... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Snouck dan Jokowi

Foto: Jokowi dan Snouck Hurgronje.

KIBLAT.NET – Pada tulisan kali ini saya akan bercerita tentang dua tokoh, yang satu sudah diabadikan dalam catatan sejarah Indonesia, yang satunya lagi akan segera diabadikan. Yang satunya bukan orang pribumi alias asing tapi bukan aseng. Satunya seratus persen pribumi asli, lahir di sini, besar di sini, sekolah di sini, jadi insinyur di sini, dan terakhir menjadi presiden di sini.

Tokoh pertama bernama Willian Christian Snouck Hurgronje atau lebih dikenal dengan Snouck Hurgronje. Lahir pada tanggal 8 Februari 1857 di Oosterhout, Belanda. Anak keempat dari pasangan pendeta JJ. Snouck Hurgronje dan Anna Maria. Konon sebelum menikah, kedua orang tua Snouck terlibat skandal hubungan gelap yang membuat mereka berdua harus angkat kaki dari gereja Herford, gereja tempat mereka mengabdi yang terletak di Thalten.

Demi menebus dosa, mereka berdua pun bertekad untuk mempersiapkan anak-anak mereka untuk menjadi pendeta. Namun, Snouck muda ternyata tak menjadi pendeta, dia memilih untuk mendalami sastra semit yang pada akhirnya membawanya ke bangku kelas Universitas Leiden pada tahun 1875 di usianya yang kedelapan belas tahun. Dia masuk di fakultas sastra jurusan bahasa Arab.

Singkat cerita pada 24 November 1880, Snouck meraih gelar doktor sastra arab dengan predikat cum laude. Setelahnya dia bekerja sebagai pengajar pada pendidikan khusus calon pegawai untuk Hindia Belanda di Leiden. Pada tahun 1984 Snouck pergi ke Arab Saudi, untuk memperdalam pengetahuannya tentang Islam. Snouck menyadari bahwa seorang kristen akan kesulitan berkeliaran di Arab Saudi khususnya tanah suci Makkah dan Madinah. Maka dari itu, dia pun memutuskan untuk memeluk agama Islam di hadapan Qadhi Jedaah dan mengganti namanya menjadi Abdul Gaffar.

BACA JUGA  Natsir dan Imaji Negara Agama

Perihal keislamannya ini, Snouck pernah berkirim surat kepada temannya Theodor Noldeke, seorang ahli islamologi asal Jerman bahwa dirinya hanya sebatas izhar al-islam, berislam secara lahiriah saja. Sembilan tahun kemudian Snouck ke Tanah Jawa. Oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dia diangkat sebagai penasehat urusan pribumi dan Arab. Jasa Snouck Hurgronje bagi pemerintah Hindia Belanda sangatlah besar. Dia merupakan peletak dasar Islam politik, yang merupakan rumusan-rumusan kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda dalam menangani masalah Islam.

Snouck membagi Islam

Salah satu sumbangsih terbesarnya adalah gagasan tentang sekularisasi. Untuk menaklukkan umat Islam di Indonesia, pemerintah kolonial harus memahami terlebih dahulu bahwa musuh mereka bukanlah Islam sebagai agama, melainkan Islam sebagai doktrin politik. Snouck menganjurkan agar Islam dibagi menjadi tiga bagian yang saling terpisah.

Pertama, bidang agama murni atau ritual-ritual ibadah murni seperti shalat, zakat, puasa, dan lainnya. Pada bidang ini, Snouck selalu menegaskan kepada pemerintah kolonial agar jangan memberikan gangguan sedikitpun terhadap umat Islam dalam hal ini. Menurut Snouck, hal-hal yang sifatnya dogmatis seperti ini tidak akan membahayakan pemerintah kolonial, selain itu dari kalangan umat Islam sendiri akan terjadi perubahan secara perlahan untuk meninggalkan dogma-dogma mereka tanpa harus diperintah oleh pemerintah.

Kedua, bidang sosial kemasyarakatan, yang berupa adat serta budaya yang berkembang di masyarakat. Snouck selalu mengupayakan asosiasi kebudayaan antara kebudayaan Belanda dengan kebudayaan lokal. Di samping itu Snouck selalu memanfaatkan kaum adat serta kaum abangan untuk membenturkan mereka dengan kaum ulama dan santri, propaganda yang disebarkan adalah ulama dan santri tidak menghargai adat setempat.

