Mantan Diktator Mesir, Husni Mubarak Dibebaskan

KIBLAT.NET, Kairo – Mantan diktator Mesir, Husni Mubarak bebas setelah menjalani masa tahanan selama enam tahun. Ia dinyatakan bebas dari tuduhan perencanaan pembunuhan terhadap ratusan demonstran pada 2011.

Pria 88 tahun itu meninggalkan rumah sakit militer di Maadi, Kairo tempat ia ditahan pada Jumat (24/03). Ia kembali ke rumahnya di kawasan elit Heliopolis didampingi pengawalan ketat,

Pengacara Husni Mubarak, Farid Al-Deeb mengatakan kepada media Mesir, Al-Masry Al-Youm bahwa ia merayakan kebebasannya dengan sarapan bersama istri, Suzanne dan dua putranya, Alaa dan Gamal.

Mubarak resmi dibebaskan awal bulan ini. Setelah pengadilan banding tertinggi Mesir membebaskan namanya dari dakwaan atas kasus kematian 900 warga Mesir, selama demonstrasi 25 Januari hingga 11 Februari 2011.

Pada 2012, Mubarak pernah divonis hukuman seumur hidup. Namun, dua tahun kemudian pengadilan banding mencabut putusan itu .

Pasca Mubarak yang telah berkuasa selama 29 tahun digulingkan oleh rakyat. Mesir menggelar pemilihan umum pertama. Pemimpin partai politik Ikhwanul Muslimin Muhammad Mursi memenangkan pemilu tersebut. Setahun berkuasa Mursi pun digulingkan oleh kudeta militer pada 2013.

Kepala Militer Abdel Fattah As-Sisi menobatkan diri sebagai presiden. Ia melakukan tindakan kekerasan terhadap Mursi dan para anggota Ikhwanul Muslimin. Kelompok hak asasi manusia menyebutkan 60 ribu tahanan politik mendekam di penjara Mesir.

Sebaliknya, satu per satu tokoh pada masa kepemimpinan Mubarak dibebaskan dari segala tuduhan. Serangkaian hukum yang membatasi kebebasan politik telah menimbulak kekhawatiran di kalangan aktivis. Sebab kebebasan pemerintahan terdahulu bisa saja kembali memegang pengaruh.

“Ketika Husni Mubarak bebas di Mesir, ribuan narapidana mendekam di penjara dengan kondisi mengenaskan,” kata wakil direktur organisasi hak asasi manusia Reprieve, Harriet McCulloch kepada Aljazeera.

“Banyak narapidana dihukuman mati karena melakukan protes. Praktek persidangan secara massal seakan menjadi ejekan terhadap proses hukum,” tegas McCulloch.

“Beberapa yang ditangkap marupakan anak-anak. Seperti seorang anak berkebangsaan Irlandia Ibrahim Halawa yang mendapatkan kekerasan di penjara,” sambungnya.

Ia menuntut pemerintahan Sisi menunjukkan keadilan sistem hukum di Mesir. Dengan cara membebaskan Ibrahim dan ratusan anak lain.

Mubarak adalah mantan kepala angkatan udara dan wakil presiden Mesir. Ia terpilih pasca beberapa pemberontak menyusup ke barisan tentara dan menembak mati presiden Anwar Sadat dalam parade militer pada 1981.

Mubarak yang berjarak beberapa meter dari Sadat tertembak di tangan. Ia dilantik menjadi presiden delapan hari kemudian.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: Al Jazeera

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat