... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Masjid yang Diserang AS di Aleppo Markas Jemaah Tabligh Bukan Al Qaeda

Foto: Kondisi kompleks Masjid Umar bin Khattab yang diserang oleh angkatan udara AS, Kamis lalu.

KIBLAT.NET, Damaskus – Para korban selamat dari serangan maut di Aleppo membantah bahwa Masjid Umar bin Khattab digunakan sebagai markas Al Qaeda. Masjid justeru dikenal sebagai basis Jemaah Tabligh. Tuduhan Amerika Serikat tersebut dinilai tidak mendasar.

Pada Kamis (16/03) pekan lalu, angkatan udara Amerika Serikat menyerang Masjid Umar bin Khattab di Jaynah, sebuah perkampungan kecil yang terletak antara Aleppo dan Idlib. Serangan terjadi ketika masjid bertingkat itu dipenuhi oleh 300 jemaah yang bersiap untuk menggelar solat Isya.

Sehari setelah insiden tersebut, juru bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Jeff Davis membantah telah menyerang rumah ibadah. Pentagon berdalih bahwa yang menjadi target serangan ialah markas Al Qaeda yang berada tepat di sebelah masjid.

Anggota Jemaah Tabligh Suriah, Ibrahim mengatakan bahwa AS berbohong telah menyerang markas Al Qaeda. Ia menegaskan bahwa AS telah menargetkan masjid yang merupakan basis dakwah JT di Aleppo.

“Tidak satupun anggota militer. Masjid ini hanya menyelenggarakan ibadah. Sampai lantai atas, peserta pengajian memenuhi masjid. Sedangkan korban tewas merupakan laki-laki dan anak-anak,” tegas Ibrahim seperti dilansir Anadolu pada Sabtu (18/03).

Selain itu, Abu Ali salah-satu korban selamat membenarkan bahwa Masjid Umar bin Khattab merupakan basis JT. Bahkan menurutnya, tidak ada satupun orang yang memegang senjata di sekitar lokasi kejadian.

“Serangan ini menunjukan sikap pengecut mereka (AS). Mereka takut dengan suara-suara kita dan kata-kata kita. Tidak ada diantara kami teroris, yang menjadi sasaran adalah Jemaah Tabligh. Kami semua muslim. Kami datang untuk beribadah kepada Allah,” tegas Abu Ali yang mengalami luka di lengannya.

Sedikitnya, 58 orang tewas akibat terhimpit reruntuhan bangunan. Sumber pertahanan sipil setempat mengatakan bahwa sebagian besar korban merupakan Jemaah Tabligh. Sedangkan korban luka berkisar puluhan orang.

Menurut kesaksian warga setempat, JT memang rutin mengadakan pengajian pekanan di Masjid Umar bin Khattab setiap malam Jumat. Kajian tersebut diikuti oleh ratusan warga Jaynah.

Perlu diketahui, Jemaah Tabligh didirikan di India pada tahun 1927 oleh Muhammad Ilyas. Kelompok yang fokus berdakwah ini berkembang pesat di India, Pakistan dan memiliki jutaan pengikut yang tersebar di seluruh dunia termasuk Suriah.

Meski Suriah dirundung konflik sejak 6 tahun lalu, Jemaah Tabligh nyatanya berkembang dan memiliki banyak pengajian di Aleppo. Kelompok ini tetap fokus berdakwah dan mengadakan pengajian di sejumlah masjid.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: Anadolu

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kyai Cholil Nafis: Pemilih Pemimpin Non-Muslim Dosa, Tapi Jenazahnya Disalati

Ketua Bidang Dakwah MUI, Ustadz Cholil Nafis, turut memberikan tanggapan soal jenazah umat Islam yang memilih Ahok tidak akan disalatkan.

Senin, 20/03/2017 07:57 0

Indonesia

Kriminalisasi Lembaga Kemanusiaan Dinilai Berdasarkan Like atau Dislike

Selain itu, lanjut dia, yang terjadi juga karena didasari oleh kebencian salah satu pihak. Sehingga kesalahan pihak lain akan dicari-cari, bahkan diadakan.

Ahad, 19/03/2017 16:46 0

Indonesia

Tuduhan IHH dan IHR Bantu “Teroris” di Suriah Tendesius dan Gegabah

Pakar anti terorisme dan Aktivis HAM, Dr Heru Susetyo, SH, LL.M, M.SI, menegaskan bahwa tuduhan itu terlihat tendensius dan menyudutkan salah satu kelompok. Fitnah yang telah terlanjur tersebar ini adalah bola liar yang masih bergulir.

Sabtu, 18/03/2017 22:23 0

Indonesia

Pakar Hukum UI: Selama Sistemnya Baik, Yayasan Tak Boleh Takut

Hal itu ia sampaikan terkait Yayasan Keadilan Untuk Semua (Justice For All) yang beberapa waktu lalu dikriminalisasi oleh aparat. Polisi menuduh ada pelanggaran hukum dalam yayasan pimpinan Ustadz Adnin Armas itu setelah rekeningnya dipinjam oleh GNPF MUI untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212).

Sabtu, 18/03/2017 21:43 0

Profil

Perjalanan Dakwah dan Jihad Abdul Haq At Turkistani (2/2)

Edisi kedua ini kita akan membahas perjuangan Abdul Haq ketika di Afghanistan kemudian diangkat menjadi amir TIP ketiga dan bangkitnya Abdul Haq setelah diberitakan kematiannya.

Sabtu, 18/03/2017 21:30 0

Indonesia

Mantan Ketua PPATK Nilai Tak Ada TPPU dalam Kasus Dana GNPF MUI

Gerakan Nasional Pengawa Fatwa MUI, atau yang dikenal GNPF MUI, meminjam rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212). Polisi menuduh ada aliran dana mencurigakan keluar dari rekening yayasan tersebut. Hal itu dianggap sebagai pencucian uang.

Sabtu, 18/03/2017 21:28 0

Indonesia

Pakar: Amerika Serikat Subjektif Dalam Menentukan Teroris

Amerika Serikat yang mengaku sebagai negara terdepan dalam pemberantasan terorisme, kerap kali menentukan teroris secara subjektif

Sabtu, 18/03/2017 20:54 0

Indonesia

Tuduhan Pencucian Uang, Begini Cerita Adnin Armas saat Diperiksa Bareskrim

Diskusi publik bertema 'Kriminalisasi Pengelolaan Dana Kemanusiaan di Indonesia' Ustadz Adnin Armas, yang telah disebut Kapolri sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), memaparkan fakta mengenai dirinya saat diperiksa di Bareskrim.

Sabtu, 18/03/2017 14:22 0

Indonesia

Mantan Ketua PPATK: Dana untuk Kepolisian Tidak Semuanya Transparan

Kepolisian Republik Indonesia adalah salah satu lembaga publik. Sudah sepatutnya mengedepankan transparansi dalam seluruh kegiatan maupun pendanaannya.

Sabtu, 18/03/2017 13:50 0

Indonesia

Bachtiar Nasir: Keinginan Revolusi Karena Adanya Ketidakadilan

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ustadz Bachtiar Nashir menilai bahwa gejolak yang terjadi di kalangan umat Islam karena tidak adanya keadilan.

Jum'at, 17/03/2017 20:25 0