... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar: Polisi Main-main Dalam Gunakan Pasal Makar

Foto: Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai bahwa penetapan tersangka kasus makar oleh kepolisian hanyalah main-main belaka. Ia menilai, penetapan itu untuk membungkam para peserta aksi yang ditakutkan akan bertindak diluar batas.

“Kalau saya pikir, polisi itu main-main saja. Jalan pikir polisi saya kira seperti ini, dari pada ada banyak orang yang susah dikendalikan dan susah memprediksi akhirnya, maka dilakukanlah pencegahan dan pembungkaman dari awal” ungkap Margarito saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (6/4) sore.

Ia menjelaskan, polisi mengambil langkah yang akhirnya dikritik dan dimaki-maki itu karena polisi menilai aksi banyak orang seperti itu membahayakan dan diprediksi akan sulit dikendalikan. Penggunaan pasal makar pun dinilainya hanya bagian dari pencegahan.

“Namun memang, jika secara keilmuan, penetapan tersangka ini terlalu sulit dikatakan sebagai makar. Dan mungkin pertimbangan yang diambil adalah daripada ada orang demo, walaupun atas nama demo, dan tidak bisa diprediksi tak terkendali, lebih baik dihentikan lebih awal,” ujarnya.

Atas langkah yng diamboil polisi akhirnya menuai kecaman luas dari masyarakat. Korps baju cokelat dinilai melakukan pembungkaman terhadap kritik. Margarito menganggapn memang risiko itu yang memang diambil kepolsian, daripada aksi berkembang kemana-mana dan tak terkendali.

Meski begitu, Margarito tidak mau menyebut tindakan polisi ini sebagai tindakan otoriter gaya orde baru. Ia menilai bahwa pikiran polisi untuk melakukan pencegahan memang sudah dipikirkan baik-baik dan siap menanggung resikonya.

BACA JUGA  HUT 73 Bhayangkara, Polri Diminta Tegakkan Hukum Tanpa Diskriminasi

“Daripada nanti adanya investigasi di akhir ketika korban sudah berjatuhan, apa malah tidak menyusahkan mereka sendiri,” ungkapnya.

Dia menyebut, polisi berpikiran bahwa seandainya tidak dibungkam sejak awal, maka aksi itu ditakutkan akan lepas kontrol dan akan jatuh banyak korban. Jika aksi lepas kontrol, Margarito menambahkan, maka setidaknya akan diambil tindakan tembakan gas air mata. Sebaliknya, ketika massa tak terkendali maka ada tembakan peluru hampa, kalau tidak terkendali lagi, bisa dikeluarkan peluru metal.

“Antara kedua yang terakhir tadi antara peluru hampa dan peluru metal tadi dihindari oleh polisi, dan oleh karena itu kan menimbulkan resiko yang lebih fatal maka akan di potong saja sejak awal,” tutupnya.

Penangkapan pimpinan aksi 313 tak menghentikan peserta melakukan unjuk rasa. Fakta dilapangan menunjukkan, meskipun pimpinan aksi ditangkap polisi, namun peserta aksi tetap kondusif dan berlaku aman.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Solidaritas Pembantaian Idlib, HTS Imbau Mujahidin Syam Tingkatkan Serangan

Salah satu faksi jihadis Suriah, Haiah Tahrir Syam (HTS) mengimbau kepada seluruh mujahidin Syam untuk membalas pembantaian oleh rezim Bashar Assad di Khan Shaikhoun, Idlib. Yakni dengan membuka front-front pertempuran di wilayah-wilayah yang dikuasai Rezim.

Kamis, 06/04/2017 20:37 0

Palestina

Hamas Eksekusi Tiga Warga Palestina di Jalur Gaza, Ini Sebabnya

Harokah al-Muqowamah al-Islamiyah (Hamas) yang berbasis di Gaza mengumumkan telah mengeksekusi orang Palestina yang bekerja sama dengan Israel. Demikian dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (06/04).

Kamis, 06/04/2017 20:03 0

Suriah

IUMS: Sampai Kapan Masyarakat Diam Atas Pembantaian di Suriah?

Serangan senjata gas beracun yang memakan ratusan korban di Khan Shaikhoun memicu kecaman dunia internasional, tak terkecuali dari Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS). Dr. Qara Daghi selaku Sekjen IUMS mengungkapkan hal itu dalam sebuah postingan di website resminya.

Kamis, 06/04/2017 19:34 0

Irak

Menyamar Jadi Polisi, Anggota ISIS Serang Pos Pemeriksaan di Tikrit

Sumber keamanan Iraq melaporkan sekitar 31 orang tewas, termasuk 14 polisi, dan lebih dari 40 orang terluka akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok ISIS pada Selasa (04/04) malam di kota Tikrit, Iraq.

Kamis, 06/04/2017 18:03 0

Manhaj

Politik dan Agama, Haruskah Dipisah?

“Memisahkan agama dari panggung politik merupakan penghancuran terhadap sebagian besar ajaran agama dan hal yang demikian tidak mungkin dilakukan oleh kaum muslimin kecuali setelah mereka tidak beragama Islam lagi (murtad).”

Kamis, 06/04/2017 16:00 1

Eropa

Negara Ini Yakin Rusia dan Iran Terlibat Serangan Gas Beracun di Idlib

"Mereka yang terlibat atas kejahatan yang tidak manusiawi ini harus bertanggung jawab. Termasuk rezim Assad dan pemerintahannya," ungkapnya.

Kamis, 06/04/2017 15:15 0

Artikel

Pencabutan Status Kewarganegaraan bagi Teroris, Adilkah?

Sejumlah ahli hukum mengatakan bahwa pencabutan status kewarganegaraan bagi teroris warga AS justru akan semakin mempertegas tren pasca 11/9 terkait perlakuan yang berbeda (baca: tidak adil) terhadap para terduga dan terdakwa teroris dengan para pelanggar hukum lainnya.

Kamis, 06/04/2017 14:47 0

Artikel

Ekstremisme, Masalah yang Muncul dan Tumbuh di Eropa Sendiri

Selang beberapa jam menyusul insiden serangan 22 Maret di pusat kota London, para politisi di sejumlah negara Barat langsung berkomentar dan menyerukan diterapkannya kebijakan untuk melarang imigran dari Timur Tengah. Reaksi semacam ini jelas provokatif, oportunis, dan sangat menggelikan.

Kamis, 06/04/2017 14:14 0

Analisis

Siyono Dihabisi, Perang atau Hukum?

Di negeri ini pun sudah mulai nampak gejalanya, dalam kasus Siyono misalnya. Sudah satu tahun sejak jasadnya terbujur kaku karena perbuatan aparat yang “mempertahankan diri”,

Kamis, 06/04/2017 12:35 0

Suriah

Tak Hanya Pernafasan, Bom Kimia di Khan Sheikhoun Juga Serang Saraf

WHO menjelaskan bahwa paparan serangan gas kimia di Khan Sheikhoun ini menyebabkan para korban mengalami gangguan pernapasan akut yang berujung dengan kematian.

Kamis, 06/04/2017 11:45 0

Close