... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pejuang Pattani Serang Pos Polisi Thailand, 12 Petugas Terluka

Foto: Seorang polisi bersenjata lengkap tangah berjaga-jaga di jalan raya Kota Yala, Pattani saat jam sekolah anak-anak akan segera dimulai, Senin,(18/11). [foto: Fajar Shadiq]

KIBLAT.NET, Yala – Sekelompok pejuang Pattani menembaki sebuah pos polisi di wilayah Thailand Selatan, pada Senin (03/04) waktu setempat. Serangan itu melukai sedikitnya 12 petugas kepolisian. Aksi ini disebut-sebut sebagai serangan terbesar selama beberapa tahun belakangan ini.

“Berdasarkan rekaman CCTV, sekitar 30 anggota pejuang mengepung pos polisi Yala dan melancarkan lebih dari 500 tembakan ke dalam bangunan itu,” kata Kepala Kepolisan Provinsi Yala Mayor Jenderal Kritsada Kaewchandee.

Aksi ini, lanjut Kritsada, merupakan serangan terbesar di Negeri Gajah Putih bagian selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun 1875, militer Thailand pertama kali datang ke Pattani dan langsung menduduki daerah itu. Kedatangan Inggris ke Semenanjung Malaka menghasilkan perjanjian dengan Thailand, yaitu Pattani dikuasai oleh Thailand dan Perlis dan wilayah lainnya dimiliki oleh Inggris.

Muslim Patani saat itu dipaksa untuk menjadi bagian dari Thailand. Karena kependudukan dan penjajahan itu, terjadilah pergolakan di daerah Pattani hingga sekarang.

Pada Februari lalu pemerintah Thailand mencoba membuat sebuah kesepakatan dengan MARA Patani, sebuah kelompok yang menaungi dialog dengan kelompok-kelompok pemberontak di wilayah selatan Thailand, terkait permintaan dibentuknya sebuah zona aman yang meliputi lima wilayah di tiga provinsi selatan Thailand.

Kesepakatan itu diduga tidak berlanjut karena hingga saat ini nama-nama wilayah di tiga provinsi tersebut belum diumumkan.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Coconuts.co

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Berdasar Empat Hal Ini, Majelis Hakim Diminta Segera Vonis Ahok

Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Nurhayati, menyebutkan bahwa jika melihat fakta persidangan, majelis hakim sudah cukup untuk memvonis bersalah Ahok. Pihaknya mencatat setidaknya ada empat hal yang mampu memberatkan Ahok dalam persidangan.

Selasa, 04/04/2017 19:10 0

Artikel

Snouck dan Jokowi

Lalu bidang Islam yang ketiga menurut Snouck adalah bidang politik. Bidang ketiga inilah yang menurut Snouck harus benar-benar ditumpas Karena bidang inilah yang akan membahayakan hegemoni pemerintahan kolonial di Indonesia.

Selasa, 04/04/2017 18:41 0

Artikel

Anomali Kaum ‘Salafi’

Contoh-contoh di atas hanyalah sebagian kecil, dari berbagai anomali yang terus dipertontonkan kaum 'Salafi'. Tentu saja masih banyak yang tidak terekam, karena memang kita tidak ingin terjebak dalam 'perangkap' mereka. Karena ibarat sebuah peperangan, 'Salafi' ini cukup konsisten dalam membuat gaduh di belakang, di saat kita semua fokus dengan musuh di garis depan.

Selasa, 04/04/2017 17:43 1

Editorial

Editorial: Menakar Makar 313

Akhirnya, publik pun mempertanyakan sikap pemerintah Jokowi yang seolah membela Gubernur Basuki semahal apapun harganya. Pasal makar pada masa kepemimpinan Jokowi, dijadikan sebagai salah suatu keistimewaan guna memberikan perlindungan yang sangat berlebihan terhadap kepentingan kekuasaan.

Selasa, 04/04/2017 16:42 0

Indonesia

Ahok Akui Singgung Al-Maidah 51, Advokat GNPF: Pembuktian yang Sempurna

Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok membenarkan perkataannya yang menyinggung Al-Maidah 51 di Kepulauan Seribu.

Selasa, 04/04/2017 16:10 0

Indonesia

Jelang Dipulangkan, Perwira Brimob Anggota Satgas Tinombala Tembak Kepalanya Sendiri

Jenazah Ipda Zasmi Diaz anggota Satgas Tinombala saat ditemukan rekan-rekanya di SPN Pabuan Panimba, Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (3/4) kemarin.

Selasa, 04/04/2017 13:56 0

Indonesia

Video Singgung Al-Maidah Diputar di Persidangan, Ahok Tak Bantah

Sidang penistaan agama Islam dengan terdakwa Ahok kembali digelar. Dalam sidang ketujuhbelas ini, hakim memeriksa bukti-bukti Ahok menyinggung Al-Maidah ayat 51.

Selasa, 04/04/2017 13:45 0

Indonesia

Tolak Tuduhan Makar, Parmusi: Aksi 313 Sudah Diketahui Presiden

Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam, menolak keras tuduhan Aksi 313 terkait dengan tudingan rencana makar. Menurutnya, hal itu tidak mungkin terjadi karena aksi ini sudah diberitahukan kepada presiden pada tanggal 7 dan 22 maret 2017 lalu.

Selasa, 04/04/2017 12:10 0

Tazkiyah

Awas!!! Daging Ulama itu Beracun

Imam An-Nawawi menukil dari Ibnu Asakir, yang mengatakan, “Ketahuilah bahwa daging ulama itu beracun. Kebiasaan Allah dalam membuka aurat orang yang memakannya sudahlah maklum. Barang siapa yang lisannya berani menggunjing atau mencela ulama’, Allah pasti akan menimpakan padanya (bala’) berupa kematian hati.”

Selasa, 04/04/2017 11:30 0

Indonesia

HNW: Pasal Makar Bisa Lahirkan Hukum Rimba

"Bahayanya, orang bisa ditangkap dan dihukum seumur hidup, tanpa ada pembuktian yang jelas, jika berhubungan dengan pasal karet, nggak ada tolak ukurnya, penangkapan itu berdasarkan kepada kepentingan politik, dan pesanan politik, ataupun like dislike, dekat dengan pemerintah atau tidak, jadi sesuai dengan maunya pemerintah. Ini bukan hukum, tapi hukum rimba," ungkapnya di DPR RI, Senin (3/4).

Selasa, 04/04/2017 11:00 0

Close