... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hamas Eksekusi Tiga Warga Palestina di Jalur Gaza, Ini Sebabnya

Foto: Aparat Keamanan Hamas di Jalur Gaza.

KIBLAT.NET, Jalur Gaza – Harokah al-Muqowamah al-Islamiyah (Hamas) yang berbasis di Gaza mengumumkan telah mengeksekusi orang Palestina yang bekerja sama dengan Israel. Demikian dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (06/04).

“Berdasarkan aturan agama kami dan undang-undang hukum Palestina, untuk menegakkan keadilan, meraih kemenangan bagi negara dan menjaga ketertiban sosial, Kementerian Dalam Negeri mengeksekusi tiga agen Israel,” kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan resmi.

Pernyataan itu tidak menyebutkan rincian lebih lanjut tentang tiga orang yang dieksekusi dan hanya menyebut inisial nama mereka. Di Gaza, pemerintah Hamas cenderung untuk menjaga identitas mereka yang dieksekusi karena menjadi agen Israel dalam rangka menghindarkan keluarga mereka dikucilkan dalam masyarakat.

Pada hari Rabu, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan penyelidikan atas pembunuhan Mazen Faqha, pemimpin Brigade Qassam, sayap militer Hamas bulan lalu. Kementerian mengungkap bahwa terdapat peran mata-mata Israel di dalam internal negara.

Awal pekan lalu, kementerian dalam negeri melancarkan operasi keamanan yang menargetkan para mata-mata tersebut. Mereka sebelumnya diminta untuk bertobat dan menyerahkan diri, serta dijanjikan sebuah pengampunan dan bantuan lebih lanjut dalam bentuk yang tidak diketahui publik. Selain itu mereka juga akan direhabilitasi untuk kemudian dikembalikan kepada keluarga mereka.

Seperti dikatahui, pada tanggal 24 Maret, sekelompok penyerang tak dikenal menembaki Faqha ketika ia sedang memarkir mobil. Seketika itu juga Faqha meninggal dunia di tempat kejadian. Para penyerang langsung melarikan diri dari TKP dan Kementerian Dalam Negeri langsung melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

BACA JUGA  Muslim Al-Quds Diseru Siaga di Al-Aqsha dan Undur Penyembelihan Kurban

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Middle East Monitor

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KAMMI: Tuduhan Makar Strategi Membungkam Suara Kritis

Ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kartika Nur Rohman menegaskan bahwa tuduhan makar ke beberapa aktivis Islam berlebihan. Ia menegaskan bahwa Aksi 313 hanya untuk menuntut keadilan dalam kasus Ahok.

Kamis, 06/04/2017 19:05 1

Indonesia

Fahri: Makar Tidak Pakai Sorban, Tapi Senjata

Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah turut memberikan komentar soal tuduhan makar kepada sejumlah aktivis Islam. Ia menegaskan, tindakan makar seharusnya menggunakan kekuatan persenjataan.

Kamis, 06/04/2017 18:30 0

Indonesia

Selasa Depan Istri Al-Khattath Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya

Aziz Yanuar, kuasa hukum Al-Khattath mengatakan, bahwa Kusrini akan mendatangi Mako Brimob pada Selasa depan 11 April 2017.

Kamis, 06/04/2017 17:36 0

Indonesia

DPR Kecam Serangan Gas Beracun di Suriah

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengecam penyerangan warga Idlib menggunakan senjata kimia, sehingga puluhan warga tewas. Menurutnya, tindakan tersebut adalah tindakan yang biadab.

Kamis, 06/04/2017 17:02 0

Indonesia

Sang Istri Siap Menjadi Jaminan Penangguhan Penahanan Al-Khattath

Istri Muhammad Al-Khattath, Kusrini Ambarwati mengajukan surat penangguhan penahanan terhadap suaminya pada Senin (02/04) lalu. Dengan didampingin kuasa hukumnya, Aziz Yanuar, ia mendatangi Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Kamis, 06/04/2017 16:31 0

Manhaj

Politik dan Agama, Haruskah Dipisah?

“Memisahkan agama dari panggung politik merupakan penghancuran terhadap sebagian besar ajaran agama dan hal yang demikian tidak mungkin dilakukan oleh kaum muslimin kecuali setelah mereka tidak beragama Islam lagi (murtad).”

Kamis, 06/04/2017 16:00 1

Artikel

Pencabutan Status Kewarganegaraan bagi Teroris, Adilkah?

Sejumlah ahli hukum mengatakan bahwa pencabutan status kewarganegaraan bagi teroris warga AS justru akan semakin mempertegas tren pasca 11/9 terkait perlakuan yang berbeda (baca: tidak adil) terhadap para terduga dan terdakwa teroris dengan para pelanggar hukum lainnya.

Kamis, 06/04/2017 14:47 0

Artikel

Ekstremisme, Masalah yang Muncul dan Tumbuh di Eropa Sendiri

Selang beberapa jam menyusul insiden serangan 22 Maret di pusat kota London, para politisi di sejumlah negara Barat langsung berkomentar dan menyerukan diterapkannya kebijakan untuk melarang imigran dari Timur Tengah. Reaksi semacam ini jelas provokatif, oportunis, dan sangat menggelikan.

Kamis, 06/04/2017 14:14 0

Indonesia

Komnas HAM: Tuduhan Makar Ancam Kebebasan Berpendapat

Tuduhan makar terhadap sejumlah orang jelang Aksi 313 lalu dikhawatirkan akan terkesan memberi ancaman kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya. Terlebih jika dalam penangkapan terduga makar, tanpa disertai surat penangkapan.

Kamis, 06/04/2017 13:44 0

Indonesia

Sudah Sepekan Ditahan, Keluarga Belum Bisa Temui Al-Khaththath

"Sampai saat ini belum bertemu dengan Al Khaththath, karena memang untuk kunjungan dipersulit, dan hanya bisa kuasa hukum dan pengacaranya saja yang menemuinya" ungkap Aziz pada saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (6/4).

Kamis, 06/04/2017 12:45 0

Close