... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Daerah Strategis yang Direbut Pejuang Suriah dalam Pertempuran “Ya Ibadullah Utsbutuu”

Foto: Serangan udara militer Suriah/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Damaskus – Pasukan oposisi Suriah, Ahad (19/03), mengontrol sejumlah lokasi strategis di timur ibukota Damaskus. Sebelumnya serangan mengejutkan diluncurkan oleh pejuang Suriah sebagai tanda memanasnya kembali front di kawasan itu.

“Pejuang Faylaq Ar-Rahman bersama faksi pejuang lainnya, melancarkan serangan terhadap pasukan rezim yang berada di timur kota Damaskus. Serangan diluncurkan dari kawasan sisi utara Jobar, yang dikendalikan oleh oposisi,” kata Wa’il Ulwan, juru bicara Fraksi Faylaq Ar-Rahman yang aktif di Damaskus dan pedesaannya, kepada Anadolu Agency.

Dia menunjukkan bahwa target operasi ini membuka jalan ke lingkungan Qaboun, yang berada di ibukota. Lingkungan yang dikontrol oposisi itu diblokade oleh militer rezim selama hampir tiga tahun.

Sejumlah lokasi strategis berhasil direbut dalam serangan cepat ini. Pejuang mengontrol kawasan Pabrik Tekstil dan Perusahaan Sadcob (milik pemerintah yang berwenang mendistribusikan minyak), kawasan pembangkit listrik di daerah Ash-Shana’iyah, yang terletak antara lingkungan Jaubar dan Qaboun. Tidak hanya itu, pejuang juga memutus jalan internasional Homs-Damaskus.

Ditegaskan Ulwan, kemajuan paling penting adalah terbukanya celah menuju lingkungan Qaboun. Bahkan, banyak pejuang yang bisa memasuki lingkungan padat penduduk tersebut untuk memperkuat front dari dua sisi.

Rezim Suriah pun terlihat panik. Serangan udara sengit diluncurkan untuk menghadang laju pejuang. Mortir dan roket ditembakkan bertubi-tubi yang tak pernah dilakukan sebelumnya di kota itu ke wilayah oposisi. Pasukan tambahan diturunkan untuk memperkuat pertahanan.

BACA JUGA  Pejuang Luncurkan Operasi Militer Fase Kedua di Ghautah Timur

Sementara itu, belum diketahui jumlah pasti kerugian pasukan dari pihak militer dan pejuang Suriah. Menurut informasi awal yang sampai kepada pengawas HAM Suriah, korban di barisan rezim berjumlah tujuh pasukan dan pihak pejuang 12 prajurit. Sejumlah informasi yang beredar menyebut puluhan tentara Suriah dan milisi pendukungnya ditawan pasukan oposisi.

Direktur pengawas HAM, Rami Abdurrahman, mengungkapkan bahwa lingkungan Jobar menjadi garis depan pertempuran antara pasukan oposisi dan militer Suriah. Daerah ini juga titik wilayah oposisi paling dekat dengan pusat ibukota Damaskus.

Para pejuang Hai’ah Tahrir Al-Syam, Faylaq Ar-Rahman, Jaiysul Islam, Ahrar Al-Syam dan faksi-faksi lainnya, Ahad pagi, meluncurkan serangan mengejutkan terhadap pos militer rezim di Ghautah Timur. Pertempuran dengan sandi “Ya Ibadullah Utsbutuu” ini diawali dua bom syahid pejuang Tahrir Al-Syam di dua titik srategis.

Dengan cepat, pejuang lainnya bergerak menyerbu pos-pos dan tempat perkumpulan militer lainnya. Suara baku tembak sengit dan ledakan terjadi hampir sepanjang hari itu.

Perlu dicatat, rezim Suriah beberapa waktu terakhir berupaya merebut sejumlah daerah untuk mencekik wilayah pejuang di Ghautah Timur. Tujuannya, supaya pejuang meneken perjanjian meninggalkan wilayah pedesan Damaskus itu. Strategi seperti ini banyak diprakteken militer Suriah di berbagai kota.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: alquds.co.uk

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Senyum Merekah Saat Ranu Muda Dikunjungi JITU di Lapas Semarang

Sebuah senyuman tersungging di bibir Ranu Muda (36 tahun) tatkala keluar dari gerbang berterali besi. Ia menyambut hangat sejumlah wartawan media Islam yang sebagian besar datang dari Jakarta ke Lapas Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah.

Senin, 20/03/2017 17:12 0

Indonesia

Esok, Sidang Perdana Ranu Muda Digelar di PN Semarang

Kasus kriminalisasi anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Ranu Muda Adi Nugroho akan mulai disidangkan secara perdana pada esok hari, Selasa, (21/03) di Pengadilan Negeri Semarang, Jl. Siliwangi No.512, Kembangarum, Semarang Barat, Jawa Tengah.

Senin, 20/03/2017 15:52 0

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar: Mewaspadai Kebangkitan Ideologi Anti Islam

KIBLAT.NET – Komunisme sempat “mati suri” pasca runtuhnya Uni Sovyet dan komunis Eropa Timur. Namun...

Senin, 20/03/2017 14:21 1

Indonesia

Ahok Digelari ‘Santri Kehormatan’, Tengku Zulkarnain: Baru Ada di Zaman Ini

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain turut memberikan tanggapan soal pemberian gelar 'Santri Kehormatan' untuk Ahok. Ia menilai hal tersebut baru terjadi di zaman ini.

Senin, 20/03/2017 14:05 1

Indonesia

KH Ahmad Ishomuddin Besok Jadi Saksi Meringankan Ahok

Pihak terdakwa penistaan Agama, Basuki Thahaja Purnama akan menghadirkan tiga saksi ahli. Hal itu dikatakan oleh koordinator sidang Ahok dari Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution

Senin, 20/03/2017 13:16 1

Video Kajian

Tadzkirah : Jangan Remehkan Kebaikan Kecil

KIBLAT.NET – Bisa dicerna oleh akal, sesuatu hal yang kecil memang tak ada harganya. Padahal,...

Senin, 20/03/2017 11:46 0

Tazkiyah

Akibat Melanggar Sumpah

“Tidak, demi Allah wahai Amirul Mukminin, bait-bait syair itu seolah terpatri di dalam hatiku,” jawabnya. Jariah itu terus menerus gemetaran terguncang, hingga sebelum Subuh tiba, ia pun meninggal dunia.

Senin, 20/03/2017 11:28 0

Indonesia

Kyai Cholil Nafis: Pemilih Pemimpin Non-Muslim Dosa, Tapi Jenazahnya Disalati

Ketua Bidang Dakwah MUI, Ustadz Cholil Nafis, turut memberikan tanggapan soal jenazah umat Islam yang memilih Ahok tidak akan disalatkan.

Senin, 20/03/2017 07:57 0

Indonesia

Kriminalisasi Lembaga Kemanusiaan Dinilai Berdasarkan Like atau Dislike

Selain itu, lanjut dia, yang terjadi juga karena didasari oleh kebencian salah satu pihak. Sehingga kesalahan pihak lain akan dicari-cari, bahkan diadakan.

Ahad, 19/03/2017 16:46 0

Indonesia

Tuduhan IHH dan IHR Bantu “Teroris” di Suriah Tendesius dan Gegabah

Pakar anti terorisme dan Aktivis HAM, Dr Heru Susetyo, SH, LL.M, M.SI, menegaskan bahwa tuduhan itu terlihat tendensius dan menyudutkan salah satu kelompok. Fitnah yang telah terlanjur tersebar ini adalah bola liar yang masih bergulir.

Sabtu, 18/03/2017 22:23 0