... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

IUMS: Sampai Kapan Masyarakat Diam Atas Pembantaian di Suriah?

Foto: IUMS

KIBLAT.NET, Doha – Serangan senjata gas beracun yang memakan ratusan korban di Khan Shaikhoun, Idlib memicu kecaman dunia internasional, tak terkecuali dari Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS). Dr. Qara Daghi selaku Sekjen IUMS mengungkapkan hal itu dalam sebuah postingan di website resminya.

“IUMS mengutuk serangan oleh pesawat rezim Suriah yang menyebabkan 500 orang terluka dan sejumlah lainnya tewas,” katanya sebagaimana dikutip Islamion.com, Selasa (04/04).

Kepada khalayak, ia mengingatkan bahwa pembantaian yang dilakukan oleh rezim Assad bukan hanya kali ini saja. “Sampai kapa rezim zalim ini melakukan pembantaian kepada rakyatnya dengan cara brutal yang melanggar hukum-hukum internasional,” katanya.

Seperti diketahui, sejak konflik Suriah bermula pada 2011 silam, rezim pimpinan Bashar Assad itu telah merenggut ratusan ribu nyawa warga sipil yang tak berdosa. Terlebih, ketika militer Rusia mulai masuk ke negara itu, jumlah korban sipil setiap harinya kian bertambah.

Untuk itu, Dr. Qara Daghi mengimbau agar masyarakat internasional tidak diam atas penderitaan yang dialami oleh rakyat Suriah ini. “Sampai kapan masyarakat dan organisasi HAM internasional diam atas kejahatan keji ini, yang merenggut kehidupan ratusan anak-anak tak berdosa yang memiliki hak untuk hidup aman,” pungkasnya.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Islamion

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KAMMI: Tuduhan Makar Strategi Membungkam Suara Kritis

Ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kartika Nur Rohman menegaskan bahwa tuduhan makar ke beberapa aktivis Islam berlebihan. Ia menegaskan bahwa Aksi 313 hanya untuk menuntut keadilan dalam kasus Ahok.

Kamis, 06/04/2017 19:05 1

Indonesia

Fahri: Makar Tidak Pakai Sorban, Tapi Senjata

Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah turut memberikan komentar soal tuduhan makar kepada sejumlah aktivis Islam. Ia menegaskan, tindakan makar seharusnya menggunakan kekuatan persenjataan.

Kamis, 06/04/2017 18:30 0

Indonesia

Selasa Depan Istri Al-Khattath Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya

Aziz Yanuar, kuasa hukum Al-Khattath mengatakan, bahwa Kusrini akan mendatangi Mako Brimob pada Selasa depan 11 April 2017.

Kamis, 06/04/2017 17:36 0

Indonesia

DPR Kecam Serangan Gas Beracun di Suriah

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengecam penyerangan warga Idlib menggunakan senjata kimia, sehingga puluhan warga tewas. Menurutnya, tindakan tersebut adalah tindakan yang biadab.

Kamis, 06/04/2017 17:02 0

Indonesia

Sang Istri Siap Menjadi Jaminan Penangguhan Penahanan Al-Khattath

Istri Muhammad Al-Khattath, Kusrini Ambarwati mengajukan surat penangguhan penahanan terhadap suaminya pada Senin (02/04) lalu. Dengan didampingin kuasa hukumnya, Aziz Yanuar, ia mendatangi Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Kamis, 06/04/2017 16:31 0

Manhaj

Politik dan Agama, Haruskah Dipisah?

“Memisahkan agama dari panggung politik merupakan penghancuran terhadap sebagian besar ajaran agama dan hal yang demikian tidak mungkin dilakukan oleh kaum muslimin kecuali setelah mereka tidak beragama Islam lagi (murtad).”

Kamis, 06/04/2017 16:00 1

Artikel

Pencabutan Status Kewarganegaraan bagi Teroris, Adilkah?

Sejumlah ahli hukum mengatakan bahwa pencabutan status kewarganegaraan bagi teroris warga AS justru akan semakin mempertegas tren pasca 11/9 terkait perlakuan yang berbeda (baca: tidak adil) terhadap para terduga dan terdakwa teroris dengan para pelanggar hukum lainnya.

Kamis, 06/04/2017 14:47 0

Artikel

Ekstremisme, Masalah yang Muncul dan Tumbuh di Eropa Sendiri

Selang beberapa jam menyusul insiden serangan 22 Maret di pusat kota London, para politisi di sejumlah negara Barat langsung berkomentar dan menyerukan diterapkannya kebijakan untuk melarang imigran dari Timur Tengah. Reaksi semacam ini jelas provokatif, oportunis, dan sangat menggelikan.

Kamis, 06/04/2017 14:14 0

Indonesia

Komnas HAM: Tuduhan Makar Ancam Kebebasan Berpendapat

Tuduhan makar terhadap sejumlah orang jelang Aksi 313 lalu dikhawatirkan akan terkesan memberi ancaman kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya. Terlebih jika dalam penangkapan terduga makar, tanpa disertai surat penangkapan.

Kamis, 06/04/2017 13:44 0

Indonesia

Sudah Sepekan Ditahan, Keluarga Belum Bisa Temui Al-Khaththath

"Sampai saat ini belum bertemu dengan Al Khaththath, karena memang untuk kunjungan dipersulit, dan hanya bisa kuasa hukum dan pengacaranya saja yang menemuinya" ungkap Aziz pada saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (6/4).

Kamis, 06/04/2017 12:45 0

Close