

Selasa, 18/04/2017 16:31 0