... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Menyerta Ulama Usai Pilkada

Foto: Editorial Pilkada 2017.

KIBLAT.NET – Esok hari, Pilkada paling kontroversial dalam sejarah Indonesia, akan digelar. Hampir setahun rakyat Indonesia tenggelam dalam perang urat syaraf dan terbelah dalam kubu pro dan kontra Ahok. Sejak berdirinya Republik ini, rasanya baru kali ini di Indonesia ada kepala daerah yang keras kepala dan terang-terangan dalam menunjukkan ketidaksukaan kepada nilai-nilai agama mayoritas.

Urat syarat kita makin terbetot demi mengetahui Pemerintah dengan telanjang memperlihatkan sikap tidak netral. Pemerintah memang tidak secara lugas menyatakan dukungan kepada Ahok. Tetapi sikap berlebihan kepada kubu kontra-Ahok sudah menyiratkan ketidaknetralan tersebut.
Lihat saja misalnya kesigapan aparat keamanan mengkriminalkan tokoh-tokoh GNPF-MUI. Namun ompong dan tak berdaya sekadar untuk menahan Ahok yang sudah jadi tersangka. Alih-alih memenjarakan, sekadar membacakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum pun harus ditunda setelah Pilkada. Belum lagi berderet kasus pelanggaran yang dilakukan kelompok pro-Ahok namun tak kunjung jelas penanganannya.

Inilah barangkali yang membuat darah umat Islam naik ke ubun-ubun. Sehingga, hari ini seluruh umat Islam Indonesia kompak untuk mengusung Gubernur Muslim untuk menggantikan Ahok. Sulit menemukan momentum seperti ini, di mana hampir semua lapisan umat dapat bersatu dalam satu barisan yang padu.

Namun melihat kehadiran negara yang berat sebelah, kumpulan survei dan perang opini saja belum menjadi jaminan terwujudnya keinginan menjegal Ahok. Pilkada adalah salah satu instrumen Demokrasi, di mana di dalamnya kecurangan dan keculasan—dan akhirnya kediktatoran—menjadi hal yang lumrah dan halal. Maka, berbagai usaha menghadirkan Gubernur Muslim, juga harus dibarengi dengan kesiapan dan rencana bila Ahok ternyata dimenangkan sebagai penguasa selanjutnya.

BACA JUGA  Tak Terbukti Bersalah, Wartawan Ranu Muda dan Aktivis LUIS Divonis Bebas

Bila Pilkada esok ternyata berhasil memunculkan gubernur baru yang Muslim, tak perlu larut dalam pesta dan suka-cita yang berlebih. Sebab, ada PR baru yang tak kalah berat setelah salah satu mafsadat berhasil dicegah. Yaitu, bagaimana menciptakan maslahat-maslahat umat selanjutnya dengan tetap memberantas mafsadat-mafsadat lain yang lebih besar.

Namun bila takdir Allah menghendaki Ahok tetap berkuasa, kita pun tak perlu kehilangan kontrol dan lepas kendali. Mungkin Allah ingin menunjukkan kepada kita sebuah keputusan yang selama ini masih menjadi berdebatan di antara kita tentang layak tidaknya Demokrasi sebagai sarana membela dan memperjuangkan Islam.

Kita pun harus mawas diri dan kembali kepada bandul sejarah para pendahulu, di mana kemenangan tidak Allah berikan kecuali kepada umat yang telah lolos menjalani tarbiyah yang panjang serta berbagai macam tempaan berat maupun saringan (tamhish) yang ketat.
Apapun dari dua kondisi yang akan terjadi besok, Ulama tetap menjadi peran penentu langkah umat Islam berikutnya. Mereka-lah yang bertanggungjawab untuk terus menyeru dan membimbing umat agar konsisten dalam jalan panjang memberangus kezaliman dan memenangkan Islam.

Maka hari ini umat Islam Indonesia benar-benar membutuhkan kehadiran Ulama yang hanif, mengajak mereka untuk takut kepada Allah dan setia membersamai umat dalam jalan panjang perjuangan ini. Profil ulama seperti itu hanya ada pada mereka yang tak sedikit pun terbersit dalam hati hasrat untuk menangguk keuntungan pribadi; baik berupa popularitas, harta maupun jerat-jerat duniawi lainnya.

