... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Front Ghautah Timur Memanas, Pejuang Suriah Rebut Sejumlah Pos Militer

Foto: Operasi Istisyhadiyah pejuang Hai'ah Tahrir Al-Syam untuk membuka pertempuran di Ghautah Timur, Ahad (19/03)

KIBLAT.NET, Damaskus – Pejuang Suriah kembali mengaktifkan front pertempuran dengan militer Suriah. Pada Ahad (19/03), faksi-faksi oposisi Suriah bekerja sama meluncurkan serangan kejutan ke pos-pos militer rezim di front depan di Ghautah Timur.

Kantor berita Al-Jazeera menyebutkan, operasi itu diikuit oleh faksi Faylaq Al-Syam, Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) dan sejumlah faksi lainnya di bawah naungan Free Syrian Army (FSA). Selain itu, Ahrar Al-Syam dan Jaisyul Islam juga dilaporkan ambil bagian dalam pertempuran. Namun HTS menjadi faksi inisiator pertempuran dengan sandi “Ya Ibadullah, Utsbutuu” ini.

Serangan diawali dengan dua bom Isytisyhadiyah menargetkan persimpangan Abbaisyah dan laboratorium Karrasy. Pukulan ini disusul dengan pergerakan cepat oleh para pejuang. Hasilnya, sejumlah titik militer dan gedung serta sebagian kompleks perusahaan listrik berhasil dikuasai.

Sejumlah sumber menambahkan, sejumlah kendaraan militer berhasil dihancurkan dan sejumlah tentara musuh ditawan. Sementara itu, jet rezim berupaya menghadang serangan melalui udara.

Menurut perkiraan analis militer, pasukan oposisi berupaya mencapai kawasan Jaubar dan Al-Qabun yang terkepung di sekitar ibukota. Artinya, mereka ingin menggagalkan rencana rezim menduduki dua kawawasan penduduk itu. Selanjutnya, pejuang ingin mengancam jantung rezim di Damaskus dengan menduduki titik dan jalur strategis yang biasa digunakan militer Suriah menuju sekitar wilayah Ghautah.

Sementara itu, kantor berita AFP melaporkan bahwa unit militer Suriah memutus seluruh jalan menuju kawasan Abbasiyah. Warga juga menutup rumah mereka takut terkena peluru nyasar dan roket.

Jaubar terletak antara Damaskus dan Ghutah Timur, basis utama oposisi di wilayah tersebut. Militer rezim meluncurkan serangkaian serangan udara beberapa hari terakhir menargetkan Ghuatah Timur.

Dalam sebulan terakhir, militer Suriah berupaya merebut sejumlah daerah di Ghautah Timur. Operasi itu bertujuan untuk menekan pasukan oposisi menandatangani kesepakatan yang merugikan.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kyai Cholil Nafis: Pemilih Pemimpin Non-Muslim Dosa, Tapi Jenazahnya Disalati

Ketua Bidang Dakwah MUI, Ustadz Cholil Nafis, turut memberikan tanggapan soal jenazah umat Islam yang memilih Ahok tidak akan disalatkan.

Senin, 20/03/2017 07:57 0

Indonesia

Kriminalisasi Lembaga Kemanusiaan Dinilai Berdasarkan Like atau Dislike

Selain itu, lanjut dia, yang terjadi juga karena didasari oleh kebencian salah satu pihak. Sehingga kesalahan pihak lain akan dicari-cari, bahkan diadakan.

Ahad, 19/03/2017 16:46 0

Indonesia

Tuduhan IHH dan IHR Bantu “Teroris” di Suriah Tendesius dan Gegabah

Pakar anti terorisme dan Aktivis HAM, Dr Heru Susetyo, SH, LL.M, M.SI, menegaskan bahwa tuduhan itu terlihat tendensius dan menyudutkan salah satu kelompok. Fitnah yang telah terlanjur tersebar ini adalah bola liar yang masih bergulir.

Sabtu, 18/03/2017 22:23 0

Indonesia

Pakar Hukum UI: Selama Sistemnya Baik, Yayasan Tak Boleh Takut

Hal itu ia sampaikan terkait Yayasan Keadilan Untuk Semua (Justice For All) yang beberapa waktu lalu dikriminalisasi oleh aparat. Polisi menuduh ada pelanggaran hukum dalam yayasan pimpinan Ustadz Adnin Armas itu setelah rekeningnya dipinjam oleh GNPF MUI untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212).

Sabtu, 18/03/2017 21:43 0

Profil

Perjalanan Dakwah dan Jihad Abdul Haq At Turkistani (2/2)

Edisi kedua ini kita akan membahas perjuangan Abdul Haq ketika di Afghanistan kemudian diangkat menjadi amir TIP ketiga dan bangkitnya Abdul Haq setelah diberitakan kematiannya.

Sabtu, 18/03/2017 21:30 0

Indonesia

Mantan Ketua PPATK Nilai Tak Ada TPPU dalam Kasus Dana GNPF MUI

Gerakan Nasional Pengawa Fatwa MUI, atau yang dikenal GNPF MUI, meminjam rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212). Polisi menuduh ada aliran dana mencurigakan keluar dari rekening yayasan tersebut. Hal itu dianggap sebagai pencucian uang.

Sabtu, 18/03/2017 21:28 0

Indonesia

Pakar: Amerika Serikat Subjektif Dalam Menentukan Teroris

Amerika Serikat yang mengaku sebagai negara terdepan dalam pemberantasan terorisme, kerap kali menentukan teroris secara subjektif

Sabtu, 18/03/2017 20:54 0

Indonesia

Tuduhan Pencucian Uang, Begini Cerita Adnin Armas saat Diperiksa Bareskrim

Diskusi publik bertema 'Kriminalisasi Pengelolaan Dana Kemanusiaan di Indonesia' Ustadz Adnin Armas, yang telah disebut Kapolri sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), memaparkan fakta mengenai dirinya saat diperiksa di Bareskrim.

Sabtu, 18/03/2017 14:22 0

Indonesia

Mantan Ketua PPATK: Dana untuk Kepolisian Tidak Semuanya Transparan

Kepolisian Republik Indonesia adalah salah satu lembaga publik. Sudah sepatutnya mengedepankan transparansi dalam seluruh kegiatan maupun pendanaannya.

Sabtu, 18/03/2017 13:50 0

Indonesia

Bachtiar Nasir: Keinginan Revolusi Karena Adanya Ketidakadilan

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ustadz Bachtiar Nashir menilai bahwa gejolak yang terjadi di kalangan umat Islam karena tidak adanya keadilan.

Jum'at, 17/03/2017 20:25 0