... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Solidaritas Pembantaian Idlib, HTS Imbau Mujahidin Syam Tingkatkan Serangan

Foto: Haiah Tahrir Syam (HTS)

KIBLAT.NET, Idlib – Salah satu faksi jihadis Suriah, Haiah Tahrir Syam (HTS) mengimbau kepada seluruh mujahidin Syam untuk membalas pembantaian oleh rezim Bashar Assad di Khan Shaikhoun, Idlib. Yakni dengan membuka front-front pertempuran di wilayah-wilayah yang dikuasai Rezim.

“HTS mengajak kepada seluruh mujahidin Syam, dan kami menyeru mereka untuk menyalakan front dengan segenap kemampuan. Medan pertempuran adalah tempat terbaik untuk membinasakan mereka,” kata kelompok itu seperti dikutip dari Islamion.com, Rabu (05/04).

Setelah pembantaian yang terjadi di Khan Shaikhoun, lanjut kelompok pimpinan Abu Jabir Asy-Syaikh itu, HTS akan menebar ancaman kepada rezim Suriah dan para sekutunya sebagai obat sakit hati orang-orang di wilayah itu dan rakyat Suriah pada umumnya.

“Kami akan melakukan operasi militer terbuka dan berturut-turut di belakang garis musuh, dan para orang dari Sham umum, operasi intensif berturut-turut di belakang garis musuh dan wilayah-wilayah yang terlindungi,” lanjut kelompok itu.

HTS mengingatkan bahwa kejahatan-kejahatan rezim Assad terus dilakukan hari demi hari bersama Iran dan Rusia yang dilegitimasi oleh PBB.

“Atas kejahatan mereka ini, kami mengimbau umat Islam untuk bangkit dalam membela penduduk Syam dan urasan mereka,” tegas kelompok itu.

Sebagaimana diketahui, serangan pasukan Assad terbaru yang menggunakan gas beracun di Khan Shaikhoun, Idlib memicu reaksi keras dari dunia internasional. Korban tewas dalam serangan itu dilaporkan mencapai 100 orang, termasuk puluhan anak-anak, selain 500 orang yang mengalami luka-luka.

BACA JUGA  Penelitian Ungkap 100 Ribu Orang Lebih Ditahan Rezim Suriah Selama Konflik

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Islamion.com

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KAMMI: Tuduhan Makar Strategi Membungkam Suara Kritis

Ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kartika Nur Rohman menegaskan bahwa tuduhan makar ke beberapa aktivis Islam berlebihan. Ia menegaskan bahwa Aksi 313 hanya untuk menuntut keadilan dalam kasus Ahok.

Kamis, 06/04/2017 19:05 1

Indonesia

Fahri: Makar Tidak Pakai Sorban, Tapi Senjata

Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah turut memberikan komentar soal tuduhan makar kepada sejumlah aktivis Islam. Ia menegaskan, tindakan makar seharusnya menggunakan kekuatan persenjataan.

Kamis, 06/04/2017 18:30 0

Indonesia

Selasa Depan Istri Al-Khattath Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya

Aziz Yanuar, kuasa hukum Al-Khattath mengatakan, bahwa Kusrini akan mendatangi Mako Brimob pada Selasa depan 11 April 2017.

Kamis, 06/04/2017 17:36 0

Indonesia

DPR Kecam Serangan Gas Beracun di Suriah

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengecam penyerangan warga Idlib menggunakan senjata kimia, sehingga puluhan warga tewas. Menurutnya, tindakan tersebut adalah tindakan yang biadab.

Kamis, 06/04/2017 17:02 0

Indonesia

Sang Istri Siap Menjadi Jaminan Penangguhan Penahanan Al-Khattath

Istri Muhammad Al-Khattath, Kusrini Ambarwati mengajukan surat penangguhan penahanan terhadap suaminya pada Senin (02/04) lalu. Dengan didampingin kuasa hukumnya, Aziz Yanuar, ia mendatangi Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Kamis, 06/04/2017 16:31 0

Manhaj

Politik dan Agama, Haruskah Dipisah?

“Memisahkan agama dari panggung politik merupakan penghancuran terhadap sebagian besar ajaran agama dan hal yang demikian tidak mungkin dilakukan oleh kaum muslimin kecuali setelah mereka tidak beragama Islam lagi (murtad).”

Kamis, 06/04/2017 16:00 1

Artikel

Pencabutan Status Kewarganegaraan bagi Teroris, Adilkah?

Sejumlah ahli hukum mengatakan bahwa pencabutan status kewarganegaraan bagi teroris warga AS justru akan semakin mempertegas tren pasca 11/9 terkait perlakuan yang berbeda (baca: tidak adil) terhadap para terduga dan terdakwa teroris dengan para pelanggar hukum lainnya.

Kamis, 06/04/2017 14:47 0

Artikel

Ekstremisme, Masalah yang Muncul dan Tumbuh di Eropa Sendiri

Selang beberapa jam menyusul insiden serangan 22 Maret di pusat kota London, para politisi di sejumlah negara Barat langsung berkomentar dan menyerukan diterapkannya kebijakan untuk melarang imigran dari Timur Tengah. Reaksi semacam ini jelas provokatif, oportunis, dan sangat menggelikan.

Kamis, 06/04/2017 14:14 0

Indonesia

Komnas HAM: Tuduhan Makar Ancam Kebebasan Berpendapat

Tuduhan makar terhadap sejumlah orang jelang Aksi 313 lalu dikhawatirkan akan terkesan memberi ancaman kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya. Terlebih jika dalam penangkapan terduga makar, tanpa disertai surat penangkapan.

Kamis, 06/04/2017 13:44 0

Indonesia

Sudah Sepekan Ditahan, Keluarga Belum Bisa Temui Al-Khaththath

"Sampai saat ini belum bertemu dengan Al Khaththath, karena memang untuk kunjungan dipersulit, dan hanya bisa kuasa hukum dan pengacaranya saja yang menemuinya" ungkap Aziz pada saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (6/4).

Kamis, 06/04/2017 12:45 0

Close