... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Download

Laporan Syamina: Negara Islam di Tanah Jawa 1500-1700 M

Foto: Laporan Syamina: Negara Islam di Jawa.

KIBLAT.NET – Sejarah menjadi amat penting dalam perjalanan peradaban manusia, di tengah masyarakat sebagai pelajaran hidup yang telah dilalui oleh pendahulunya. Selain untuk mengungkap jatidiri suatu bangsa atau peradaban, sejarah juga sebagai bahan motivasi dan sekaligus bahan instrospeksi, supaya tidak terjatuh di lubang yang sama, mengulang kesalahan yang sama yang pernah dialami generasi sebelumnya. Karena sejarah pasti akan selalu terulang dengan aktor yang berbeda.

Sejarah umumnya ditulis oleh pemenang dengan perspektif pemenang juga tentunya. Demikianlah kenyataan yang berlaku di seluruh dunia. Dan pemenang dalam persaingan sebuah peradaban yang kemudian menjadi penguasa menggantikan peradaban sebelumnya berusaha sekuat tenaga mengecilkan kontribusi lawannya dalam memajukan masyarakat, atau bahkan kalau bisa berusaha menguburnya sehingga peradaban yang dikalahkan tidak akan pernah bangkit kembali dan menjadi ancaman bagi penguasa pemenang.

Demikian jualah yang terjadi dengan sejarah Indonesia. Sebuah nama yang baru muncul di tahun 1850 di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia No. 4 yang awalnya disebut Indunesians (Indu, bahasa Latin, artinya: India; Nesia, asal katanya adalah nesos, bahasa Yunani, artinya: kepulauan), yang artinya Kepulauan Hindia. Penulisan sejarah Indonesia dipelopori oleh para sarjana sejarah berkebangsaan Belanda, negara yang terlibat peperangan selama ratusan tahun hampir di seluruh pelosok Nusantara dengan para penguasa lokal dengan misi penjajahan. Tidak bisa dipungkiri bahwa sejarah yang ditulis Belanda dengan perspektif penjajah berusaha memandang sejarah Indonesia umumnya dan Jawa khususnya dengan sudut pandang penjajah Barat.

Penulisan sejarah Indonesia mengecilkan peran Islam dan politik Islam dengan berusaha memunculkan dan membesar-besarkan peran dan kejayaan politik negara-negara sebelum negara Islam berdiri di Nusantara. Hal demikian wajar karena selama ini hampir di semua daerah, penjajah Belanda selalu berhadapan dengan ulama dan pemimpin Islam ketika berusaha menancapkan kepentingan penjajah. Para ulama dan pemimpin Islam selalu mengumandangkan seruan jihad untuk mempertahankan wilayah dan hak-hak mereka yang berusaha dirampas oleh orang kafir Belanda.

Dengan kenyataan itu para orientalis Belanda memandang Islam sebagai ancaman terhadap keberlangsungan misi penjajahan. Sebagaimana pandangan seorang ahli strategi Belanda, Cristian Snouck Hurgronje yang memandang Islam sebagai faktor penghalang misi penjajahan terutama yang disebutnya sebagai Islam Politiek. Oleh karena itu Belanda berusaha sekuat tenaga mengubur sejarah kesuksesan politik Islam dalam mengatur masyarakat Indonesia. Di sisi lain didorong penelitian dan penulisan sejarah kegemilangan peradaban pra-Islam, khususnya kejayaan kerajaan Syiwa-Budha Majapahit. Eksistensi negara Islam berusaha dikaburkan dalam penulisan sejarah Belanda di masa lalu, dan berlanjut di era kemerdekaan. Bahkan ada yang menyebut eksistensi negara Islam sebagai ”ilusi”, sesuatu yang tidak pernah ada, atau “utopia”, hanya sebuah impian belaka.

Tulisan-tulisan sarjana Belanda banyak sekali mengangkat sejarah era pra Islam. Bahkan De Graaf menyebut bahwa terlalu banyak tulisan mengenai sejarah Jawa dan Bali yang diterbitkan dalam bahasa Belanda di abad 20 yang meneliti dan mengulas peradaban pra Islam yang merupakan peradaban yang datang dari India. Pandangan sejarah ala Barat lebih menonjolkan uraian-uraian ilmiah tentang masa Hindu-Jawa.

