... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menyamar Jadi Polisi, Anggota ISIS Serang Pos Pemeriksaan di Tikrit

Foto: Wilayah Tikrit di Iraq.

KIBLAT.NET, Tikrit – Sumber keamanan Iraq melaporkan sekitar 31 orang tewas, termasuk 14 polisi, dan lebih dari 40 orang terluka akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok ISIS pada Selasa (04/04) malam di kota Tikrit, Iraq.

Dikutip dari Sky News, Kolonel Polisi Khaled Mahmoud mengatakan bahwa, para militan ISIS menyamar menggunakan seragam kepolisian dan mengendarai kendaraan polisi untuk memasuki kota Tikrit yang berada 175 km dari Baghdad. “Ada sekitar 10 orang yang melakukan penyerangan,” imbuhnya.

Para pejabat mengatakan, serangan tersebut menargetkan pos pemeriksaan polisi dan rumah seorang kolonel polisi, yang tewas dengan empat anggota keluarganya.

“Dua pelaku bom bunuh diri mulai meledakkan diri mereka, saat polisi mulai mengelilingi mereka. Tiga orang lainnya tewas dalam baku tembak terpisah,” kata mereka.

Pihak berwenang Tikrit, Khalid Mahmoud mengatakan bahwa, lima militan lainnya diduga bersembunyi. Sedangkan tembakan sporadis terdengar di pagi hari.

Serangan itu disebut-sebut sebagai balasan atas operasi tentara Iraq yang mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat, untuk mengusir kelompok ISIS di Mosul.

Tikrit sendiri telah direbut dari kendali ISIS pada 2015 silam. Warga setempat dilaporkan enggan kembali ke daerah karena takut kekerasan yang akan dilakukan milisi Syiah setelahnya.

Reporter: Usamah
Sumber: Sky News

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Selasa Depan Istri Al-Khattath Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya

Aziz Yanuar, kuasa hukum Al-Khattath mengatakan, bahwa Kusrini akan mendatangi Mako Brimob pada Selasa depan 11 April 2017.

Kamis, 06/04/2017 17:36 0

Indonesia

DPR Kecam Serangan Gas Beracun di Suriah

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengecam penyerangan warga Idlib menggunakan senjata kimia, sehingga puluhan warga tewas. Menurutnya, tindakan tersebut adalah tindakan yang biadab.

Kamis, 06/04/2017 17:02 0

Indonesia

Sang Istri Siap Menjadi Jaminan Penangguhan Penahanan Al-Khattath

Istri Muhammad Al-Khattath, Kusrini Ambarwati mengajukan surat penangguhan penahanan terhadap suaminya pada Senin (02/04) lalu. Dengan didampingin kuasa hukumnya, Aziz Yanuar, ia mendatangi Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Kamis, 06/04/2017 16:31 0

Manhaj

Politik dan Agama, Haruskah Dipisah?

“Memisahkan agama dari panggung politik merupakan penghancuran terhadap sebagian besar ajaran agama dan hal yang demikian tidak mungkin dilakukan oleh kaum muslimin kecuali setelah mereka tidak beragama Islam lagi (murtad).”

Kamis, 06/04/2017 16:00 1

Artikel

Pencabutan Status Kewarganegaraan bagi Teroris, Adilkah?

Sejumlah ahli hukum mengatakan bahwa pencabutan status kewarganegaraan bagi teroris warga AS justru akan semakin mempertegas tren pasca 11/9 terkait perlakuan yang berbeda (baca: tidak adil) terhadap para terduga dan terdakwa teroris dengan para pelanggar hukum lainnya.

Kamis, 06/04/2017 14:47 0

Artikel

Ekstremisme, Masalah yang Muncul dan Tumbuh di Eropa Sendiri

Selang beberapa jam menyusul insiden serangan 22 Maret di pusat kota London, para politisi di sejumlah negara Barat langsung berkomentar dan menyerukan diterapkannya kebijakan untuk melarang imigran dari Timur Tengah. Reaksi semacam ini jelas provokatif, oportunis, dan sangat menggelikan.

Kamis, 06/04/2017 14:14 0

Indonesia

Komnas HAM: Tuduhan Makar Ancam Kebebasan Berpendapat

Tuduhan makar terhadap sejumlah orang jelang Aksi 313 lalu dikhawatirkan akan terkesan memberi ancaman kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya. Terlebih jika dalam penangkapan terduga makar, tanpa disertai surat penangkapan.

Kamis, 06/04/2017 13:44 0

Indonesia

Sudah Sepekan Ditahan, Keluarga Belum Bisa Temui Al-Khaththath

"Sampai saat ini belum bertemu dengan Al Khaththath, karena memang untuk kunjungan dipersulit, dan hanya bisa kuasa hukum dan pengacaranya saja yang menemuinya" ungkap Aziz pada saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (6/4).

Kamis, 06/04/2017 12:45 0

Analisis

Siyono Dihabisi, Perang atau Hukum?

Di negeri ini pun sudah mulai nampak gejalanya, dalam kasus Siyono misalnya. Sudah satu tahun sejak jasadnya terbujur kaku karena perbuatan aparat yang “mempertahankan diri”,

Kamis, 06/04/2017 12:35 0

Indonesia

Polri Masih Selidiki Sebab Perwira Pemburu Santoso Bunuh Diri

Informasi yang berhasil dihimpun Kiblat.net menyebutkan, Perwira Brimob tersebut diketahui bernama Ipda Zasmi Diaz, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2015. Korban diduga tewas akibat bunuh diri dengan senjata api

Kamis, 06/04/2017 12:15 0

Close