... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Download

Lapsus Syamina: Perang Narasi Musa vs Firaun

Foto: Lapsus Syamina

KIBLAT.NET – Kata ‘Musa’ dan ‘Firaun’ merupakan di antara kata yang sering muncul dalam kitab suci umat Islam, Al-Quran. Musa merupakan rasul yang diutus oleh Allah kepada Firaun, penguasa paling bengis pada zamannya, bahkan mungkin paling bengis dibanding penguasa setelahnya.

Di antara fragmen penting kehidupan Musa yang dikisahkan Al-Quran adalah perang narasinya dengan Firaun. Musa dan Harun—setelah menerima perintah Allah—mendatangi Firaun di istananya untuk menyerunya agar beriman, dengan narasi bahwa mereka adalah rasul, dengan misi membebaskan Bani Israil dari perbudakan bangsa Qibthi, kaum Firaun.

Menanggapi itu, Firaun justru berkelit dan mengalihkan narasi pada kepribadian Musa sebelumnya, dan mencari-cari serta mengungkit kesalahannya. Yaitu dididik dan dibesarkan di lingkungan istana Firaun dan pernah melakukan kejahatan pembunuhan. Berdasarkan itu, Firaun menuding Musa termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih.

Musa pun mengakui jasa Firaun padanya, juga kekhilafannya tanpa sengaja membunuh seorang pemuda Qibthi, dan juga melarikan diri dari Mesir. Namun Musa menegaskan bahwa perbuatan membunuh itu dia lakukan saat masih jahil dan dia melarikan diri karena takut terhadap keselamatannya. Akan tetapi jasa Firaun pada dirinya tidak ada apa-apanya dibanding kebijakan Firaun yang memperbudak Bani Israil.

Firaun segera kembali mengalihkan narasi, dengan menanyakan tentang hakikat dakwah Musa, namun dengan cara yang tidak beradab, ejekan, dan penghinaan, “Siapa Tuhan semesta alam itu?” Musa pun menjawab bahwa Tuhan semesta alam yaitu Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, yang mana Firaun tidak mungkin mampu menguasainya dengan kekuasaannya.

BACA JUGA  GNPF MUI Silaturahim ke Istana Merdeka, Sampaikan Kriminalisasi Ulama

Firaun mengejek dan menertawakan jawaban Musa seraya berkata kepada pada pembesarnya, “Apakah kalian tidak mendengar apa yang dikatakannya?” Musa tidak terusik dengan ejekan dan tertawaan Firaun, bahkan tetap fokus menjawab pertanyaan Firaun dengan berkata, “Dia adalah Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.” Jawaban ini keras menghantam Firaun, dakwaannya dan norma-normanya, karena membantah narasi Firaun bahwa adalah tuhan sebagaimana yang diakuinya di hadapan kaumnya.

Baca selengkapnya laporan khusus Syamina: Perang Narasi Firaun dan Musa

 

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Tolak Syarat BRN Melayu Patani, Thailand Negosiasi dengan Faksi Lain

Junta militer Thailand pada Selasa, (12/04) menolak tawaran bersyarat dari kelompok utama perlawanan Muslim Patani di Thailand selatan untuk masuk ke dalam pembicaraan damai formal.

Rabu, 12/04/2017 17:10 0

Indonesia

Asyiik.. Jadi Setingkat Menteri, Kepala BNPT Gelar Rapat Kenaikan Tunjangan

“Hal ini tentunya sejalan dengan penetapan, bahwa jabatan Kepala BNPT adalah jabatan setingkat menteri, maka hasil evaluasi jabatan yang dijadikan dasar pemberian tunjangan kinerja selama ini perlu dievaluasi ulang,” katanya.

Rabu, 12/04/2017 15:29 0

Indonesia

Jika Tuntutan Dibacakan Sekarang, Elektabilitas Ahok Bisa Menurun

"Ini kalo misalnya Ahok dituntut 3 tahun atau 4 tahun atau 5 tahun misalnya, mau tak mau Ahok kan terbebani, elektabilitasnya kan jatuh menjelang pilkada. Jadi mereka mencampurbaurkan antara hukum dan politik,” jelasnya.

Rabu, 12/04/2017 15:08 0

Asia

BRN Melayu Patani Tolak Rencana Perdamaian di Bangkok

Barisan Revolusi Nasional Melayu Patani (BRN), sebuah kelompok pejuang Islamis paling menonjol di selatan Thailand menolak rencana perdamaian militer dalam sebuah pernyataan pada Selasa, (12/04).

Rabu, 12/04/2017 14:45 0

Indonesia

Sidang Ahok Ditunda, Kapolda Metro Jaya Mengaku Jadi Lebih Fokus

Dengan ditundanya sidang Ahok, maka menurut Iriawan, pihaknya lebih fokus saat mengamankan hari pencoblosan yang jatuh pada 19 April 2017 mendatang.

Rabu, 12/04/2017 14:43 0

Asia

Proses Damai Patani, BRN Ajukan 3 Tuntutan Ini

BRN didirikan sejak 13 Maret 1963 oleh Haji Abdul Karim Hassan. Mereka memiliki sejumlah gerakan underbouw, yang paling besar di antaranya adalah BRN-Coordinasi. BRN-Coordinasi termasuk berupaya menegakkan nilai-nilai keislaman di wilayah Patani. BRN-C juga memiliki sayap paramiliter yang terkenal dengan sebutan 'Pejuang Kemerdekaan Patani'. Kini BRN dipimpin oleh Hassan Taib.

Rabu, 12/04/2017 13:47 0

Asia

Barisan Revolusi Nasional Siap Hadiri Dialog Damai Patani

Barisan Revolusi Nasional (BRN) sebuah kelompok perjuangan rakyat Melayu di Patani, Thailand Selatan menyatakan akan menghadiri forum dialog perdamaian Patani Patani Peace Dialogue yang diselenggarakan pada Senin, (10/04).

Rabu, 12/04/2017 13:31 0

Info Event

Dosen Politeknik Negeri Bandung Tingkatkan Keimanan dengan ‘Ngopi’

Dosen Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) gelar kajian bertajuk, "Ngobrol Perkara Iman, (NGOPI)," di Masjid Bahrul Ulum P4TK BMTI Bandung, sekitar perumahan Polban, Selasa, (11/04).

Rabu, 12/04/2017 13:10 0

Rusia

Dua Pelatih Militer Rusia Tewas dalam Serangan Mortir di Suriah

Laporan soal jatuhnya korban dari tentara Rusia di Suriah kembali muncul. Kali ini dua orang tentara Rusia tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan mortir.

Rabu, 12/04/2017 12:58 0

Indonesia

Teror Novel, Dahnil Anzar: Polisi Harus Segera Tangkap Pelaku

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendesak pihak kepolisian untuk mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Pihaknya juga akan terus mengawal kasus ini sampai kepolisian bisa menangkap kedua pelaku tersebut.

Rabu, 12/04/2017 12:07 0