Menhan Prancis: Pertempuran Raqqah Dimulai dalam Waktu Dekat

KIBLAT.NET, Paris – Menteri Pertahanan Prancis, Jean-Yves Odrian, mengungkapkan bahwa kampanye militer untuk merebut Raqqah dari Daulah Islamiyah (ISIS) akan mulai dalam beberapa hari mendatang. Pernyataan ini dikeluarkan menteri negara anggota koalisi internasional anti ISIS itu beberapa hari setelah operasi pasukan khusus AS di Raqqah.

“Hari ini kita dapat mengatakan Raqqah sudah terkepung. Pertempuran Raqqah akan dimulai beberapa hari ke depan,” kata Odrian seperti dilansir Al-Jazeera.

Odrian memprediksi pertempuran ini akan berlangsung sengit dan sulit. Karena ini merupakan pertempuran inti dan sangat penting.

Dia juga menunjukkan akan bertemu koleganya James Mattis di Washington untuk membicarakan ini. Selain itu, pertemuan itu juga membahas perkembangan di Mosul.

Prancis sendiri menerjunkan sekitar 1500 pilot tempur dan ahli artileri serta penasihat militer untuk mendukung pasukan Irak menghadapi ISIS. Negera Eropa itu termasuk penyumbang kekuatan utama dalam koalisi AS anti ISIS.

Pernyataan Menteri Prancis ini keluar beberapa hari setelah Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengumumkan bahwa pasukan koalisi internasional untuk pertama kalinya menerjunkan pasukan darat untuk menyerang pertahanan ISIS di dekat kota Tabqah. Operasi ini sebagai upaya untuk membuka front baru menghadapi ISIS di Raqqah.

Tabqah disinyalir menjadi basis ISIS di Raqqah. Para komandan pasukan Abu Bakar Al-Baghdadi itu terfokus di kota tersebut.

Operasi itu diluncurkan militer AS bekerja sama dengan milisi Kurdi. Meski sempat menduduki sejumlah wilayah strategis di Tabqah, pasukan Kurdi dilaporkan mundur beberapa saat kemudian setelah ISIS melakukan serangan balik.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat