... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Aduan Arab badui yang Mengundang Amarah Nabi

Foto: ilustrasi arab badui

KIBLAT.NET – Suatu ketika Asma‘ binti Yazid menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutus utusan ke perkampungan Mudhar. Diberitakan bahwa mereka kemudian menginap di sebuah padang sahara. Pada pagi harinya, ada seorang Arab badui di hadapan mereka yang berdiam di sebuah tenda bersama kambing-kambingnya. Mereka lalu mendatangi laki-laki tersebut dan berkata, “Sembelihkan untuk kami!”

Arab Badui tersebut lalu menyembelihkan seekor kambing untuk mereka dan mereka pun memasaknya. Lalu mereka memberi lagi kambing yang kedua tapi tidak mereka sukai. Ia berkata, “Aku tidak memiliki kambing lagi kecuali kambing yang sedang hamil.”

Mereka pun menerimanya, lalu mereka membawa seekor kambing keluar. Siang harinya, mereka merasa kepanasan—pada waktu itu musim panas—dan mereka tidak memiliki naungan. Mereka berkomentar, “Kenapa kambing-kambing itu yang mendapatkan naungan?”

Sebagian lagi berkata, “Kami lebih berhak bernaung daripada kambing ini.”

Mereka pun kembali kepada Arab Badui tersebut dan berkata, “Keluarkan kambingmu agar kami dapat bernaung.”

Ia menjawab, “Jika kamu membawanya keluar (dari naungan), kambing itu akan mati sehingga anak-anaknya pun tidak akan lahir dan binasa. Padahal aku sudah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, aku telah shalat, dan telah berzakat.”

Ucapan orang Arab Badui itu tidak digubris sama sekali. Mereka tetap bersikeras membawa keluar kambingnya. Hingga tidak beberapa lama kemudian, kambing tersebut mati dan anaknya pun binasa. Si pengembala itu lalu bergegas pergi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan semuanya. Seketika itu, Nabi menjadi sangat marah dan berkata, “Duduklah hingga mereka kembali!”

Setelah mereka kembali, mereka dikumpulkan bersama orang Badui itu. Ternyata mereka telah bersepakat untuk berdusta tanpa sepengetahuan Nabi. Ketika orang Badui itu melihat keadaa tersebut, ia berkata, “Demi Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui bahwa aku jujur dan mereka berdusta. Semoga Allah memberitahu Anda, wahai Nabi Allah.”

Di dalam hatinya, Nabi telah mantap bahwa dialah yang benar. Kemudian, Nabi mengundang mereka satu persatu agar menyatakan jawabannya. Ternyata semuanya mengaku sebagaimana yang diucapkan orang Badui itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berdiri dan bersabda, “Apa yang menyebabkan kalian tadi sepakat untuk berdusta sebagaimana serangga-serangga mengikuti api? Dusta itu akan tercatat sebagai dosa anak Adam kecuali dalam tiga perkara; Seorang lelaki yang berdusta kepada istrinya agar ia ridha dengannya, atau orang yang berdusta dalam siasat perang, dan seorang lelaki berdusta di antara kedua orang muslim agar hubungan keduanya menjadi baik.” (HR At-Turmudzi dan Ath-Thabrani)

BACA JUGA  Tiga Manusia yang Paling Menyesal di Hari Kiamat Kelak

Bagaimana pun juga kedustaan yang ditutup rapat-rapat pasti akan terungkap juga.

Fakhruddin

Disadur dari buku “Jangan Bikin Rasul Marah” karya M. Ali Utsman Mujahid, Penerbit Aqwam, Solo

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Video Haiah Tahrir Syam Mulai Lakukan Pertukaran Tawanan di Empat Kota

Faksi jihadis Suriah dari Haiah Tahrir Syam mulai melakukan pertukaran tawanan dengan pasukan Rezim Assad di desa Kefraya dan Fau'ah.

Kamis, 13/04/2017 14:31 0

Indonesia

Tiga Orang Dituding Dalang Ricuh Demo Santa Clara, Advokat Ajukan Penangguhan Penahanan

H. Bambang, advokat dari pihak demonstran mengatakan, bahwa tiga orang yang ditangkap adalah ustadz Ismail Ibrahim, ustadz Zainal dan Bayu. Sampai saat ini, ketiganya masih mendekam di Polda Metro Jaya.

Kamis, 13/04/2017 13:27 0

Indonesia

Tuntutan Ditunda, Ahok Aman Jadi Gubernur Sampai Putaran Kedua

Sidang pembacaan surat tuntutan kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok batal terlaksana dan ditunda hingga tanggal 20 April 2017. Ini berarti, posisi Ahok sebagai gubernur tetap aman sampai selesainya pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta Putaran II pada tanggal 19 April 2017.

Kamis, 13/04/2017 12:30 0

Suriah

Warga Suriah ke Trump: Senjata Kimia Bukan Satu-satunya Masalah Kami

Jika ada yang perlu dijelaskan tentang Suriah kepada dunia terkait serangan AS beberapa waktu lalu, Maka, perang belum berakhir. "Ada sepuluh bandara di Suriah. Kami dapat dibom dari bandara yang berbeda. Senjata kimia bukan hanya satu-satunya masalah kami," kata Sweid yang asli Suriah.

Kamis, 13/04/2017 11:43 0

Indonesia

KSHUMI Laporkan Jaksa Agung dan JPU Kasus Ahok ke Komisi Kejaksaan

Komunitas Sarjana Hukum Muslim (KSHUMI) mempertayakan profesionalisme Jaksa Agung, HM Prasetyo saat menyetujui untuk menunda putusan Ahok hingga usai Pilkada putaran II.

Kamis, 13/04/2017 11:06 0

Turki

Erdogan: Turki Siap Bergabung dalam Perang Raqqah Tanpa Kurdi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesiapan negaranya untuk berpartisipasi dalam kampanye militer melawan ISIS di kota Raqqah, sebelah timur laut Suriah.

Kamis, 13/04/2017 10:33 0

Indonesia

Ceramah Zakir Naik di Indonesia, Inilah Non-Muslim yang Akhirnya Bersyahadat

Intelektual Muslim asal India, Dr. Zakir Abdul Karim Naik telah menyelesaikan agenda safari dakwahnya di Indonesia. Terdapat 5 kota yang diagendakan pada bulan April 2017 ini, di antaranya adalah Bandung, Gontor, Yogyakarta, Bekasi, Makasar.

Kamis, 13/04/2017 09:44 0

Video Kajian

Nabi Sesat Utusan Manusia [Ust. Abu Rusydan]

KIBLAT.NET – Ada sebuah konspirasi besar nan jahat kepada umat Islam yang tak banyak orang...

Kamis, 13/04/2017 09:38 0

Indonesia

Tegaskan Pilih Pemimpin Muslim, Jawara Betawi Dipolisikan

Pemanggilan ini terkait laporan polisi atas ikrar sejumlah jawara Betawi untuk memilih gubernur muslim dalam acara yang digelar hari Ahad 9 April 2017 lalu di Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kamis, 13/04/2017 09:17 0

Indonesia

Advokat GNPF-MUI: Indonesia Tak Lagi Negara Hukum, Tapi Kekuasaan

“Mereka mati-matian mempertahankan posisi Ahok sebagai gubernur untuk kepentingan Pilgub Putaran II meskipun harus menabrak peraturan perundang-undangan dan asas-asas peradilan," kata Nasrullah kepada Kiblat.net melalui keterangan tertulis pada Rabu (12/04).

Kamis, 13/04/2017 06:00 0