... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rusia Bantah Gas Beracun Sasar Warga Sipil di Khan Sheikhoun

Foto: Korban serangan senjata kimia di Khan Sheikhoun, Idlib

KIBLAT.NET, Damaskus – Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa serangan gas beracun oleh rezim Suriah di Khan Sheikhoun menargetkan sipil. Moscow berdalih bahwa serangan menargetkan wilayah kontrol oposisi Suriah.

“menurut data objektif dari kontrol wilayah udara Rusia, penerbangan Suriah menghantam sebuah basis teroris besar di dekat Khan Sheikhoun,” kata Kemenhan Rusia seperti dilansir dari Zaman Al Wasl pada Rabu (05/04).

Diketahui sebelumnya, sedikitnya 72 warga sipil termasuk 20 anak-anak tewas dalam serangan, Selasa (04/04) di Khan Sheikhoun, Idlib. Serangan ini telah memicu perhatian dunia.

Obeservatorium Suriah untuk HAM mengatakan serangan itu juga menyebabkan puluhan orang menderita gangguan pernapasan dan gejala lainnya. Termasuk muntah, pingsan, dan mulut berbusa akibat gas beracun.

Beberapa jam setelah serangan gas beracun itu, serangan udara kembali menghantam sebuah rumah sakit di kota tempat dokter yang merawat korban terluka dengan merontokkan puing-puing yang berada diatas bangunan tempat mereka bekerja.

Oposisi Suriah menyalahkan pasukan rezim Bashar atas hal itu. Serangan yang dilakukan juga dikhawatirkan berdampak pada masa depan perundingan damai antara dua pihak.

Serangan gas beracun mematikan di Khan Sheikhoun merupakan insiden terakhir dalam rangkaian serangan kimia sejak konflik Suriah dimulai pada Maret 2011. Insiden ini juga dengan cepat menuai kecaman internasional. Amerika Serikat, Perancis dan Inggris menuntut agar pembantaian ini diselidiki secara tuntas.

BACA JUGA  Rudal Militer Suriah "Kejar" Warga Hingga ke Kamp Pengungsian

Reporter: Azzam Barbarosa
Sumber: Zaman Al-Wasl

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Multi Tafsir dan Elastis, Pasal Makar Perlu Direvisi

Pakar Hukum Tata Negara, Margarito menyambut wacana revisi pasal makar. Ia menilai bahwa Pasal 110 juncto Pasal 107 itu layak direvisi, mengingat tidak adanya penjelasan spesifik dalam pasal tersebut.

Jum'at, 07/04/2017 06:33 0

Artikel

Sebuah Genosida yang Tak Terindera

Bahkan dalam beberapa kesempatan perilaku mereka tak kalah “biadab”, genosida yang telah dilakukan Amerika seperti tak terindera oleh mereka. Arab Saudi salah satunya, sebagai negara yang dianggap sebagai “paling nyunnah” dibanding negara anggota OKI lainnya. Justru memposisikan dirinya sebagai teman baik Amerika.

Jum'at, 07/04/2017 06:05 0

Indonesia

Serangan Gas Beracun Bantai Rakyat Idlib, Indonesia Didesak Kutuk Tragedi HAM Suriah

Aliansi Merah Putih Peduli Suriah mendesak Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan pernyatan sikap mengutuk tragedi HAM berat di Suriah

Jum'at, 07/04/2017 01:24 0

Indonesia

Margarito Kamis: Apa Salahnya Aksi 313 Tuntut MPR Berhentikan Presiden

"Itu (aksi 313, red) hanya orang yang menyuarakan pernyataan secara terbuka, dan bahkan polisi bilang mereka mau datang ke DPR untuk mengubah UUD dan meminta memberhentikan Presiden, karena memang MPR punya wewenang untuk itu"

Jum'at, 07/04/2017 00:28 0

Indonesia

Ketua KAMMI Anggap Kasus Ahok Bukan Penistaan Agama Biasa

Dalam kasus penistaan agama, Ahok seharusnya ditahan karena telah menimbulkan keresahan masyarakat

Kamis, 06/04/2017 23:22 0

Info Event

Seruan Aksi Damai Kemanusiaan Stop Pembantaian Serangan Kimia di Idlib Suriah

Seruan Aksi Damai Kemanusiaan Stop Pembantaian Serangan Kimia di Idlib Suriah

Kamis, 06/04/2017 22:29 0

Indonesia

Pakar: Polisi Main-main Dalam Gunakan Pasal Makar

Dari sisi kelimuan penetapan pimpinan aksi 313 sebagai tersangka sulit dikatakan sebagai makar

Kamis, 06/04/2017 22:00 0

Indonesia

KAMMI: Pemerintah Jangan Obral Isu Makar

Ancaman tuduhan makar tidak mempengaruhi suara kritis KAMMI

Kamis, 06/04/2017 21:06 0

Indonesia

KAMMI: Tuduhan Makar Strategi Membungkam Suara Kritis

Ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kartika Nur Rohman menegaskan bahwa tuduhan makar ke beberapa aktivis Islam berlebihan. Ia menegaskan bahwa Aksi 313 hanya untuk menuntut keadilan dalam kasus Ahok.

Kamis, 06/04/2017 19:05 1

Indonesia

Fahri: Makar Tidak Pakai Sorban, Tapi Senjata

Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah turut memberikan komentar soal tuduhan makar kepada sejumlah aktivis Islam. Ia menegaskan, tindakan makar seharusnya menggunakan kekuatan persenjataan.

Kamis, 06/04/2017 18:30 0

Close