... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kanada Berjanji Bantu 120 Juta Dolar untuk Bencana Kelaparan di Afrika dan Yaman

KIBLAT.NET, Ottawa— Pemerintah Kanada pada hari Jumat (17/03) pekan lalu berjanji dan komitmen memberikan bantuan senilai US$ 120 juta (sekitar Rp 1,62 T) untuk membantu meringankan krisis pangan yang melanda empat negara Afrika & Yaman dimana terdapat 20 juta warga terancam mati kelaparan.

Dana yang diperuntukkan bagi warga terdampak di Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, dan Yaman itu datang satu pekan setelah badan dunia PBB meluncurkan sebuah program mendesak penggalangan dana US$ 4,4 milyar untuk program bantuan yang dilakukan sejak bulan Juli tahun lalu sebagai upaya mencegah terjadinya bencana yang lebih besar di kawasan itu.

“Ini merupakan sebuah tragedi kemanusiaan karena situasi yang semakin bertambah buruk dan meluas dimana terdapat lebih dari 20 juta orang tengah menghadapi resiko mati kelaparan,” kata Menteri Pembangunan Internasional, Marie-Claude Bibeau, mewakili pemerintah Kanada.

“Bantuan ini akan diberikan secepatnya ke wilayah-wilayah yang paling terdampak. Kami mendorong semua pihak yang terlibat di negara-negara tersebut untuk membantu memfasilitasi dan memberikan akses bagi misi kemanusiaan sehingga bantuan bisa sampai ke mereka yang paling membutuhkan”.

Sebelumnya, PBB telah memperingatkan bahwa dunia kini sedang menghadapi krisis kemanusiaan terparah sejak akhir era Perang Dunia II karena adanya krisis pangan, yang disebabkan oleh konflik di Nigeria bagian timur laut, Sudan Selatan, dan Yaman, termasuk karena kemarau yang berkepanjangan yang melanda Somalia.

Kanada mengatakan, bantuan dana mereka akan diperuntukkan secara khusus bagi kebutuhan wanita dan anak-anak, termasuk untuk menyediakan kebutuhan akan pangan, layanan kesehatan, air bersih, dan berbagai fasilitas sanitasi lainnya.

Dengan bantuan ini, Kanada telah memberikan suatu contoh yang baik bagi negara-negara Barat, terutama tetangga terdekatnya, yaitu AS, untuk lebih banyak peduli & membantu sesama daripada menghabiskan trilyunan uang hanya untuk perang dan biaya invasi ke negeri orang.

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: Worldbulletin

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kyai Cholil Nafis: Pemilih Pemimpin Non-Muslim Dosa, Tapi Jenazahnya Disalati

Ketua Bidang Dakwah MUI, Ustadz Cholil Nafis, turut memberikan tanggapan soal jenazah umat Islam yang memilih Ahok tidak akan disalatkan.

Senin, 20/03/2017 07:57 0

Indonesia

Kriminalisasi Lembaga Kemanusiaan Dinilai Berdasarkan Like atau Dislike

Selain itu, lanjut dia, yang terjadi juga karena didasari oleh kebencian salah satu pihak. Sehingga kesalahan pihak lain akan dicari-cari, bahkan diadakan.

Ahad, 19/03/2017 16:46 0

Indonesia

Tuduhan IHH dan IHR Bantu “Teroris” di Suriah Tendesius dan Gegabah

Pakar anti terorisme dan Aktivis HAM, Dr Heru Susetyo, SH, LL.M, M.SI, menegaskan bahwa tuduhan itu terlihat tendensius dan menyudutkan salah satu kelompok. Fitnah yang telah terlanjur tersebar ini adalah bola liar yang masih bergulir.

Sabtu, 18/03/2017 22:23 0

Indonesia

Pakar Hukum UI: Selama Sistemnya Baik, Yayasan Tak Boleh Takut

Hal itu ia sampaikan terkait Yayasan Keadilan Untuk Semua (Justice For All) yang beberapa waktu lalu dikriminalisasi oleh aparat. Polisi menuduh ada pelanggaran hukum dalam yayasan pimpinan Ustadz Adnin Armas itu setelah rekeningnya dipinjam oleh GNPF MUI untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212).

Sabtu, 18/03/2017 21:43 0

Profil

Perjalanan Dakwah dan Jihad Abdul Haq At Turkistani (2/2)

Edisi kedua ini kita akan membahas perjuangan Abdul Haq ketika di Afghanistan kemudian diangkat menjadi amir TIP ketiga dan bangkitnya Abdul Haq setelah diberitakan kematiannya.

Sabtu, 18/03/2017 21:30 0

Indonesia

Mantan Ketua PPATK Nilai Tak Ada TPPU dalam Kasus Dana GNPF MUI

Gerakan Nasional Pengawa Fatwa MUI, atau yang dikenal GNPF MUI, meminjam rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212). Polisi menuduh ada aliran dana mencurigakan keluar dari rekening yayasan tersebut. Hal itu dianggap sebagai pencucian uang.

Sabtu, 18/03/2017 21:28 0

Indonesia

Pakar: Amerika Serikat Subjektif Dalam Menentukan Teroris

Amerika Serikat yang mengaku sebagai negara terdepan dalam pemberantasan terorisme, kerap kali menentukan teroris secara subjektif

Sabtu, 18/03/2017 20:54 0

Indonesia

Tuduhan Pencucian Uang, Begini Cerita Adnin Armas saat Diperiksa Bareskrim

Diskusi publik bertema 'Kriminalisasi Pengelolaan Dana Kemanusiaan di Indonesia' Ustadz Adnin Armas, yang telah disebut Kapolri sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), memaparkan fakta mengenai dirinya saat diperiksa di Bareskrim.

Sabtu, 18/03/2017 14:22 0

Indonesia

Mantan Ketua PPATK: Dana untuk Kepolisian Tidak Semuanya Transparan

Kepolisian Republik Indonesia adalah salah satu lembaga publik. Sudah sepatutnya mengedepankan transparansi dalam seluruh kegiatan maupun pendanaannya.

Sabtu, 18/03/2017 13:50 0

Indonesia

Bachtiar Nasir: Keinginan Revolusi Karena Adanya Ketidakadilan

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ustadz Bachtiar Nashir menilai bahwa gejolak yang terjadi di kalangan umat Islam karena tidak adanya keadilan.

Jum'at, 17/03/2017 20:25 0