... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ACTA Ungkap 4 Fakta Persidangan Sebagai Dasar Vonis Bagi Ahok

Foto: Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Persidangan Kasus Penistaan Agama di PN Jakarta Utara

KIBLAT.NET, Jakarta – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menilai dengan melihat fakta persidangan, majelis hakim sudah cukup bukti untuk memvonis bersalah Ahok. Pihaknya mencatat setidaknya ada empat hal yang mampu memberatkan Ahok dalam persidangan.

Wakil Ketua ACTA, Nurhayati mengungkapkan empat alasan yang menunjukkan Ahok telah bersalah dalam kasus penistaan agama. Pertama, adanya bukti rekaman video pidato gubernur DKI Jakarta nonaktif di Kepulauan Seribu yang dihadirkan oleh JPU ke persidangan. Dalam persidangan, kebenaran isi video itu tidak dibantah oleh Ahok.

“Sosok Ahok terlihat jelas dalam rekaman video tersebut dengan menggunakan seragam pemda  dan pin DKI. Serta redaksi kalimat yang diucapkan juga sangat jelas,” kata Nurhayati dalam pernyataan tertulis yang diterima Kiblat.net pada Selasa (04/03).

Selanjutnya adanya bukti sikap keagamaan MUI. Menurutnya, sikap keagamaan tersebut secara garis besar menyebut bahwa menyatakan ‘bohong’ terhadap ulama dan dalil Surat Al Maidah 51 adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.

Yang ketiga, Nurhayati menyebutkan meskipun kerap ditolak oleh kuasa hukum Ahok, seluruh saksi dan ahli yang diajukan JPU diterima oleh majelis hakim. Namun, di sisi lain ada saksi yang diajukan oleh Ahok yang ditolak oleh majelis hakim.

“Situasi seperti itu secara psikologis sangat berpengaruh negatif atau tidak baik bagi Ahok. Karena saksi yang ditolak oleh hakim justru saksi terpenting yang semula ia (Ahok.red) siapkan,” imbuhnya.

BACA JUGA  Polisi Tangkap Dua Penghina Ahok di Medsos

Dan yang terakhir, ia menilai bahwa ada banyak bukti rekaman video Ahok yang terjadi sebelum kasus Al Maidah 51. Bukti-bukti ini, kata dia, sangat penting untuk memperkuat argumentasi bahwa Ahok tetap bisa dimintai pertanggungjawaban pidana.

“Karena apa yang ia sampaikan di Kepulauan Seribu dan klaim bahwa pidato di Kepulauan Seribu sebagai spontan dan hanya secara lisan menjadi tak terbantahkan karena bukti-bukti rekaman ini,” ujarnya.

“Maka, ACTA berharap agar majelis hakim mendapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan membuat putusan hanya berdasarkan fakta yang muncul di persidangan,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Sri Bintang Gugat Kapolri di Pengadilan Internasional, Komnas HAM: Jadi Perhatian PBB

Sri Bintang Pamungkas menggugat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terkait tuduhan tindakan makar

Selasa, 04/04/2017 22:40 0

Asia

Pejuang Pattani Serang Pos Polisi Thailand, 12 Petugas Terluka

Sekelompok pejuang Pattani menembaki sebuah pos polisi di wilayah Thailand Selatan, pada Senin (03/04) waktu setempat. Serangan itu melukai sedikitnya 12 petugas kepolisian. Aksi ini disebut-sebut sebagai serangan terbesar selama beberapa tahun belakangan ini.

Selasa, 04/04/2017 19:40 0

Artikel

Snouck dan Jokowi

Lalu bidang Islam yang ketiga menurut Snouck adalah bidang politik. Bidang ketiga inilah yang menurut Snouck harus benar-benar ditumpas Karena bidang inilah yang akan membahayakan hegemoni pemerintahan kolonial di Indonesia.

Selasa, 04/04/2017 18:41 0

Suriah

Ternyata, Koalisi AS Jadi Pembunuh Warga Sipil Terbanyak di Raqqah

Koalisi internasional di bawah pimpinan Amerika Serikat menduduki urutan pertama pelaku ppembunuhan terhadap warga sipil di provinsi Raqqa pada bulan Maret.

Selasa, 04/04/2017 18:30 0

Artikel

Anomali Kaum ‘Salafi’

Contoh-contoh di atas hanyalah sebagian kecil, dari berbagai anomali yang terus dipertontonkan kaum 'Salafi'. Tentu saja masih banyak yang tidak terekam, karena memang kita tidak ingin terjebak dalam 'perangkap' mereka. Karena ibarat sebuah peperangan, 'Salafi' ini cukup konsisten dalam membuat gaduh di belakang, di saat kita semua fokus dengan musuh di garis depan.

Selasa, 04/04/2017 17:43 2

Afrika

Tunisia Tutup Klub Malam Pasca DJ Mainkan Music Remix dengan Adzan

Pihak berwenang Tunisia telah menutup klub malam dan memulai penyelidikan setelah seorang DJ memainkan rekaman musik remix yang dipadukan dengan suara adzan.

Selasa, 04/04/2017 17:21 0

Kiblatorial

Editorial: Menakar Makar 313

Akhirnya, publik pun mempertanyakan sikap pemerintah Jokowi yang seolah membela Gubernur Basuki semahal apapun harganya. Pasal makar pada masa kepemimpinan Jokowi, dijadikan sebagai salah suatu keistimewaan guna memberikan perlindungan yang sangat berlebihan terhadap kepentingan kekuasaan.

Selasa, 04/04/2017 16:42 0

News

Bertemu Kuasa Hukum Tertuduh Makar, Ketua Komnas HAM: Saya Siap Ditahan sebagai Jaminan

Ketua Tim Pengacara Muslim, Ahmad Michdan yang juga menjadi kuasa hukum dari Sekretaris Jenderal Forum Ummat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath, mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk melaporkan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat kepolisian saat menangkap pimpinan Aksi 313 ini.

Selasa, 04/04/2017 15:23 0

Amerika

Perubahan Kebijakan AS di Suriah Dinilai Hanya Sebatas Wacana

Pekan lalu, sejumlah pejabat pemerintah AS mengisyaratkan akan adanya suatu perubahan besar terkait kebijakan Amerika, dan menegaskan bahwa masa depan Presiden Bashar Assad tergantung pada keinginan rakyat Suriah.

Selasa, 04/04/2017 14:49 0

Turki

Turki Siapkan Operasi Militer Baru di Suriah

Setelah berakhirnya Operasi Efrat Shield akhir Maret lalu, Turki berencana mengadakan operasi militer baru di dalam Suriah terhadap kelompok yang dianggap organisasi teroris oleh Ankara.

Selasa, 04/04/2017 14:20 0

Close