BACA JUGA  Gus Sholah di Antara Islam dan Negara

Realitas-relitas adat yang nampak bertentangan dengan syariat pun dibesar-besarkan, hingga akhirnya masyarakat menganggap Islam kurang menghargai adat. Padahal Islam adalah agama yang sangat menghargai adat, bahkan menjadikannya sebagai salah satu pertimbangan hukum, melalui sebuah kaidah fiqh “al ‘adah muhakkamah”.

Sebuah potret indah mengenai hal itu pernah tersaji pada abad ke-19. Di bukit Marapallam, Minangkabau pernah terjadi pertemuan bersejarah antara ninik mamak dan alim ulama, kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut telah mementahkan propaganda benturan “Islam-adat” ala Snouck. Petemuan tersebut menghasilkan sebuah rumusan yang berbunyi: “Adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah.”

Baca halaman selanjutnya: Rumusan tersebut lalu...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Ternyata, Koalisi AS Jadi Pembunuh Warga Sipil Terbanyak di Raqqah

Koalisi internasional di bawah pimpinan Amerika Serikat menduduki urutan pertama pelaku ppembunuhan terhadap warga sipil di provinsi Raqqa pada bulan Maret.

Selasa, 04/04/2017 18:30 0

Afrika

Tunisia Tutup Klub Malam Pasca DJ Mainkan Music Remix dengan Adzan

Pihak berwenang Tunisia telah menutup klub malam dan memulai penyelidikan setelah seorang DJ memainkan rekaman musik remix yang dipadukan dengan suara adzan.

Selasa, 04/04/2017 17:21 0

Editorial

Editorial: Menakar Makar 313

Akhirnya, publik pun mempertanyakan sikap pemerintah Jokowi yang seolah membela Gubernur Basuki semahal apapun harganya. Pasal makar pada masa kepemimpinan Jokowi, dijadikan sebagai salah suatu keistimewaan guna memberikan perlindungan yang sangat berlebihan terhadap kepentingan kekuasaan.

Selasa, 04/04/2017 16:42 0

Indonesia

Ahok Akui Singgung Al-Maidah 51, Advokat GNPF: Pembuktian yang Sempurna

Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok membenarkan perkataannya yang menyinggung Al-Maidah 51 di Kepulauan Seribu.

Selasa, 04/04/2017 16:10 0

News

Bertemu Kuasa Hukum Tertuduh Makar, Ketua Komnas HAM: Saya Siap Ditahan sebagai Jaminan

Ketua Tim Pengacara Muslim, Ahmad Michdan yang juga menjadi kuasa hukum dari Sekretaris Jenderal Forum Ummat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath, mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk melaporkan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat kepolisian saat menangkap pimpinan Aksi 313 ini.

Selasa, 04/04/2017 15:23 0

Amerika

Perubahan Kebijakan AS di Suriah Dinilai Hanya Sebatas Wacana

Pekan lalu, sejumlah pejabat pemerintah AS mengisyaratkan akan adanya suatu perubahan besar terkait kebijakan Amerika, dan menegaskan bahwa masa depan Presiden Bashar Assad tergantung pada keinginan rakyat Suriah.

Selasa, 04/04/2017 14:49 0

Turki

Turki Siapkan Operasi Militer Baru di Suriah

Setelah berakhirnya Operasi Efrat Shield akhir Maret lalu, Turki berencana mengadakan operasi militer baru di dalam Suriah terhadap kelompok yang dianggap organisasi teroris oleh Ankara.

Selasa, 04/04/2017 14:20 0

Indonesia

Jelang Dipulangkan, Perwira Brimob Anggota Satgas Tinombala Tembak Kepalanya Sendiri

Jenazah Ipda Zasmi Diaz anggota Satgas Tinombala saat ditemukan rekan-rekanya di SPN Pabuan Panimba, Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (3/4) kemarin.

Selasa, 04/04/2017 13:56 0

Indonesia

Video Singgung Al-Maidah Diputar di Persidangan, Ahok Tak Bantah

Sidang penistaan agama Islam dengan terdakwa Ahok kembali digelar. Dalam sidang ketujuhbelas ini, hakim memeriksa bukti-bukti Ahok menyinggung Al-Maidah ayat 51.

Selasa, 04/04/2017 13:45 0

Eropa

Tolak Wawancara Kerja Muslimah Berjilbab, Perusahaan di Swedia Dituntut

The Equality Ombudsman (DO) merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi hukum yang berkaitan dengan diskriminasi jenis kelamin, identitas transgender atau ekspresi, etnis, agama atau kepercayaan lainnya , cacat, orientasi seksual atau usia.

Selasa, 04/04/2017 12:30 0

Close