... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ustadz Ini Diteror Usai Laporkan Dugaan Kampanye Gelap

Foto: Ustadz Marhadi (peci putih) melaporkan teror yang dialaminya ke Polsek Duren Sawit

KIBLAT.NET, Jakarta – Seorang penceramah agama di Jakarta Timur mendapatkan teror setelah melaporkan kampanye terselubung berkedok pengajian di rumah orang Nasrani saat masa tenang Pilkada.

Ustadz Marhadi, warga Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur melihat gelagat tak baik saat mengetahui ada kegiatan pengajian di dekat rumahnya, Sabtu (15/04). Dia pun menyelidiki kegiatan yang dilakukan saat masa tenang jelang pemungutan suara pemilihan gubernur DKI Jakarta. Rupanya, pengajian itu hanya kedok yang digunakan untuk melakukan kampanye.

“Pada hari Sabtu siang, pada hari tenang kampanye didapati ada kampanye terselubung berkedok pengajian. Begitu diselidiki, ternyata dilakukan di rumah orang Nasrani,” kata M. Kamil Pasha kuasa hukum dari LBH Street Lawyer yang menjadi kuasa hukum Ustadz Marhadi kepada Kiblat.net, Senin (17/04).

Kamil menjelaskan para warga mengaku datang ke acara yang digelar di Jalan Swakarsa, Pondok Kelapa karena diundang untuk pengajian RW. Padahal, pihak RW tak pernah mengeluarkan undangan tersebut.

Saat ditelusuri, ternyata kegiatan yang dilakukan adalah bagi-bagi sembako. Menurut Kamil, pihak yang membagikan sembako disinylir merupakan pendukung pasangan calon gubernur nomor urut dua.

“Di situ Ustadz Marhadi berinisiatif untuk menghentikan kampanye terselubung itu. Karena memang menyalahi aturan kan,” ungkap Kamil.

Marhadi kemudian menghubungi pihak Panwaslu dan Babinbsa, termasuk juga pihak kepolisan. Akhirnya, kampanye berkedok pengajian itu dibubarkan. Namun sembako terlanjur dibagikan kepada warga.

BACA JUGA  Perkuat Jaringan Pemuda ASEAN, KAMMI Malaysia Resmi Dilantik

Teror Orang Tak Dikenal

Esok harinya, secara mengejutkan rumah Mashadi didatangi orang tak dikenal pada pukul 22.00 WIB. Saat itu di rumah tersebut hanya ada ibu Ustadz Marhadi yang sudah tua dan saudaranya.

“Hari Minggu jam sepuluh malam ada tiga orang menggedor-gedor, merusak pagar sehingga ada bagian tembok yang rompal,” ungkap Kamil.

Tak hanya itu, para pelaku juga memanggil nama Ustadz Marhadi dengan suara keras. Mereka juga melontarkan kalimta-kalimat teror. “Kalo masih sayang sama orang tua dan saudaranya jangan macam-macam, jangan membangunkan macan tidur,” kata Kamil menirukan kalimat ancaman pelaku.

Atas perlakukan itu, Ustadz Marhadi akhirnya melapor ke pihak kepolisian. Dengan didampingi kuasa hukum dari LBH Street Lawyer, dia melaporkan pelaku dengan pasal pengancaman dan perusakan barang.

“Diterima langsung oleh Kapolsek Duren Sawit, dan yang bersangkutan berjanji akan menindaklanjuti laporan,” pungkas Kamil.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Mencari Titik Temu antara Aktivis dalam Panggung Demokrasi

Demokrasi adalah jalan darurat. Ia bukan jalan normal. Ia tidak lahir dari rahim tauhid, tapi dari rahim paganisme. Ia menokak peran Allah dalam menjaga kedaulatan negara. Demokrasi hanya mau menerima peran manusia.

Selasa, 18/04/2017 16:38 0

Eropa

Tak Habis Pikir, Dubes AS di Inggris Interogasi Bayi Tiga Bulan Terkait Terorisme

Kedutaan Besar AS untuk Inggris baru-baru ini menginterogasi bayi berusia tiga bulan terkait tuduhan terorisme. Pemanggilan bayi itu tetap dilakukan meski diketahui terjadi kesalahan yang tidak di sengaja di surat-surat pejalanan bayi tersebut menuju AS

Selasa, 18/04/2017 16:31 0

Info Event

Ikuti! Pelatihan Kultum Ramadhan Bersama Madina

Kesempatan menjadi penceramah di bulan Ramadhan harus disyukuri. Persiapkan diri Anda dengan mengikuti pelatihan ini

Selasa, 18/04/2017 15:41 0

Timur Tengah

Israel Isolasi Tahanan Palestina Pemimpin Aksi Mogok Makan

Otoritas penjara Israel memindahkan tahanan warga Palestina yang memimpin aksi mogok makan pada Senin (17/04) ke penjara isolasi. Langkah ini sebagai upaya penjajah untuk meredam aksi yang bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina itu.

Selasa, 18/04/2017 14:00 0

Afghanistan

Karzai: Serangan AS di Nangarhar, Kejahatan Kemanusiaan

Serangan udara AS yang menjatuhkan bom terbesar (MOAB) di propinsi Nangarhar Afghanistan terus memicu kontroversi.

Selasa, 18/04/2017 13:43 0

Pakistan

Hadang Unjuk Rasa, Pasukan India Lukai Puluhan Mahasiswa Kashmir

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Jammu dan Kashmir menggelar unjuk rasa menentang represifitas angkatan bersenjata India

Selasa, 18/04/2017 09:48 0

News

2 Mobil Berisi Jeriken Bensin di Lokasi Pengajian Habib Rizieq Gunakan Pelat Palsu

Dua mobil yang tak diketahui pemiliknya juga ditemukan di lokasi dengan pelat nomor palsu

Selasa, 18/04/2017 09:05 0

Malaysia

Tolak Panggilan Otoritas India, Zakir Naik: Mereka Hanya Akan Menyiksa Muslim

Dr Zakir Naik mengatakan agar menemuinya langsung di Malaysia. Menurutnya, upaya penangkapan dengan memanggilnya ke India merupakan tindakan pengecut.

Selasa, 18/04/2017 06:50 2

Asia

Ingin Tangkap Zakir Naik, India Minta Bantuan Interpol

Badan Investigasi Nasional India (NIA) mengirim permintaan penerbitan Red Notice kepada Interpol agar dapat menangkap dai Dr Zakir Abdul Karim Naik di luar negeri.

Selasa, 18/04/2017 06:20 0

Yaman

Yaman Klaim Drone AS Kembali Tewaskan Petinggi AQAP

Pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat kembali menewaskan sejumlah orang yang diduga petinggi AQAP di Abyan,Yaman

Selasa, 18/04/2017 05:03 0

Close