... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM: Tuduhan Makar Ancam Kebebasan Berpendapat

Foto: Kantor Komnas HAM

KIBLAT.NET, Jakarta – Tuduhan makar terhadap sejumlah orang jelang Aksi 313 lalu dikhawatirkan akan terkesan memberi ancaman kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya. Terlebih jika dalam penangkapan terduga makar, tanpa disertai surat penangkapan.

“Dengan tuduhan makar ini, maka ancaman terhadap kebebasan berkumpul dan berpendapat ini menjadi sangat bertentangan dengan asas demokrasi kita,” ujar Komisioner Komnas HAM, Manager Nasution di Jakarta, Selasa (31/03) lalu.

Manager menambahkan bahwa tuduhan makar adalah sesuatu yang sangat “mewah”. Jika itu tidak dilakukan dengan benar akan menimbulkan persepsi ketakutan publik dalam menyampaikan pendapat.

“(Oleh karena itu) dalam pasal makar, negara harusnya juga memastikan hak seorang warga negara untuk berkumpul dan berpendapat tidak terenggut. Kami selaku lembaga negara juga bertugas untuk memastikan hal itu, apakah negara sudah memenuhinya atau belum,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, menjelang Aksi 313 dalam rangka menuntut pemenjaraan Ahok, sejumlah orang ditangkap oleh aparat kepolisian. Mereka dituduh melakukan pemufakatan makar terhadap pemerintah.

Reporter: Reno
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Siyono Dihabisi, Perang atau Hukum?

Di negeri ini pun sudah mulai nampak gejalanya, dalam kasus Siyono misalnya. Sudah satu tahun sejak jasadnya terbujur kaku karena perbuatan aparat yang “mempertahankan diri”,

Kamis, 06/04/2017 12:35 0

Suriah

Tak Hanya Pernafasan, Bom Kimia di Khan Sheikhoun Juga Serang Saraf

WHO menjelaskan bahwa paparan serangan gas kimia di Khan Sheikhoun ini menyebabkan para korban mengalami gangguan pernapasan akut yang berujung dengan kematian.

Kamis, 06/04/2017 11:45 0

Suriah

Rusia Benarkan Jet Suriah di Balik Serangan di Khan Sheikhoun, Idlib

“Pesawat militer Suriah menyerang kawasan gudang senjata di pinggiran timur kota Khan Sheikhoun di provinsi Idlib,” kata pernyataan Dephan Rusia melalui akun resmi Facebook, seperti dinukil CNN Arabic, Rabu.

Kamis, 06/04/2017 10:40 0

Video Kajian

Tabligh : Agar Kau Tak Galau [ Ust. Farid Okbah ]

KIBLAT.NET – Dalam data WHO, didapat angka bunuh diri yang luar biasa di seluruh dunia....

Kamis, 06/04/2017 08:16 0

Tazkiyah

Dua Pangkal Penyimpangan

KIBLAT.NET – Syahdan, ada tiga orang sahabat dengan penuh semangat ibadah mencoba mengunjungi rumah-rumah para...

Kamis, 06/04/2017 05:50 0

Suriah

Ini Identitas Pilot Pembantai Warga Khan Shaikhoun di Idlib

Sumber-sumber media mengungkapkan identitas pilot pelaku pembantaian Khan Shaikhoun, pedesaan selatan Idlib pada Selasa (04/04). Serangan senjata kimia itu menewaskan sekitar 100 orang dan 300 lainnya mengalami sesak napas.

Rabu, 05/04/2017 20:40 0

Tarbiyah Jihadiyah

Hijrah, Elemen Penting Pembangun Masyarakat Islam

Meninggalkan tanah kelahiran adalah suatu hal yang sulit bagi penduduk Makkah. Meski demikian, jika negeri tersebut tidak memungkinkan bagi kita untuk menegakkan hukum Allah, maka harus hijrah walaupun itu adalah Makkah Mukarramah.

Rabu, 05/04/2017 20:00 0

Afrika

Lagi, Al-Shabab Kuasai Kota di Somalia Tanpa Kontak Senjata

Kelompok pejuang Islam Somalia, Al-Shabab kembali mengambil alih sebuah kota tanpa kontak senjata. Kali ini, kota El-Bur di wilayah semi-otonom Galmudug dikuasai setelah pasukan Ethiopia yang tergabung dalam AMISOM meninggalkan kota tersebut.

Rabu, 05/04/2017 19:38 0

Rusia

Rusia Berlepas Tangan dari Pembantaian di Idlib

Lebih dari seratus warga sipil tewas dan 500 lainnya terluka dalam sebuah serangan senjata kimia yang diluncurkan pesawat rezim Assad di dalam kota Khan Sheikhun, provinsi Idlib selatan.

Rabu, 05/04/2017 18:40 0

Suriah

Kebencian Warga Pro-Assad Mulai Tumbuh Saat Operasi Militer Rusia Meningkat

Kebencian juga tumbuh di antara pendukung pro-rezim ketika Rusia meluncurkan rudal jarak jauh dari kapal perang mereka yang berlabuh di pelabuhan Tartus. Demikian menurut keterangan Abdul Salam Haj Bakri, sebagaimana dikutip Zaman el-Wasl, Selasa (04/04).

Rabu, 05/04/2017 17:36 0

Close