... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Anomali Kaum ‘Salafi’

Foto: Ilustrasi.

KIBLAT.NET – Membaca langkah ‘Salafi’ dalam pusaran dinamika umat, berarti membaca sebuah anomali. Saat umat sibuk meminta keadilan bagi penista Al-Quran, mereka malah gencar mengharamkan demo.

Tak hanya itu, salah satu ustadz ‘Salafi’ malah menyebut persatuan umat ini sebagai ‘persatuan kebun binatang’. Di lain kesempatan, ustadz ‘Salafi’ yang lain malah lebih ekstrim. Ia dengan berani menghalalkan darah para demonstran. “Itung-itung ngurangi kepadatan penduduk,” katanya. Sebuah lelucon yang sama sekali tak memancing tawa.

Saat umat berduka dengan pembantaian Aleppo, mereka membuat propaganda, membandingkan Aleppo sebelum dan setelah perang. Mereka buat sendiri rumus, teori bagaimana berjihad dan memenangkan jihad, yang miskin ruh perjuangan, jauh dari tuntunan Quran-Hadits, dan hanya berisi janji-janji surga. Karena tak pernah sekalipun tercatat dalam sejarah, kejayaan dan kemuliaan Islam tercapai dengan cara yang mereka rumuskan.

Paling terbaru adalah tahdzir (celaan) mereka terhadap Ustadz Adi Hidayat, dai muda yang tengah naik daun. Namanya tahdzir, jauh dari semangat ukhuwah dan muatan ilmiah. Meski belakangan, alhamdulillah sepertinya mereka bersikap melunak setelah melihat reaksi ummat, maupun respon cerdas Ustadz Adi sendiri.

Contoh-contoh di atas hanyalah sebagian kecil, dari berbagai anomali yang terus dipertontonkan kaum ‘Salafi’. Tentu saja masih banyak yang tidak terekam, karena memang kita tidak ingin terjebak dalam ‘perangkap’ mereka. Karena ibarat sebuah peperangan, ‘Salafi’ ini cukup konsisten dalam membuat gaduh di belakang, di saat kita semua fokus dengan musuh di garis depan.

meme anti salafi

Melihat hal-hal di atas, menjadi menarik untuk mengkritisi ‘Salafi’, terutama dari sudut pandang kaum profesional. Pertama, pastinya ‘Salafi’ jauh dari sikap profesionalisme. Dalam dunia profesional, kita tidak akan mencampuri bidang yang memang bukan keahlian kita. Seorang Engineer tidak akan merecoki kerjaan Accountant, begitu sebaliknya. Keduanya, jika memiliki sikap profesional, harus saling sinergi, untuk mencapai tujuan perusahaan.

BACA JUGA  Di Bawah Bayang-bayang Tragedi Utang Turki Usmani

Tetapi ‘Salafi’ lain. Mereka merasa sah untuk mengkritisi kaum jihadis, misalnya, meski mereka ‘gak pernah mengalami sendiri dunia jihad. Alih-alih saling sinergi, kaum jihadis ini mereka labeli dengan hal-hal yang kontra-produktif, malah seringkali mereka menjadi ‘corong’ propaganda musuh. Entah itu disengaja, atau faktor kebodohan semata.

Kedua, ‘Salafi’ itu ‘consistently inconsistent’. Mereka sering mencontohkan, bagaimana Imam Ahmad dan Ibnu Taimiyyah sampai dipenjara karena teguh memegang prinsip di hadapan penguasa, tetapi tak seorangpun dari asatidzah mereka yang karena gigihnya dalam berjuang, sampai masuk penjara. Sebaliknya, mereka malah melabeli para Ulama yang masuk penjara sebagai Khawarij, maupun istilah lain yang semisal dengannya.

Ketiga, ‘Salafi’ jauh dari sikap ‘walk the talks’. Padahal ini sangat penting, karena intisari Ash-Shaf ayat 3 adalah ‘walk the talks’ ini. Kita lihat bagaimana ‘Salafi’ begitu gencar memberantas syirik, bid’ah dan berbagai penyakit ummat lainnya, tetapi membisu ketika hal-hal itu dipraktekkan penguasa. Paling banter, cuma berani ngomong di pengajian. ‘Gak berani setegas saat pelakunya adalah orang awam.

‘Salafi’ selalu mengklaim jalan mereka-lah yang paling sesuai dengan kehidupan Rasul dan para Sahabat, tetapi realitasnya sering bertolak-belakang. Para Sahabat banyak menghabiskan hidupnya di medan-medan jihad, mereka justru mengkritisi kaum jihadis. Tubuh dan pakaian mereka bersih dari debu jihad. Para Sahabat mencukupkan dengan hidup sederhana, mereka sampai punya program ‘Muslim Family Land’, sebuah acara mirip outbound dengan fasilitas ‘super wah’, dalam kacamata Islam.

BACA JUGA  Wilayatul Faqih, Agenda Politik Kaum Syiah

Tentu masih banyak lagi ketidak-profesionalan ‘Salafi’, tetapi 3 hal di atas telah mencakup nilai-nilai yang prinsipil sifatnya. Sebagai sesama Muslim, kita dituntut untuk terus mengingatkan mereka. Misalnya, mengingatkan bahwa agama ini adalah agama amal sholeh, yang tidak cukup dipraktekkan hanya dari pengajian ke pengajian. Dengan amal sholeh, menjadi praktisi lapangan, akan mengurangi syahwat dalam mentahdzir kelompok lainnya.