Jadi upaya deislamisasi sejarah Islam memang disengaja oleh penjajah Belanda sebagai pionir penulis sejarah Nusantara, sebagai salah satu upaya untuk mencegah kebangkitan kembali institusi politik yang berdasarkan Islam yang merepotkan bahkan mengancam kepentingan penjajahan. Seorang Sejarawan Belanda, De Graaf mengakui bahwa selama hampir satu abad telah banyak waktu dan biaya dihabiskan untuk mengadakan penyelidikan kepurbakalaan terhadap bangunan-bangunan kuno pra-Islam, yaitu candi-candi, tetapi penyelidikan terhadap bangunan dan naskah kuno zaman Islam diabaikan.

Dampaknya para peneliti sejarah saat ini kesulitan mencari sumber referensi tulisan sejarah Indonesia kecuali dari tulisan-tulisan sejarawan Belanda. Maka kita dapati bahwa sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah sejak masa penjajah Belanda sampai saat ini selalu menonjolkan kegemilangan peradaban Syiwa-Budha Majapahit dan mengecilkan peran era Islam dalam memajukan masyarakat.

Kenyataannya, kejayaan politik dan peradaban Islam masa Demak dan Mataram tidak kalah dengan kejayaan era Syiwa-Budha Majapahit. Eksistensi negara yang berdasarkan Islam bukan sebuah ilusi tapi sebuah fakta sejarah yang berusaha ditutup-tutupi. Negara Islam yang besar, Kesultanan Demak dan Mataram serta negara-negara yang lebih kecil sesudahnya memenuhi syarat disebut sebagai sebuah negara.

Berdasar pasal 1 konvensi Montevideo 27 December 1933 mengenai hak dan kewajiban Negara (Rights and Duties of States) menyebutkan bahwa Negara sebagai subjek dalam hukum internasional harus memiliki empat unsur yaitu : penduduk yang tetap, wilayah tertentu, pemerintahan yang berdaulat dan kapasitas untuk berhubungan dengan Negara lain.

Demak telah mendeklarasikan diri sebagai sebuah negara Islam dengan konstitusi negara berdasar syariat Islam. Hukum-hukum Islam diberlakukan baik pada pejabat maupun rakyat jelata. Pengadilan syariat didirikan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang timbul di masyarakat. Rakyat diperintahkan untuk menjalankan ibadah dengan contoh dan teladan dari pemimpin dan ulama.

Demak juga menjalankan politik luar negeri, dengan melakukan Jihad, mengirim pasukan Angkatan Lautnya melawan penjajah kafir Portugis di Malaka. Dan melakukan pembebasan-pembebasan wilayah di tanah Jawa.

Demak juga melakukan upaya memakmurkan rakyatnya dengan berbagai upaya meningkatkan ekonomi baik dalam bidang pertanian, perdagangan, industri dan hasil laut.

Negara Islam Mataram merupakan negara Islam yang besar di Tanah Jawa setelah era Demak. Mataram telah mendirikan peradilan Surambi yang pelaksanaannya berdasarkan syariat Islam. Islam dijadikan sebagai konstitusi negara. Mataram melakukan kebijakan politik luar negeri dengan melakukan jihad, dengan mengirim pasukan infanteri melawan penjajah kafir Belanda di Batavia.

Berdasarkan fakta sejarah, negara Islam telah ada dan berdaulat di Tanah Jawa pada tahun 1500-1700 M. Jadi bila ada ide atau wacana yang menginginkan kembalinya negara Islam di tanah Jawa (sebagaimana di masa lampau) bukan sebuah ilusi atau utopia, tapi merupakan upaya mengikuti jejak nenek moyang dan bagian dari upaya menghidupkan kearifan lokal.

Baca selengkapnya Laporan Syamina: Negara Islam di Tanah Jawa di sini

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Jihad Pakubuwana IV dan Makar yang Menghancurkannya

Pakubuwana IV tampaknya paham betul bahwa konsep ulil amri dalam Islam adalah sinergi antara ulama dan umaraa (penguasa).

