... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jatuhkan “Induk Bom” Afghanistan, 16 Tahun Invasi AS Dipertanyakan

Foto: Militer AS di Afghanistan.

KIBLAT.NET, Washington – Serangan udara AS menggunakan “Induk Segala Bom” (MOAB) di propinsi Nangarhar bagian timur Afghanistan dilakukan tanpa persetujuan dari Presiden Donald Trump. Meski demikian, para petinggi Pentagon terus bersikukuh bahwa mereka percaya mereka tidak perlu persetujuan apapun untuk melancarkan aksi tersebut.

Pejabat-pejabat tinggi di Departemen Pertahanan AS membela diri dengan menyatakan serangan itu sudah tepat dan berhasil. Informasi aktual di lapangan berkembang sedemikian liar dan menimbulkan tanda tanya besar. Pemerintah boneka Afghan mengklaim, serangan yang dilancarkan dengan menggunakan bom konvensional terbesar yang dimiliki AS itu hanya menewaskan 36 pejuang ISIS. Sementara dari pihak ISIS sendiri malah menyatakan tidak ada satupun pejuang mereka yang terbunuh.

“Hasil terbaik” menurut kacamata Pentagon barangkali bahwa ketiga puluh enam orang yang tewas itu semuanya adalah anggota ISIS. Sudut pandang ini akhirnya menimbulkan keraguan terhadap efektifitas bom seharga US$ 18 juta (sekitar Rp 245 milyar). Fakta bahwa meskipun banyak pejuang-pejuang ISIS dilaporkan telah terbunuh, namun hal itu tidak banyak berpengaruh terhadap organisasi mereka. Bom non-nuklir terbesar milik AS inipun dianggap tidak berdampak signifikan.

Dampak terbesarnya adalah, bahwa MOAB ini telah berhasil menakut-nakuti warga sipil yang berada di daerah tersebut. Sebagian besar atau hampir semua penduduk sipil tidak diberitahu sama sekali hingga mereka menyaksikan sendiri setelah kejadian. Langkah Pentagon ini semakin menambah blunder dan ketidakpercayaan terhadap AS yang telah menghabiskan waktu 16 tahun menjajah Afghanistan, namun tidak membawa perubahan apapun.

BACA JUGA  Difitnah Bekerja Sama dengan Rusia, Begini Jawaban Taliban

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: Antiwar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Pidato Pelepasan Wisuda AFKN oleh Ust. Fadlan Garamatan

KIBLAT.NET, Bekasi – Pondok Pesantren Nuu Waar Yayasan Al Fatih Kaafah Nusantara (AFKN) hari ini...

Senin, 17/04/2017 18:26 0

Video News

Acara Wisuda Santriwan Santriwati AFKN

KIBLAT.NET, Bekasi – Pondok Pesantren Nuu Waar Yayasan Al Fatih Kaafah Nusantara (AFKN) hari ini...

Senin, 17/04/2017 18:21 0

Indonesia

PAHAM Jakarta: Penistaan Agama Kejahatan, Bukan Sekedar Pelanggaran

Kasus penghinaan dan penodaan Agama yang dilakukan oleh Basuki Thagaja Purnama alias Ahok menuai rentetan gejolak panjang dari seantero Indonesia. Hal itu diperparah lagi dengan penundaan agenda pembacaan tuntutan pada hari selasa 11 April 2017 lalu karena Jaksa mengaku belum selesai mengetik berkas tuntutan.

Senin, 17/04/2017 16:35 0

Indonesia

Ulama Betawi Puji Kebesaran Hati Gubernur NTB

"Mudah-mudahan kita bisa ambil hikmahnya, dan tentunya diharapkan bisa menimbulkan ketenangan serta tidak terprovokasi dan melakukan tindakan dengan sebaik-baiknya," ungkapnya pada Kiblat.net, di Jakarta Selatan, Ahad (16/4).

Senin, 17/04/2017 16:12 0

Indonesia

Pas Polisi Sepi Terjadilah Teror Mobil Terbakar

"Pas polisi sepi terjadilah kejadian itu," kata Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Habib Muchsin Alattas

Senin, 17/04/2017 13:29 0

Fikih

Keluar dari Masjid Setelah Azan Berkumandang, Bolehkah?

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah ada yang mendengar seruan azan di masjidku ini kemudian keluar, kecuali untuk suatu keperluan, lalu tidak kembali lagi, selain orang munafik’,” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath, IV/501-502)

Senin, 17/04/2017 12:59 0

Indonesia

4 Poin Pernyataan FPI Terkait Teror di Tabligh Akbar Habib Rizieq

Salah satu poinnya mendesak Polri dan TNI untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, dengan memburu teroris, pelakunya, dan mengejar aktor intelektualnya, serta membongkar semua jaringannya berikut penyandang dananya.

Senin, 17/04/2017 12:28 0

Indonesia

IPW: Densus 88 Harus Buru Pelaku Teror di Tabligh Akbar Habib Rizieq

"Jika tidak (diburu dan ditangkap-red) dikhawatirkan modus 'bom mobil molotov raksasa' ini akan menjadi tren yang diikuti kelompok kelompok lain untuk membuat kekacauan di tengah-tengah massa,"

Senin, 17/04/2017 11:58 0

Indonesia

Umat Islam Diminta Rapatkan Barisan Pascateror di Pengajian Habib Rizieq

"Itu untuk mencegah dari dampak-dampak yang tidak diingankan, seperti pembubaran-pembubaran. Ini kita pencegahan,"

Senin, 17/04/2017 11:52 0

Video Kajian

Kriteria Pemimpin Tidak Hanya Harus Muslim [Ust. Abu Rusydan]

KIBLAT.NET- Sempat ramai perdebatan tentang memilih pemimpin yang muslim. Ada yang bilang boleh memilih pemimpin...

Senin, 17/04/2017 11:26 0

Close