... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ternyata, Koalisi AS Jadi Pembunuh Warga Sipil Terbanyak di Raqqah

Foto: Serangan jet tempur koalisi AS

KIBLAT.NET, Raqqah – Koalisi internasional di bawah pimpinan Amerika Serikat menduduki urutan pertama pelaku ppembunuhan terhadap warga sipil di provinsi Raqqa pada bulan Maret.

Dikutip dari El-Dorar, Senin (03/04), laporan berjudul “kampanye penyembelihan diam-diam” melaporkan jumlah korban sipil bulan Maret lalu oleh koalisi internasional, Rusia, ISIS, pasukan Kurdi Suriah, dan Turki.

Koalisi melancarkan 275 serangan udara yang menewaskan 367 warga sipil dan ISIS dilaporkan memakan 31 korban, termasuk 6 orang yang dieksekusi. Kemudian pasukan Rusia menewaskan enam warga sipil dan pasukan Kurdi Suriah dilaporkan menewaskan lima warga sipil. Sementara empat orang tewas di tangan pasukan Turki ketika mencoba untuk menyeberang secara ilegal.

Koalisi sendiri mengakui bahwa pasukannya telah menewaskan ratusan warga sipil selama periode 2014-2017, yaitu sebanyak 396 warga sipil. Namun, angka ini tampaknya sangat kecil dibandingkan dengan statistik yang diterbitkan oleh jaringan dokumentasi Suriah. Pada periode 2016 dan 2017, sebanyak 797 warga sipil tewas di tangan pasukan koalisi, termasuk 158 anak-anak dan 88 wanita.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: El-Dorar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Anomali Kaum ‘Salafi’

Contoh-contoh di atas hanyalah sebagian kecil, dari berbagai anomali yang terus dipertontonkan kaum 'Salafi'. Tentu saja masih banyak yang tidak terekam, karena memang kita tidak ingin terjebak dalam 'perangkap' mereka. Karena ibarat sebuah peperangan, 'Salafi' ini cukup konsisten dalam membuat gaduh di belakang, di saat kita semua fokus dengan musuh di garis depan.

Selasa, 04/04/2017 17:43 1

Editorial

Editorial: Menakar Makar 313

Akhirnya, publik pun mempertanyakan sikap pemerintah Jokowi yang seolah membela Gubernur Basuki semahal apapun harganya. Pasal makar pada masa kepemimpinan Jokowi, dijadikan sebagai salah suatu keistimewaan guna memberikan perlindungan yang sangat berlebihan terhadap kepentingan kekuasaan.

Selasa, 04/04/2017 16:42 0

Indonesia

Ahok Akui Singgung Al-Maidah 51, Advokat GNPF: Pembuktian yang Sempurna

Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok membenarkan perkataannya yang menyinggung Al-Maidah 51 di Kepulauan Seribu.

Selasa, 04/04/2017 16:10 0

Indonesia

Jelang Dipulangkan, Perwira Brimob Anggota Satgas Tinombala Tembak Kepalanya Sendiri

Jenazah Ipda Zasmi Diaz anggota Satgas Tinombala saat ditemukan rekan-rekanya di SPN Pabuan Panimba, Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (3/4) kemarin.

Selasa, 04/04/2017 13:56 0

Indonesia

Video Singgung Al-Maidah Diputar di Persidangan, Ahok Tak Bantah

Sidang penistaan agama Islam dengan terdakwa Ahok kembali digelar. Dalam sidang ketujuhbelas ini, hakim memeriksa bukti-bukti Ahok menyinggung Al-Maidah ayat 51.

Selasa, 04/04/2017 13:45 0

Indonesia

Tolak Tuduhan Makar, Parmusi: Aksi 313 Sudah Diketahui Presiden

Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam, menolak keras tuduhan Aksi 313 terkait dengan tudingan rencana makar. Menurutnya, hal itu tidak mungkin terjadi karena aksi ini sudah diberitahukan kepada presiden pada tanggal 7 dan 22 maret 2017 lalu.

Selasa, 04/04/2017 12:10 0

Tazkiyah

Awas!!! Daging Ulama itu Beracun

Imam An-Nawawi menukil dari Ibnu Asakir, yang mengatakan, “Ketahuilah bahwa daging ulama itu beracun. Kebiasaan Allah dalam membuka aurat orang yang memakannya sudahlah maklum. Barang siapa yang lisannya berani menggunjing atau mencela ulama’, Allah pasti akan menimpakan padanya (bala’) berupa kematian hati.”

Selasa, 04/04/2017 11:30 0

Indonesia

HNW: Pasal Makar Bisa Lahirkan Hukum Rimba

"Bahayanya, orang bisa ditangkap dan dihukum seumur hidup, tanpa ada pembuktian yang jelas, jika berhubungan dengan pasal karet, nggak ada tolak ukurnya, penangkapan itu berdasarkan kepada kepentingan politik, dan pesanan politik, ataupun like dislike, dekat dengan pemerintah atau tidak, jadi sesuai dengan maunya pemerintah. Ini bukan hukum, tapi hukum rimba," ungkapnya di DPR RI, Senin (3/4).

Selasa, 04/04/2017 11:00 0

Indonesia

Tak Dipenuhi, Janji Kapolda dan Menkopolhukam Bebaskan Al Khaththath Ditagih

Kapolda dan Menkopolhukam bebaskan Al Khaththath jika massa aksi 313 bisa bubar pada pukul 17.00

Selasa, 04/04/2017 07:55 0

Indonesia

IMM: Tuduhan Makar Membunuh Daya Kritis Mahasiswa

Tuduhan makar yang disangkakan terhadap mahasiswa sangat disesalkan.

Selasa, 04/04/2017 07:03 0

Close