Sabtu, 15/04/2017 13:59 0

Singapura

Masjid dengan Nama Presiden Pertama Singapura, Yusof Ishak Resmi Dibuka

Sebuah masjid dengan nama presiden pertama Singapura Yusof Ishak secara resmi dibuka pada hari ini, Jum'at 14 April 2017. Upacara pembukaan ini diresmikan oleh janda mendiang, Noor Aishah serta disaksikan oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan Menteri Urusan Muslim Dr. Yaacob Ibrahim.

Jum'at, 14/04/2017 20:34 0

Opini

Densus untuk Siapa?

Isu terorisme kembali muncul di permukaan, Densus 88 pun beraksi. Sejumlah warga Muslim terduga teroris ditangkap di Jawa Timur. Awalnya, tiga orang warga Paciran, Lamongan. Mereka adalah H, ZE, dan HE yang ditangkap di tempat terpisah dan tanpa perlawanan.

Jum'at, 14/04/2017 19:12 2

Analisis

Serangan Udara AS Tewaskan 18 Milisi Kurdi, Kesalahan atau Dimanfaatkan?

Selama bertahun-tahun, serangan drone AS sebagian dimanfaatkan oleh kabilah-kabilah untuk menghantam kabilah lainnya yang bersengketa dengan cara memberi informasi yang salah dan mengklaim target itu sebagai posisi “pemimpin al-Qaidah”. Sehingga di samping berperang melawan “teroris”, AS juga terseret dalam perang antar klan.

Jum'at, 14/04/2017 17:40 0

Suriah

Bashar Assad Sebut Video Korban Serangan Kimia Khan Shaikhoun Palsu

Upaya cuci tangan atas pembantaian rakyat Suriah kembali ditunjukkan Bashar Assad. Dalam serangan senjata kimia di Khan Shaikhoun, ia mengklaim bahwa serangan itu tidak pernah dilakukannya. Bahkan, ia menyebut video-video yang beredar tentang aksi kejam tersebut palsu.

Jum'at, 14/04/2017 17:06 0

Philipina

Militer Filipina: Pemimpin Abu Sayyaf Berniat Menyerahkan Diri

Radullan Sahiron, pemimpin tertinggi Abu Sayyaf di provinsi Filipina selatan, berencana ingin menyerahkan diri. Demikian menurut seorang pejabat keamanan Filipina seperti dikutip World Bulletin, Jum'at (14/04).

Jum'at, 14/04/2017 16:46 0

Indonesia

Polisi Sebut Teror Novel terkait Bisnis Jilbab Online, Dahnil: Itu Lawakan

Terkait hal ini, Dahnil Anzar Simanjuntak menyikapi sikap polisi tersebut sebagai sebuah lawakan. "Itu lawakan, justru dengan cara seperti itu, malah masyarakat tidak percaya dengan polisi," katanya di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jum'at (14/04).

Jum'at, 14/04/2017 16:08 0

Suriah

Rezim Assad Edarkan Selebaran Fitnah terhadap Syaikh Al-Muhaisini

Pesawat-pesawat tempur Suriah yang dikirim Bashar Assad menjatuhkan selebaran fitnah dari atas kota Idlib. Selebaran dimaksud untuk memfitnah dai asal Arab Saudi yang bertahun-tahun di Suriah, Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini.

Jum'at, 14/04/2017 15:10 0

Indonesia

Jum’at Mubarokah, Masjid Al-Islam Bekasi Sediakan Makan Siang Gratis

Masjid Al-Islam, Islamic Center Bekasi, memberikan makan siang gratis bagi jamaah shalat Jum'at. Pemberian makan siang secara cuma-cuma itu telah dilakukan dalam sebulan terakhir.

Jum'at, 14/04/2017 14:26 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at : Hati-hati dengan Lisan [Ust. Jayyad Al Faza, S.Pd.I ]

KIBLAT.NET – Lisan merupakan hal yang acapkali menjerumuskan seseorang yang tak bisa menjaganya. Namun, bagi...

Jum'at, 14/04/2017 13:18 0