... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Multi Tafsir dan Elastis, Pasal Makar Perlu Direvisi

Foto: Pakar Hukum Tata Negera, Margarito Kamis

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menyambut wacana revisi pasal makar. Ia menilai bahwa Pasal 110 juncto Pasal 107 itu layak direvisi, mengingat tidak adanya penjelasan spesifik dalam pasal tersebut.

“Saya dengar ada yang mengajukan uji materil ke Mahkamah Konstitusi, itu bagus, karena pasal 107 disebutkan adanya bahasa tentang makar tapi kita tidak dapat pengertian apapun dari sana, kalau pasal itu hanya bilang makar itu dihukum bla bla tanpa ada penjelasan makar itu apa. Ini bukan pasal karet saja, tapi pasal super karet sekali, bahkan pasal sampah,” ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (06/04).

Pasal makar saat ini menurut Margarito sangat multi tafsir. Sehingga penerapannya pun menjadi elastis karena tidak adanya rincian tindakan yang dikatagorikan sebagai makar.

“Kalau kita hubung-hubungkan dengan yang lain-lain, maka caranya merobohkan pemerintahan itu dengan senjata apapun juga bisa, baik kayu maupun batu, dan ini akan menimbulkan ruang tafsir yang sangat luas, dan pasal ini menjadi super elastis dan sangat bertentangan dengan konstitusi,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pasal ini sangat bertentangan dengan konstitusi karena pasal ini tidak memberikan kejelasan hukum. Pasal ini bisa diterjemahkan oleh setiap orang dengan persepsi yang berbeda-beda.

“Saya berpendapat ini bagus sekali dibawa ke MK dan biar mereka yang mendenifinisikannya dan cara menafsirnya, supaya kita memiliki pemahaman yang sama. Karena kalau tidak, pasal yang ada ini akan banyak mencelakai para kritikus pemerintah. Ini pasal sampah, wong tidak tau barang apa ini, semuanya bisa masuk ke sini, orang kritik dan diskusi bisa dituduh makar, kalau ada orang yang mengkritik, maka bisa disebut makar jika siapa saja bisa terlibat.” Pungkasnya.

BACA JUGA  Komnas HAM soal Sanksi Polri untuk Kekerasan 22 Mei: Akan Kita Evaluasi

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Sebuah Genosida yang Tak Terindera

Bahkan dalam beberapa kesempatan perilaku mereka tak kalah “biadab”, genosida yang telah dilakukan Amerika seperti tak terindera oleh mereka. Arab Saudi salah satunya, sebagai negara yang dianggap sebagai “paling nyunnah” dibanding negara anggota OKI lainnya. Justru memposisikan dirinya sebagai teman baik Amerika.

Jum'at, 07/04/2017 06:05 0

Suriah

Menyingkap Gas Beracun, Senjata Pembunuh Sipil di Idlib

Diduga kuat, senjata kimia yang digunakan untuk membunuh sipil Idlib berjenis klorin atau sarin

Jum'at, 07/04/2017 05:09 0

Info Event

Seruan Aksi Damai Kemanusiaan Stop Pembantaian Serangan Kimia di Idlib Suriah

Seruan Aksi Damai Kemanusiaan Stop Pembantaian Serangan Kimia di Idlib Suriah

Kamis, 06/04/2017 22:29 0

Suriah

Solidaritas Pembantaian Idlib, HTS Imbau Mujahidin Syam Tingkatkan Serangan

Salah satu faksi jihadis Suriah, Haiah Tahrir Syam (HTS) mengimbau kepada seluruh mujahidin Syam untuk membalas pembantaian oleh rezim Bashar Assad di Khan Shaikhoun, Idlib. Yakni dengan membuka front-front pertempuran di wilayah-wilayah yang dikuasai Rezim.

Kamis, 06/04/2017 20:37 0

Palestina

Hamas Eksekusi Tiga Warga Palestina di Jalur Gaza, Ini Sebabnya

Harokah al-Muqowamah al-Islamiyah (Hamas) yang berbasis di Gaza mengumumkan telah mengeksekusi orang Palestina yang bekerja sama dengan Israel. Demikian dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (06/04).

Kamis, 06/04/2017 20:03 0

Suriah

IUMS: Sampai Kapan Masyarakat Diam Atas Pembantaian di Suriah?

Serangan senjata gas beracun yang memakan ratusan korban di Khan Shaikhoun memicu kecaman dunia internasional, tak terkecuali dari Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS). Dr. Qara Daghi selaku Sekjen IUMS mengungkapkan hal itu dalam sebuah postingan di website resminya.

Kamis, 06/04/2017 19:34 0

Irak

Menyamar Jadi Polisi, Anggota ISIS Serang Pos Pemeriksaan di Tikrit

Sumber keamanan Iraq melaporkan sekitar 31 orang tewas, termasuk 14 polisi, dan lebih dari 40 orang terluka akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok ISIS pada Selasa (04/04) malam di kota Tikrit, Iraq.

Kamis, 06/04/2017 18:03 0

Manhaj

Politik dan Agama, Haruskah Dipisah?

“Memisahkan agama dari panggung politik merupakan penghancuran terhadap sebagian besar ajaran agama dan hal yang demikian tidak mungkin dilakukan oleh kaum muslimin kecuali setelah mereka tidak beragama Islam lagi (murtad).”

Kamis, 06/04/2017 16:00 1

Eropa

Negara Ini Yakin Rusia dan Iran Terlibat Serangan Gas Beracun di Idlib

"Mereka yang terlibat atas kejahatan yang tidak manusiawi ini harus bertanggung jawab. Termasuk rezim Assad dan pemerintahannya," ungkapnya.

Kamis, 06/04/2017 15:15 0

Artikel

Pencabutan Status Kewarganegaraan bagi Teroris, Adilkah?

Sejumlah ahli hukum mengatakan bahwa pencabutan status kewarganegaraan bagi teroris warga AS justru akan semakin mempertegas tren pasca 11/9 terkait perlakuan yang berbeda (baca: tidak adil) terhadap para terduga dan terdakwa teroris dengan para pelanggar hukum lainnya.

Kamis, 06/04/2017 14:47 0

Close