Cara kedua, dengan mengajak para asatidzah mereka berangkat ke garis depan, pergi ke medan-medan jihad. Biarkan para asatidzah menyaksikan sendiri, mulai dari kesabaran para jihadist, sampai kehati-hatian kemana moncong senjata mereka arahkan. Pengalaman-pengalaman seperti ini, saya yakin mampu merubah paradigma mereka dalam berislam.
Selebihnya, hidayah tentu hak prerogatif Allah SWT. Wallohu a’lam.[fjr]

 

Ditulis oleh: Madi Hakim, praktisi industri migas, tinggal di Purwokerto.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Anomali Kaum ‘Salafi’”

  1. Jojo

    Loh..salafi udah jihad dimana mana. Di suriah ada mujahidin annushroh. Dan banyak lagi kelompok kelompok kecil salafiyah yang berjihad disana. Justru FPI dan islam abangan yang masih sibuk garap sawah ladang,sembari menebar fitnah rutin di dunia maya pada salafiyah. Saya akui salafi ada banyak kelompok. Ada yang extrime,tapi pada dasarnya orangnya baik. Dan tidak suka mengkafir kafirkan seperti yang di fitnah fitnah selama ini.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tunisia

Tunisia Tutup Klub Malam Pasca DJ Mainkan Music Remix dengan Adzan

Pihak berwenang Tunisia telah menutup klub malam dan memulai penyelidikan setelah seorang DJ memainkan rekaman musik remix yang dipadukan dengan suara adzan.

Selasa, 04/04/2017 17:21 0

Editorial

Editorial: Menakar Makar 313

Akhirnya, publik pun mempertanyakan sikap pemerintah Jokowi yang seolah membela Gubernur Basuki semahal apapun harganya. Pasal makar pada masa kepemimpinan Jokowi, dijadikan sebagai salah suatu keistimewaan guna memberikan perlindungan yang sangat berlebihan terhadap kepentingan kekuasaan.

Selasa, 04/04/2017 16:42 0

Indonesia

Ahok Akui Singgung Al-Maidah 51, Advokat GNPF: Pembuktian yang Sempurna

Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok membenarkan perkataannya yang menyinggung Al-Maidah 51 di Kepulauan Seribu.

Selasa, 04/04/2017 16:10 0

News

Bertemu Kuasa Hukum Tertuduh Makar, Ketua Komnas HAM: Saya Siap Ditahan sebagai Jaminan

Ketua Tim Pengacara Muslim, Ahmad Michdan yang juga menjadi kuasa hukum dari Sekretaris Jenderal Forum Ummat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath, mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk melaporkan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat kepolisian saat menangkap pimpinan Aksi 313 ini.

Selasa, 04/04/2017 15:23 0

Amerika

Perubahan Kebijakan AS di Suriah Dinilai Hanya Sebatas Wacana

Pekan lalu, sejumlah pejabat pemerintah AS mengisyaratkan akan adanya suatu perubahan besar terkait kebijakan Amerika, dan menegaskan bahwa masa depan Presiden Bashar Assad tergantung pada keinginan rakyat Suriah.

Selasa, 04/04/2017 14:49 0

Turki

Turki Siapkan Operasi Militer Baru di Suriah

Setelah berakhirnya Operasi Efrat Shield akhir Maret lalu, Turki berencana mengadakan operasi militer baru di dalam Suriah terhadap kelompok yang dianggap organisasi teroris oleh Ankara.

Selasa, 04/04/2017 14:20 0

Indonesia

Jelang Dipulangkan, Perwira Brimob Anggota Satgas Tinombala Tembak Kepalanya Sendiri

Jenazah Ipda Zasmi Diaz anggota Satgas Tinombala saat ditemukan rekan-rekanya di SPN Pabuan Panimba, Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (3/4) kemarin.

Selasa, 04/04/2017 13:56 0

Indonesia

Video Singgung Al-Maidah Diputar di Persidangan, Ahok Tak Bantah

Sidang penistaan agama Islam dengan terdakwa Ahok kembali digelar. Dalam sidang ketujuhbelas ini, hakim memeriksa bukti-bukti Ahok menyinggung Al-Maidah ayat 51.

Selasa, 04/04/2017 13:45 0

Eropa

Tolak Wawancara Kerja Muslimah Berjilbab, Perusahaan di Swedia Dituntut

The Equality Ombudsman (DO) merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi hukum yang berkaitan dengan diskriminasi jenis kelamin, identitas transgender atau ekspresi, etnis, agama atau kepercayaan lainnya , cacat, orientasi seksual atau usia.

Selasa, 04/04/2017 12:30 0

Indonesia

Tolak Tuduhan Makar, Parmusi: Aksi 313 Sudah Diketahui Presiden

Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam, menolak keras tuduhan Aksi 313 terkait dengan tudingan rencana makar. Menurutnya, hal itu tidak mungkin terjadi karena aksi ini sudah diberitahukan kepada presiden pada tanggal 7 dan 22 maret 2017 lalu.

Selasa, 04/04/2017 12:10 0

Close