... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KAMMI: Pemerintah Jangan Obral Isu Makar

Foto: KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kartika Nur Rohman menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu menekan masyarakat dengan isu makar. Sebab, pemerintahan saat ini posisinya sangat kuat.

“Saya kira pemerintah tidak perlu mengobral isu makar dan sebagainya. Toh pemerintah sekarang ini dalam sistem demokrasi posisinya sangat kuat. Aturannya sudah cukup kuat bahwa pemerintahan sampai lima tahun. Jadi jangan terlalu mudah obral makar,” ujarnya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (06/04).

Kartika juga menegaskan bahwa ancaman dengan pasal makar tidak akan mempengaruhi KAMMI dalam menyuarakan kebenaran. “Di KAMMI ancaman-ancaman tersebut tidak mempengaruhi suara kritis kami terhadap suatu yang kami anggap tidak benar dalam pemerintahan ini,” tegas Kartika.

Terkait penangkapan Muhammad Al-Khaththath dan beberapa aktifis mahasiswa, KAMMI pun akan terus memberikan dukungan moral. Sementara dalam pemeriksaannya dinilai tidak ada indikasi upaya makar yang dilakukan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) itu.

Sebagaimana diketahui, Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad Al-Khaththath bersama beberapa aktifis islam ditangkap oleh kepolsian dengan tuduhan makar. Namun, penasehat hukumnya menilai bahwa bukti-bukti yang diberikan tidak menunjukkan keinginan untuk makar.

“Berdasar pendampingan terhadap Ustadz Al-Khaththath sendiri, dengan 34 pertanyaan dan barang bukti yang disita dari beliau, tidak terindikasi adanya perbuatan mufakat jahat untuk menggulingkan pemerintah yang sah,” ujar Pengacara Ustadz Khattath, Ahmad Michdan.

BACA JUGA  Fahira Idris: Pemerintah Miskin Gagasan Tangani Defisit BPJS Kesehatan

Reporter: Taufik Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Solidaritas Pembantaian Idlib, HTS Imbau Mujahidin Syam Tingkatkan Serangan

Salah satu faksi jihadis Suriah, Haiah Tahrir Syam (HTS) mengimbau kepada seluruh mujahidin Syam untuk membalas pembantaian oleh rezim Bashar Assad di Khan Shaikhoun, Idlib. Yakni dengan membuka front-front pertempuran di wilayah-wilayah yang dikuasai Rezim.

Kamis, 06/04/2017 20:37 0

Palestina

Hamas Eksekusi Tiga Warga Palestina di Jalur Gaza, Ini Sebabnya

Harokah al-Muqowamah al-Islamiyah (Hamas) yang berbasis di Gaza mengumumkan telah mengeksekusi orang Palestina yang bekerja sama dengan Israel. Demikian dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (06/04).

Kamis, 06/04/2017 20:03 0

Suriah

IUMS: Sampai Kapan Masyarakat Diam Atas Pembantaian di Suriah?

Serangan senjata gas beracun yang memakan ratusan korban di Khan Shaikhoun memicu kecaman dunia internasional, tak terkecuali dari Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS). Dr. Qara Daghi selaku Sekjen IUMS mengungkapkan hal itu dalam sebuah postingan di website resminya.

Kamis, 06/04/2017 19:34 0

Irak

Menyamar Jadi Polisi, Anggota ISIS Serang Pos Pemeriksaan di Tikrit

Sumber keamanan Iraq melaporkan sekitar 31 orang tewas, termasuk 14 polisi, dan lebih dari 40 orang terluka akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok ISIS pada Selasa (04/04) malam di kota Tikrit, Iraq.

Kamis, 06/04/2017 18:03 0

Manhaj

Politik dan Agama, Haruskah Dipisah?

“Memisahkan agama dari panggung politik merupakan penghancuran terhadap sebagian besar ajaran agama dan hal yang demikian tidak mungkin dilakukan oleh kaum muslimin kecuali setelah mereka tidak beragama Islam lagi (murtad).”

Kamis, 06/04/2017 16:00 1

Eropa

Negara Ini Yakin Rusia dan Iran Terlibat Serangan Gas Beracun di Idlib

"Mereka yang terlibat atas kejahatan yang tidak manusiawi ini harus bertanggung jawab. Termasuk rezim Assad dan pemerintahannya," ungkapnya.

Kamis, 06/04/2017 15:15 0

Artikel

Pencabutan Status Kewarganegaraan bagi Teroris, Adilkah?

Sejumlah ahli hukum mengatakan bahwa pencabutan status kewarganegaraan bagi teroris warga AS justru akan semakin mempertegas tren pasca 11/9 terkait perlakuan yang berbeda (baca: tidak adil) terhadap para terduga dan terdakwa teroris dengan para pelanggar hukum lainnya.

Kamis, 06/04/2017 14:47 0

Artikel

Ekstremisme, Masalah yang Muncul dan Tumbuh di Eropa Sendiri

Selang beberapa jam menyusul insiden serangan 22 Maret di pusat kota London, para politisi di sejumlah negara Barat langsung berkomentar dan menyerukan diterapkannya kebijakan untuk melarang imigran dari Timur Tengah. Reaksi semacam ini jelas provokatif, oportunis, dan sangat menggelikan.

Kamis, 06/04/2017 14:14 0

Analisis

Siyono Dihabisi, Perang atau Hukum?

Di negeri ini pun sudah mulai nampak gejalanya, dalam kasus Siyono misalnya. Sudah satu tahun sejak jasadnya terbujur kaku karena perbuatan aparat yang “mempertahankan diri”,

Kamis, 06/04/2017 12:35 0

Suriah

Tak Hanya Pernafasan, Bom Kimia di Khan Sheikhoun Juga Serang Saraf

WHO menjelaskan bahwa paparan serangan gas kimia di Khan Sheikhoun ini menyebabkan para korban mengalami gangguan pernapasan akut yang berujung dengan kematian.

Kamis, 06/04/2017 11:45 0

Close