... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Efek Merger, Serangan JNIM Semakin Intensif Incar Pasukan Perancis

Foto: Pasukan Perancis di Mali.

KIBLAT.NET, Douna – Afiliasi al-Qaidah di Sahel Afrika, yaitu Jamaah Nusrah al-Islam wal Muslimin (JNIM) menyatakan bertanggung jawab atas operasi penyergapan (ambush) terhadap pasukan Perancis pada hari Jumat (07/04) pekan lalu. Aksi serangan dan baku tembak dilaporkan berlangsung sehari penuh menewaskan tentara Perancis dan melukai lainnya. Para jihadis juga menembakkan senjata artileri ke markas militer Perancis.

Menteri Pertahanan Perancis merilis pernyataan berisi keterangan rinci terkait insiden yang terjadi di dekat kota kecil Douna, tidak jauh dari perbatasan dengan Burkina Faso. Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa pasukan Perancis yang berada di Gao sedang melancarkan operasi untuk mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok jihadis, dan memperkuat pasukan Mali dan Burkina Faso. Meskipun demikian, pada tanggal 5 April jam setengah 5 sore waktu setempat, sebuah kendaraan lapis baja yang digunakan dalam operasi tersebut menjadi korban bom improvisasi (IEDs) yang dipasang oleh jihadis.

Laporan resmi pemerintah hanya mengakui 2 tentara Perancis yang terluka. Pada hari berikutnya, sejumlah personil Zeni militer Perancis dikirim ke lokasi kejadian untuk menetralisir bom/ranjau lainnya. Pada saat tim Field Engineering ini bekerja, tiba-tiba mereka di-ambush oleh anggota JNIM dengan menggunakan senapan dan senjata ringan lainnya. Serangan kedua ini diklaim hanya menewaskan seorang tentara Perancis.

Dari pihak JNIM sebagian besar laporan mereka sesuai dengan pernyataan Perancis. Para jihadis mengatakan bom IEDs telah menghancurkan sebuah kendaraan lapis baja militer Perancis, sementara unit pejuang lainnya berhasil meng-ambush pasukan Perancis sehari kemudian. Laporan lain menyebutkan jumlah korban tewas dan luka pasukan Perancis jauh lebih banyak daripada laporan versi pemerintah lokal dan rilis resmi Kementerian Pertahanan Perancis.

BACA JUGA  Sulitnya Militer Prancis Buru Jihadis di Hutan Burkina Faso, Dipaksa Seperti "Kucing dan Tikus"

Serangan JNIM ini bersamaan waktunya dengan operasi gabungan antara militer Mali, Burkina Faso, dan Perancis di dekat perbatasan Mali. Pemerintah Burkina Faso menyatakan operasi gabungan ini bertujuan untuk membersihkan wilayah utara negara itu, terutama daerah belantara Fhero di propinsi Soum dari kelompok Ansharul Islam dan kelompok-kelompok jihadis lainnya. Para jihadis diduga menggunakan area hutan ini sebagai basis untuk melancarkan serangan-serangan mematikan mereka di Mali dan Burkina Faso.

Di waktu yang hampir bersamaan, JNIM juga dilaporkan telah melancarkan sejumlah serangan roket jenis Grad (BM-21) yang menggunakan sistem multi-launcher ke basis militer Amachach, dekat kota Tessalit di wilayah Kidal. Markas militer Amachach ini sudah menjadi langganan target serangan-serangan kelompok jihadis di Mali yang kerap mengandalkan roket Grad dan ranjau/bom IEDs yang dipasang di luar kompleks militer.

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: The Long War Journal

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Abu A’la Al-Maududi, Tokoh Revolusioner Islam Asal Pakistan

Sebuah negara Islam adalah negara Muslim. Tetapi sebuah negara Muslim mungkin bukan sebuah negara Islam sampai konstitusi negaranya berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. (Abu A'la Al-Maududi rahimahullah)

Senin, 10/04/2017 17:00 0

Indonesia

GN KOKAM Siap Terjunkan Jutaan Orang Jika Pemerintah Main-main dalam Kasus Ahok

Ketua Komando Gerakan Nasional Komando Kawal Al-Maidah (GN KOKAM), Masyhuri Mashuda menegaskan bahwa permintaan Polda Metro Jaya untuk menunda sidang tuntutan hukum Ahok merupakan bentuk intervensi dalam proses hukum.

Senin, 10/04/2017 16:30 0

Indonesia

Ketua DKPP Ingin Sidang Tuntutan Ahok Ditunda Hingga Pilkada DKI Usai

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie mengaku setuju atas usulan penundaan sidang penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan, Jimly berharap sidang bukan hanya ditunda setelah pemungutan suara, tapi setelah penetapan pemenang Pilkada DKI Jakarta.

Senin, 10/04/2017 15:55 0

Indonesia

Mahasiswa Diimbau Bangkit di Bawah Panji Islam

"Mahasiswa jika serius ingin melakukan perubahan maka tidak ada jalan lain selain Islam. Perubahan hakiki bisa terjadi hanya dengan Islam," tutup Andika.

Senin, 10/04/2017 14:45 0

Indonesia

Kapolri: Agama Dapat Menghancurkan Negara dalam Pertarungan Politik

Pemikiran ini menurutnya juga berimbas terhadap politik dunia di Timur Tengah, yang berhasil mempengaruhi pemikiran orang-orang Islam dengan doktrin 'ummah', yakni semua muslim bersaudara.

Senin, 10/04/2017 14:15 22

Suara Pembaca

Menemukan Sahabat Masa Depan

Merubah pemikiran hedonis dalam berjuang menentukan sahabat masa depan. Agar sahabat yang dipilih benar-benar membawa suasana yang berkualitas dan dengan harapan bersama menggapai ridha dan Surga Pencipta.

Senin, 10/04/2017 10:45 0

Indonesia

ALYF Indonesia Desak Pemerintah Tegas dalam Penyelesaian Tragedi Suriah

Seluruh elemen bangsa Indonesia diajak untuk bersama-sama mengirimkan doa dan bantuan terbaik bagi warga Suriah menyusul serangan gas beracun di Idlib

Senin, 10/04/2017 09:05 0

Indonesia

Kecam Serangan Gas Beracun Idlib, ICMI Desak PBB Lakukan Investigasi

Ketua ICMI, Jimly Asshiddiqie mengatan serangan gas merupakan pelanggaran atas hukum internasional yang melarang penggunaan senjata kimia dalam perang

Ahad, 09/04/2017 22:06 0

Indonesia

Ketua Komisi Hukum MUI: Tuduhan Makar Pemimpin Aksi 313 Bentuk Abuse of Power

"Kalau Al Khattath itu nggak ada seperti itu. Karena apa yang digagas oleh beliau sudah dilaporkan terhadap kepolisian, dan tidak mungkin sembunyi-semubunyi,"

Ahad, 09/04/2017 21:10 0

Artikel

5 Hal yang Kita Pelajari dari Serangan Trump ke Pangkalan Udara Suriah

Banyak yang sedih dan meratapi mereka yang terbunuh di Khan Shaykhoun. Namun, yang membuat kita bertanya-tanya adalah mengapa membunuh sipil dengan senjata kimia lebih buruk dibanding memotong-motong mereka dengan bom cluster? Warga sipil bukanlah target.

Ahad, 09/04/2017 20:50 0

Close