... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

6 Orang Ini Telah Dihukum Karena Menista Agama, Bagaimana dengan Ahok?

Foto: Basuki Tjahaja Purnama alisa Ahok

KIBLAT.NET, Jakarta – Hingga sidang keenambelas, keputusan hukum terhadap tersangka penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum juga diberlakukan. Ahok dijadikan tersangka atas tindak pidana penistaan, penghinaan, penodaan agama di Indonesia sebagaimana dimaksud 156a KUHP jo pasal 28 ayat 2 UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik karena pidatonya di Kepulauan Seribu.

Dalam kesempatan itu, pada hari Selasa 27 September 2016, Ahok menyinggung Al-Qur’an dengan menyitir Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di hadapan warga dan pejabat setempat. Saat itu ia mengatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

Sebelum kasus Ahok mencuat, beberapa kasus penistaan agama di Indonesia telah terjadi dan pelakunya harus menjalani masa hukuman. Di antaranya adalah 6 kasus penistaan agama yang dilakukan oleh orang-orang berikut ini:

1. Lia Eden
Nama Syamsuriati atau Lia Eden telah melakukan penistaan agama karena dia menyerukan pengahapusan seleuruh agama. Atas perbuatanya tersebut dia dijatuhi hukuman penjara 2 tahun 6 bulan pada tahun 2006.

Seolah tak kapok, Lia kembali mengulangi perbuatannya. Kali ini, dia menyebarkan ratusan brosur yang berisi penistaan agama. Hingga akhirnya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2 Juni 2009 mengganjar Lia dengan hukuman penjara 2,5 tahun.

BACA JUGA  BPIP Sebut Pelajar yang Demo Omnibus Law Perlu Diterapi Khusus

2. Andrew Handoko
Andrew Handoko Putra adalah seseorang keturunan Cina yang di vonis penjara 1,5 tahun oleh hakim pengadilan Negri Semarang pada Senin (20/3/2017) beberapa hari lalu. Dia divonis hukuman karena telah terbukti dengan sengaja melakukan penistaan agama dengan merobek-robek Al-Qur’an pada Oktober tahun lalu. Kejadian itu terjadi di Solo, namun pengadilan memindahkan lokasi sidang ke Pengadilan Negeri Semarang karena alasan keamanan.

3. Tajul Muluk 
Kasus penistaan agama juga terjadi pada tahun 2012, pimpinan Syiah Kabupaten Sampang, Tajul Muluk dianggap melakukan penodaan agama karena menyatakan kitab suci Al-Qur’an yang beredar saat ini tidak orisinal. Tajul kemudian divonis penjara 2 tahun penjara.

4. Permadi
Politisi Gerindra, Permadi juga pernah ditangkap karena telah melakukan penistaan agama karena mengatakan Nabi Muhammad adalah dikatator. Kejadian itu terjadi tahun 1993/1994. Akhir-akhir ini permadi juga meminta kepada kepolisian agar ditegakkan keadilan hukum kepada Ahok seperti yang dialami oleh dirinya.

“Arswendo Atmowiloto pernah dituduh menghina agama Islam, langsung ditangkap, ditahan, sebelum diperiksa. Lia Aminuddin, juga begitu. Dan puluhan orang yang dituduh melakukan penistaan agama langsung ditangkap, langsung ditahan, langsung diadili, langsung dipenjara. Termasuk saya,” ujarnya dalam sebuah wawancara seperti yang diberitakan Hidayatulloh.com.

5. Pengurus Gafatar
Enam Pria pengurus Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) Aceh di tahan oleh kapolresta Banda Aceh karena telah melakukan penistaan agama yaitu menyebarkan paham Millata Abraham, yang sudah dilarang dan dinyatakan sesat oleh musyawarah pimpinan daerah dan ulama di Aceh. Dianggaap bersalah keenam pengurus itu dihukum 3 dan 4 tahun penjara.

BACA JUGA  Fraksi PKS Nilai Keputusan Politik Pemerintah Oligarkis dan Minim Diskusi

6. Arswendo Amowiloto
Arswendo Amoiloto adalah pimpinan surat kabar Tabloid Monitor. Dia di tahan 5 Tahun dengan dakwaan melakukan penistaan agama pada tahun 1990 atau di era pemerintahan Presiden Soeharto. Pada salah satu edisinya, media tersebut mengeluarkan polling bertajuk “Kagum 5 Juta”. Menurut hasil jajak pendapat itu, yang paling dikagumi pembaca Monitor adalah Soeharto di urutan teratas, disusul BJ Habibie, Soekarno, dan musisi Iwan Fals di tempat ke-4. Arswendo di peringkat 10, sedangkan Nabi Muhammad berada satu tingkat di bawahnya, nomor 11.

