... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Netizen Marah Hastag “Kami Muslim, Kami Penyuka Sejenis” Muncul di Twitter

Foto: Wabah LGBT

KIBLAT.NET, Jakarta – Para pengguna Twitter marah melihat hastag dukungan terhadap kaum homoseksual muncul di laman mereka. Hal yang paling membuat mereka marah adalah hastag itu telah mengatasnamakan Islam.

Dikutip dari Arabi21, Senin (20/03), hastag yang dimaksud berbunyi “Muslimin wa Nuhibbu Al-Mitsliyyin” (Kami Muslim dan Kami Penyuka Sesama Jenis). Berikut komentar para netizen yang marah atas tersebarnya hastag tersebut:

“Siapa yang menyebarkan hastag ini tidak mungkin akan diampuni,” kata seorang netizen.

“Islam dan Muslimin berlepas diri dari kalian (para penyuka sejenis). Bertaubatlah kalian kepada Rabb kalian sebelum ditimpa adzab. Jauhilah perilaku kaumnya Nabi Luth jika kalian beriman kepada Allah,” kata Ahmad Sayyid Hasyimi dalam akunnya.

“Saya Muslimah. Saya tidak menyukai mereka, segala puji bagi Allah yang telah menjauhkanku dari perbuatan itu,” kata seorang netizen dari Kaum Hawa.

“Telah datang zaman di mana sesuatu yang haram dianggap hal yang biasa: minuman keras dianggap minuman penentram jiwa, zina dianggap hubungan suka sama suka, liwath dianggap wajar. Muslim berlepas diri dari tipu daya seperti ini,” kata Abir Sabil.

“Tidakkah kalian ketahui bahwa adzab yang paling berat adalah adzabnya Kaum Luth? Kami berlepas diri dari penyuka sejenis dan orang yang ridha terhadapnya,” kata Ahmad Zahrani.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Arabi21

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar: Mewaspadai Kebangkitan Ideologi Anti Islam

KIBLAT.NET – Komunisme sempat “mati suri” pasca runtuhnya Uni Sovyet dan komunis Eropa Timur. Namun...

Senin, 20/03/2017 14:21 1

Indonesia

Ahok Digelari ‘Santri Kehormatan’, Tengku Zulkarnain: Baru Ada di Zaman Ini

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain turut memberikan tanggapan soal pemberian gelar 'Santri Kehormatan' untuk Ahok. Ia menilai hal tersebut baru terjadi di zaman ini.

Senin, 20/03/2017 14:05 1

Indonesia

KH Ahmad Ishomuddin Besok Jadi Saksi Meringankan Ahok

Pihak terdakwa penistaan Agama, Basuki Thahaja Purnama akan menghadirkan tiga saksi ahli. Hal itu dikatakan oleh koordinator sidang Ahok dari Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution

Senin, 20/03/2017 13:16 1

Video Kajian

Tadzkirah : Jangan Remehkan Kebaikan Kecil

KIBLAT.NET – Bisa dicerna oleh akal, sesuatu hal yang kecil memang tak ada harganya. Padahal,...

Senin, 20/03/2017 11:46 0

Tazkiyah

Akibat Melanggar Sumpah

“Tidak, demi Allah wahai Amirul Mukminin, bait-bait syair itu seolah terpatri di dalam hatiku,” jawabnya. Jariah itu terus menerus gemetaran terguncang, hingga sebelum Subuh tiba, ia pun meninggal dunia.

Senin, 20/03/2017 11:28 0

Indonesia

Kyai Cholil Nafis: Pemilih Pemimpin Non-Muslim Dosa, Tapi Jenazahnya Disalati

Ketua Bidang Dakwah MUI, Ustadz Cholil Nafis, turut memberikan tanggapan soal jenazah umat Islam yang memilih Ahok tidak akan disalatkan.

Senin, 20/03/2017 07:57 0

Indonesia

Kriminalisasi Lembaga Kemanusiaan Dinilai Berdasarkan Like atau Dislike

Selain itu, lanjut dia, yang terjadi juga karena didasari oleh kebencian salah satu pihak. Sehingga kesalahan pihak lain akan dicari-cari, bahkan diadakan.

Ahad, 19/03/2017 16:46 0

Indonesia

Tuduhan IHH dan IHR Bantu “Teroris” di Suriah Tendesius dan Gegabah

Pakar anti terorisme dan Aktivis HAM, Dr Heru Susetyo, SH, LL.M, M.SI, menegaskan bahwa tuduhan itu terlihat tendensius dan menyudutkan salah satu kelompok. Fitnah yang telah terlanjur tersebar ini adalah bola liar yang masih bergulir.

Sabtu, 18/03/2017 22:23 0

Indonesia

Pakar Hukum UI: Selama Sistemnya Baik, Yayasan Tak Boleh Takut

Hal itu ia sampaikan terkait Yayasan Keadilan Untuk Semua (Justice For All) yang beberapa waktu lalu dikriminalisasi oleh aparat. Polisi menuduh ada pelanggaran hukum dalam yayasan pimpinan Ustadz Adnin Armas itu setelah rekeningnya dipinjam oleh GNPF MUI untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212).

Sabtu, 18/03/2017 21:43 0

Indonesia

Mantan Ketua PPATK Nilai Tak Ada TPPU dalam Kasus Dana GNPF MUI

Gerakan Nasional Pengawa Fatwa MUI, atau yang dikenal GNPF MUI, meminjam rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212). Polisi menuduh ada aliran dana mencurigakan keluar dari rekening yayasan tersebut. Hal itu dianggap sebagai pencucian uang.

Sabtu, 18/03/2017 21:28 0