... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gabung Tamasya Al-Maidah, Amien Rais: Kita Nggak Bawa Celurit Kenapa Dicurigai?

Foto: Amien Rais

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menyatakan mendukung dan akan mengikuti Gerakan Tamasya Al-Maidah. Dia mempertanyakan adanya pihak-pihak yang mencurigai kegiatan itu.

Gerakan Tamasya Al-Maidah dipastikan akan dilaksanakan pada hari pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/04) esok. Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan. Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, termasuk Amien Rais.

Saat diberi kesempatan berbicara, Amien Rais menegaskan akan bergabung dalam Tamasya Al-Maidah. “Jadi mengapa saya ikut Tamasya Al-maidah ini? Tamasya ini sekedar mengingatkan,” ujarnya, Senin (17/04).

“Kita tidak punya apa-apa, kita nggak bawa celurit, nggak bawa pisau dapur, dan nggak bawa apa-apa, jadi kenapa kita dicurigai,” imbuh Amien Rais.

Perlu diketahui, pihak keamanan telah menyatakan melarang Tamasya Al-Maidah. Menurut Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian massa yang terlalu besar di TPS akan memberikan kesan intimidatif. “Itu sudah kegiatan politik, dan kita akan lakukan tindakan tegas dengan diskresi yang ada,” kata Tito .

Amien menilai mata seluruh rakyat Indonesia akan tertuju pada pelaksanaan Pilkada DKI 2017. Dia mendesak pemilihan gubernur ibukota dilaksanakan dengan jujur, adil dan transparan.

Mantan ketua PP Muhammadiyah itu juga mengajak masyarakat untuk berdoa agar Pilkada terhindar dari berbagai macam rekayasa dan ancaman. “Saya mau kita bermunajat lagi, zikir, istighfar, nanti Allah berikan kekuatan dan kemampuan di luar kemampuan manusia,” pungkasnya.

BACA JUGA  Aktivis WALHI Sumut Meninggal Misterius

Reporter: Reno
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Israel Isolasi Tahanan Palestina Pemimpin Aksi Mogok Makan

Otoritas penjara Israel memindahkan tahanan warga Palestina yang memimpin aksi mogok makan pada Senin (17/04) ke penjara isolasi. Langkah ini sebagai upaya penjajah untuk meredam aksi yang bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina itu.

Selasa, 18/04/2017 14:00 0

Afghanistan

Karzai: Serangan AS di Nangarhar, Kejahatan Kemanusiaan

Serangan udara AS yang menjatuhkan bom terbesar (MOAB) di propinsi Nangarhar Afghanistan terus memicu kontroversi.

Selasa, 18/04/2017 13:43 0

Pakistan

Hadang Unjuk Rasa, Pasukan India Lukai Puluhan Mahasiswa Kashmir

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Jammu dan Kashmir menggelar unjuk rasa menentang represifitas angkatan bersenjata India

Selasa, 18/04/2017 09:48 0

News

2 Mobil Berisi Jeriken Bensin di Lokasi Pengajian Habib Rizieq Gunakan Pelat Palsu

Dua mobil yang tak diketahui pemiliknya juga ditemukan di lokasi dengan pelat nomor palsu

Selasa, 18/04/2017 09:05 0

Malaysia

Tolak Panggilan Otoritas India, Zakir Naik: Mereka Hanya Akan Menyiksa Muslim

Dr Zakir Naik mengatakan agar menemuinya langsung di Malaysia. Menurutnya, upaya penangkapan dengan memanggilnya ke India merupakan tindakan pengecut.

Selasa, 18/04/2017 06:50 2

Asia

Ingin Tangkap Zakir Naik, India Minta Bantuan Interpol

Badan Investigasi Nasional India (NIA) mengirim permintaan penerbitan Red Notice kepada Interpol agar dapat menangkap dai Dr Zakir Abdul Karim Naik di luar negeri.

Selasa, 18/04/2017 06:20 0

Yaman

Yaman Klaim Drone AS Kembali Tewaskan Petinggi AQAP

Pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat kembali menewaskan sejumlah orang yang diduga petinggi AQAP di Abyan,Yaman

Selasa, 18/04/2017 05:03 0

Palestina

Protes Ketidakadilan, 1.000 Lebih Tahanan Palestina Mogok Makan di Penjara Israel

Sekitar 1.500 tahanan Palestina melancarkan aksi mogok makan massal pada Senin (16/04) untuk menuntut hak-hak dasar dan menjelaskan kondisi kemanusiaan mereka yang sulit di dalam penjara-penjara Israel.

Senin, 17/04/2017 22:00 0

Amerika

Jatuhkan “Induk Bom” Afghanistan, 16 Tahun Invasi AS Dipertanyakan

Serangan udara AS menggunakan “Induk Segala Bom” (MOAB) di propinsi Nangarhar bagian timur Afghanistan dilakukan tanpa persetujuan dari Presiden Donald Trump. Meski demikian, para petinggi Pentagon terus bersikukuh bahwa mereka percaya mereka tidak perlu persetujuan apapun untuk melancarkan aksi tersebut.

Senin, 17/04/2017 21:07 0

Palestina

Sejak Negara Israel Dideklarasikan, Sejuta Lebih Warga Palestina Ditahan

Pemerintah Israel telah menahan sekitar satu juta warga Palestina sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948 yang diikuti dengan pendudukan dari Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza pada tahun 1967.

Senin, 17/04/2017 20:15 0

Close