Hasil poling yang tidak jelas ini membuat umat Islam di Indonesia marah. Pada 17 Oktober 1990, Umat Islam melakukan demonstrasi. Pemimpin Redaksi Monitor itupun diproses secara hukum. Ia dibui lima tahun. Monitor pun dilarang terbit. Pada 23 Oktober 1990 Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) nomor 194/1984 dicabut oleh Menteri Penerangan Harmoko.

Reporter: Furqon Amrulloh
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Yogi Adityanath Dinilai Akan Sukseskan Program Hindutva, India Tanpa Muslim

Hindutva, secara kasar diterjemahkan sebagai "Hinduness", yaitu upaya untuk menciptakan tanah air Hindu yang bebas dari para pemeluk agama selain Hindu.

Rabu, 29/03/2017 13:33 0

Pakistan

Amnesty: Pasukan India Bertindak Sewenang-wenang di Kashmir

Amnesty International mengatakan bahwa pasukan keamanan India menggunakan kekuatan berlebihan dan bertindak sewenang-wenang terhadap para demonstran di Jammu dan Kashmir.

Rabu, 29/03/2017 12:17 0

Irak

Nasib Terduga ISIS di Mosul: Bebas Penuh Luka atau Pulang Tinggal Nama

Menurut laporan portal berita Al-Hayat, yang mengonfirmasi ke lapangan, warga yang dicurigai ditangkap oleh dinas keamanan dua lembaga keamanan pemerintah tersebut untuk diinterogasi. Mereka baru dilepaskan setelah dipastikan tidak ada bukti keterkaitan dengan

Rabu, 29/03/2017 11:21 0

Afghanistan

Taliban Rilis Peta Wilayah yang Dikuasai

Taliban juga mengakui masih ada sejumlah wilayah luas di Afghanistan yang belum mereka kontrol secara penuh. Laporan bertajuk "Prosentase Wilayah yang dikuasai Mujahidin" ini dipublikasikan oleh Komisi Urusan Budaya di bawah Imarah Islam pada hari Ahad (26/03) melalui situs resmi Voice of Jihad.

Rabu, 29/03/2017 10:18 1

Suara Pembaca

Santriwati Penghafal Al-Qur’an Alami Kelainan Pembuluh Darah di Otak, Mari Bantu!

Sarah (13), salah satu santriwati Pondok Pesantren Ummul Mukminin Aisyah Bogor ini dikenal teman-temannya dan para ustadz-ustadzah adalah santri yang penuh semangat. Namun di balik senyum cerianya, Sarah menyimpan sakit yang membuatnya harus istirahat total dari kegiatan belajar.

Rabu, 29/03/2017 08:39 0

Suriah

Pasukan Elit Tahrir Al-Syam Serbu Barak Milisi Hizbullah Lebanon

"Sekelompok anggota unit pasukan elit HTS menyerbu lokasi Hizbullah di pos Al-Kush di kawasan Jurud Falithah di Qalamun barat," kata kantor berita Iba'.

Rabu, 29/03/2017 07:40 0

Yaman

Yaman Mengklaim Tangkap Tokoh Senior Al-Qaidah Semenanjung Arab

Penangkapan terhadap tokoh senior AQAP dilakukan setelah militer Yaman menyerang sebuah rumah di pedesaan Hadramaut

Selasa, 28/03/2017 21:28 0

Rusia

Intensitas Serangan Pejuang Suriah Meningkat, Iran-Rusia Perkuat Kerjasama Militer

Hubungan militer antara Rusia dan Iran semakin meningkat. Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan bahwa Rusia dapat menggunakan pangkalan militer Iran untuk meluncurkan serangan udara terhadap gerilyawan di Suriah.

Selasa, 28/03/2017 20:10 0

Artikel

Neraca Loyalitas, dari Abu Ubaidah bin Jarrah Hingga Donald Trump

elajar dari Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Donald Trump akan betapa pentingnya neraca yang kita gunakan sebagai panduan loyalitas. Salah kita memilih neraca, maka salah pula kita dalam memilih teman.

Selasa, 28/03/2017 19:00 0

Suriah

Kabar dari Salma, Pejuang Suriah Jatuhkan Helikopter Assad di Latakia

Pejuang Suriah berhasil menjatuhkan sebuah helikopter tempur milik rezim Bashar Assad di pedesaan Latakia pada Senin (27/03) pagi. Helikopter terbang setelah menjatuhkan birmil ke kawasan pemukiman warga.

Selasa, 28/03/2017 14:52 0

Close
CLOSE
CLOSE