... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Margarito Kamis: Apa Salahnya Aksi 313 Tuntut MPR Berhentikan Presiden

Foto: Aksi 313

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menegaskan aksi 313 tak bisa disebut sebagai makar. Kasus penangkapan para pemimpin aksi itu diprediksi akan bernasib sama dengan peristiwa 212.

Margarito Kamis mengatakan bahwa, sebuah aksi demonstrasi tidak bisa dikatakan sebagai aksi makar. Aksi itu pun hanya merupakan kegiatan menyuarakan pendapat. Meski diantara tuntutan aksi 313 adalah pemberhentian presiden, unjuk rasa tak bisa disebut sebagai makar.

“Itu (aksi 313, red) hanya orang yang menyuarakan pernyataan secara terbuka, dan bahkan polisi bilang mereka mau datang ke DPR untuk mengubah UUD dan meminta memberhentikan Presiden, karena memang MPR punya wewenang untuk itu. Jadi kalau MPR melakukan wewenangya, lantas apa salahnya,” ungkap Margarito saat dihubungi Kiblat.net, Kamis(6/4).

Soal penetapan para aktivis itu sebagai pelaku makar, Margarito menilai tidak tepat dan berlebih-lebihan. Karena jika menggunakan pasal makar, secara teknis tidak bisa dikatakan sebagai makar.

“Anda lihat tuduhan makar yang pertama, pada aksi 212, kan para tersangkanya nggak bisa diapa-apain, karena memang mereka tidak punya bukti yang cukup, pak Bintang kan akhirnya dikeluarkan juga, dan yang lain tidak diperiksa juga,” imbuhnya.

Seperti diketahui Sekretaris Jenderal Forum Ummat Islam (FUI) sekaligus pimpinan aksi 313, Muhammad Al Khaththath ditangkap dengan tuduhan melakukan makar. Tak hanya Al Khaththath, 4 orang aktifis 313 yang akan berunjuk rasa di depan Gedung DPR pun juga turut ditangkap.

“Penangkapan dan penahanan kali ini bukan tidak mungkin nasibnya seperti yang pertama juga. Karena polisi sudah siap dikritik dan dimaki-maki orang,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Seruan Aksi Damai Kemanusiaan Stop Pembantaian Serangan Kimia di Idlib Suriah

Seruan Aksi Damai Kemanusiaan Stop Pembantaian Serangan Kimia di Idlib Suriah

Kamis, 06/04/2017 22:29 0

Suriah

Solidaritas Pembantaian Idlib, HTS Imbau Mujahidin Syam Tingkatkan Serangan

Salah satu faksi jihadis Suriah, Haiah Tahrir Syam (HTS) mengimbau kepada seluruh mujahidin Syam untuk membalas pembantaian oleh rezim Bashar Assad di Khan Shaikhoun, Idlib. Yakni dengan membuka front-front pertempuran di wilayah-wilayah yang dikuasai Rezim.

Kamis, 06/04/2017 20:37 0

Palestina

Hamas Eksekusi Tiga Warga Palestina di Jalur Gaza, Ini Sebabnya

Harokah al-Muqowamah al-Islamiyah (Hamas) yang berbasis di Gaza mengumumkan telah mengeksekusi orang Palestina yang bekerja sama dengan Israel. Demikian dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (06/04).

Kamis, 06/04/2017 20:03 0

Suriah

IUMS: Sampai Kapan Masyarakat Diam Atas Pembantaian di Suriah?

Serangan senjata gas beracun yang memakan ratusan korban di Khan Shaikhoun memicu kecaman dunia internasional, tak terkecuali dari Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS). Dr. Qara Daghi selaku Sekjen IUMS mengungkapkan hal itu dalam sebuah postingan di website resminya.

Kamis, 06/04/2017 19:34 0

Irak

Menyamar Jadi Polisi, Anggota ISIS Serang Pos Pemeriksaan di Tikrit

Sumber keamanan Iraq melaporkan sekitar 31 orang tewas, termasuk 14 polisi, dan lebih dari 40 orang terluka akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok ISIS pada Selasa (04/04) malam di kota Tikrit, Iraq.

Kamis, 06/04/2017 18:03 0

Manhaj

Politik dan Agama, Haruskah Dipisah?

“Memisahkan agama dari panggung politik merupakan penghancuran terhadap sebagian besar ajaran agama dan hal yang demikian tidak mungkin dilakukan oleh kaum muslimin kecuali setelah mereka tidak beragama Islam lagi (murtad).”

Kamis, 06/04/2017 16:00 1

Eropa

Negara Ini Yakin Rusia dan Iran Terlibat Serangan Gas Beracun di Idlib

"Mereka yang terlibat atas kejahatan yang tidak manusiawi ini harus bertanggung jawab. Termasuk rezim Assad dan pemerintahannya," ungkapnya.

Kamis, 06/04/2017 15:15 0

Artikel

Pencabutan Status Kewarganegaraan bagi Teroris, Adilkah?

Sejumlah ahli hukum mengatakan bahwa pencabutan status kewarganegaraan bagi teroris warga AS justru akan semakin mempertegas tren pasca 11/9 terkait perlakuan yang berbeda (baca: tidak adil) terhadap para terduga dan terdakwa teroris dengan para pelanggar hukum lainnya.

Kamis, 06/04/2017 14:47 0

Artikel

Ekstremisme, Masalah yang Muncul dan Tumbuh di Eropa Sendiri

Selang beberapa jam menyusul insiden serangan 22 Maret di pusat kota London, para politisi di sejumlah negara Barat langsung berkomentar dan menyerukan diterapkannya kebijakan untuk melarang imigran dari Timur Tengah. Reaksi semacam ini jelas provokatif, oportunis, dan sangat menggelikan.

Kamis, 06/04/2017 14:14 0

Analisis

Siyono Dihabisi, Perang atau Hukum?

Di negeri ini pun sudah mulai nampak gejalanya, dalam kasus Siyono misalnya. Sudah satu tahun sejak jasadnya terbujur kaku karena perbuatan aparat yang “mempertahankan diri”,

Kamis, 06/04/2017 12:35 0