BACA JUGA  Hampir 24 Jam, Puasa Umat Islam di Islandia

Kembali ke hasil Pilkada esok. Suka atau tidak suka, takdir dan ketentuan Allah pasti akan berlaku atas diri kita. Terlepas dari pahit atau manis kita merasakan takdir tersebut, sekali-kali Allah tidak pernah berlaku zalim terhadap hamba-hamba-Nya.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Editorial: Menyerta Ulama Usai Pilkada”

  1. abdul aziz

    pejabat yg tidak adil itu akan menuai hasilnya, sumpah dibawah al-Qur’an hanya untuk main2…..oknum seperti ini perlu dikarantinakan / di Pancasilakan …..lain kali perekrutan pegawai negeri lihat dulu apakah dia loyal thd pancasila atau tidak

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Begini Reaksi Dunia atas Hasil Referendum Turki

Hasil yang diperoleh dalam referendum Turki pada Ahad (16/04), menunjukkan bahwa 51,18% mendukung dan 48,82% menentang. Artinya, konstitusi negara akan berubah dari sistem parlementer menjadi sistem presidensial, selain pemberian wewenang kekuasaan eksekutif bagi presiden.

Selasa, 18/04/2017 22:06 0

Indonesia

Jelang Pilkada, Kapolda Metro: Tak Perlu Khawatir, Kami Sudah Jaga Semua

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, meminta masyarakat Jakarta tidak perlu merasa khawatir mengenai kabar adanya pergerakan massa dari luar kota menjelang hari pemungutan suara. Iriawan mengatakan saat ini belum ada kelompok massa yang bergerak menuju Jakarta.

Selasa, 18/04/2017 21:32 0

Suriah

Faksi Oposisi Suriah Ucapkan Selamat Atas Kesuksesan Referendum Turki

Rakyat Turki telah menentukan pilihannya untuk mengubah konstitusi negara dari sistem parlementer menjadi sistem presidensial. Hasil yang diperoleh dalam referendum pada Ahad (16/04), menunjukkan bahwa 51,18% mendukung dan 48,82% menentang.

Selasa, 18/04/2017 21:00 0

Irak

Mantan Wapres Iraq: ISIS dan Al-Qaidah Jalin Kerja Sama dalam Perang Mosul

Wakil Presiden Iraq Ayad Allawi menyebut telah terjadi hubungan antara ISIS dan Al-Qaidah dalam Perang Mosul. Dalam sebuah wawancara pada Senin (17/04), ia mengatakan bahwa kedua kelompok melakukan pembicaraan saat pasukan Iraq mendekati Mosul, kota terbesar kedua di Iraq.

Selasa, 18/04/2017 20:10 0

Indonesia

PAHAM Rekomendasikan Ahok Dihukum Maksimal

Pusat Advokasi Hukum dan Hak Azasi Manusia (PAHAM) menyampaikan Amicus Curiae (pihak yang merasa berkepentingan terhadap suatu perkara, memberikan pendapat hukumnya kepada pengadilan) terkait kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam rekomendasinya, PAHAM memberi pertimbangan bahwa Ahok layak diberi hukuman maksimal.

Selasa, 18/04/2017 19:47 0

Tarbiyah Jihadiyah

Tergesa-gesa dan Mengabaikan Tarbiyah Ruhiyah, Bencana Amal Islami

Ketergesa-gesaan hingga mengesampingkan tarbiyah ini juga berdampak pada ketidakmampuan mengelola konflik-konflik kecil, bukannya mereda justru berubah menjadi lebih rumit dan komplek.

Selasa, 18/04/2017 19:30 0

Suriah

HRW: AS Bertanggung Jawab Tewasnya Puluhan Sipil di Masjid Umar bin Khattab Aleppo

Laporan terbaru lembaga organisasi HAM internasional, Human Rights Watch (HRW), menunjukkan bahwa AS bertanggung jawab atas tewasnya puluhan warga sipil di kota Jineh, pedesaan Aleppo, bulan lalu.

Selasa, 18/04/2017 18:55 0

Indonesia

Ustadz Ini Diteror Usai Laporkan Dugaan Kampanye Gelap

"Pada hari Sabtu siang, pada hari tenang kampanye didapati ada kampanye terselubung berkedok pengajian. Begitu diselidiki, ternyata dilakukan di rumah orang Nasrani,"

Selasa, 18/04/2017 17:46 0

Indonesia

Polisi Sebut Pembakaran Mobil di Tabligh Akbar Habib Rizieq Bukan Teror

"Nggak termasuk terror. Tanya saksi ahli sana, apa yang dimaksud terror," ungkapnya kepada Kiblat.net, di Jakarta, Senin (17/4).

Selasa, 18/04/2017 17:27 2

Indonesia

Polda Metro Akan Pulangkan Massa “Tamasya Al Maidah” dari Luar Daerah

Polda Metro Jaya bersama KPU DKI dan Bawaslu DKI telah menerbitkan maklumat terkait larangan mobilisasi massa ke TPS-TPS, seperti 'Tamasya Al Maidah' pada pencoblosan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Rabu 19 April mendatang. Polisi bakal menindak tegas pihak-pihak yang mengganggu keamanan dan ketertiban Jakarta.

Selasa, 18/04/2017 17:11 0