... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Raksasa Komunis Cina dan Rusia Gagalkan Resolusi DK-PBB soal Rohingya

Foto: Rumah warga Rohingya dibakar

KIBLAT.NET, Jenewa – Menurut sejumlah sumber diplomat mengatakan bahwa Cina dan Rusia telah mem-veto sebuah proposal Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (17/03) yang berisi pernyataan keprihatinan atas situasi krisis yang berkembang di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Dalam empat bulan terakhir, militer pemerintah Myanmar melancarkan berbagai serangan dan operasi militer lainnya terhadap warga etnis Rohingya di wilayah Arakan, nama lain Rakhine. Menurut tim investigasi hak-hak asasi manusia PBB bahwa aksi brutal aparat pemerintah Yangon tersebut menyebabkan jatuhnya korban secara masif dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Duta besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, menyampaikan kepada para wartawan bahwa akibat veto Rusia dan Cina, “(Akhirnya) tidak ada konsensus yang disepakati terkait pernyataan tersebut”. Anehnya, masing-masing perwakilan dua negara itu menolak memberikan alasan ketika dimintai keterangan.

Proposal pernyataan yang disusun Inggris itu di antaranya berisi “keprihatinan  atas insiden kekerasan terbaru di beberapa bagian wilayah Myanmar, dan menekankan pentingnya akses bagi bantuan kemanusiaan di seluruh wilayah tersebut”.

“Kami mendukung proses perdamaian, dan kami termasuk salah satu negara pendonor terbesar untuk bantuan kemanusiaan di negara bagian Rakhine,” kata Rycroft yang mewakili Inggris. Bulan Maret ini Inggris mendapat giliran memimpin Dewan Keamanan badan dunia itu.

Adanya sebuah kesepakatan pernyataan tentang ungkapan keprihatinan itu penting bagi Dewan Keamanan PBB karena akan menjadi landasan bagi aksi yang lebih jauh selanjutnya. Namun langkah yang dilakukan oleh dua negara komunis Cina & Rusia sebagai pemegang hak veto nampaknya menjadi sinyal bahwa isu Rohingya (Myanmar) pada akhirnya harus dicoret dari agenda Dewan Keamanan.

BACA JUGA  Dianggap Ilegal, India Bakal Pulangkan 40.000 Muslim Rohingya

Pejabat-pejabat yang membidangi hak asasi manusia PBB menuding militer Myanmar terlibat dalam aksi pembunuhan ekstra-yudisial, pemerkosaan masal, termasuk dugaan pembersihan etnis selama operasi militer terhadap warga Muslim Rohingya.

Sekitar 1,1 juta warga Muslim Rohingya telah menjadi sasaran kebencian warga mayoritas yang beragama Buddha dengan dalih yang tidak masuk akal. Mereka bersikeras menuduh warga Muslim Rohingya sebagai pendatang gelap dari Bangladesh, meskipun faktanya bahwa Muslim Rohingya telah hidup berdampingan secara damai di Myanmar dari generasi ke generasi.

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: World Bulletin

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Raksasa Komunis Cina dan Rusia Gagalkan Resolusi DK-PBB soal Rohingya”

  1. Andy

    Hak Veto sd tidak relevan lagi, bila masih ada hak veto sebaiknya PBB dibubarkan

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tuduhan IHH dan IHR Bantu “Teroris” di Suriah Tendesius dan Gegabah

Pakar anti terorisme dan Aktivis HAM, Dr Heru Susetyo, SH, LL.M, M.SI, menegaskan bahwa tuduhan itu terlihat tendensius dan menyudutkan salah satu kelompok. Fitnah yang telah terlanjur tersebar ini adalah bola liar yang masih bergulir.

Sabtu, 18/03/2017 22:23 0

Indonesia

Pakar Hukum UI: Selama Sistemnya Baik, Yayasan Tak Boleh Takut

Hal itu ia sampaikan terkait Yayasan Keadilan Untuk Semua (Justice For All) yang beberapa waktu lalu dikriminalisasi oleh aparat. Polisi menuduh ada pelanggaran hukum dalam yayasan pimpinan Ustadz Adnin Armas itu setelah rekeningnya dipinjam oleh GNPF MUI untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212).

Sabtu, 18/03/2017 21:43 0

Profil

Perjalanan Dakwah dan Jihad Abdul Haq At Turkistani (2/2)

Edisi kedua ini kita akan membahas perjuangan Abdul Haq ketika di Afghanistan kemudian diangkat menjadi amir TIP ketiga dan bangkitnya Abdul Haq setelah diberitakan kematiannya.

Sabtu, 18/03/2017 21:30 0

Indonesia

Mantan Ketua PPATK Nilai Tak Ada TPPU dalam Kasus Dana GNPF MUI

Gerakan Nasional Pengawa Fatwa MUI, atau yang dikenal GNPF MUI, meminjam rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212). Polisi menuduh ada aliran dana mencurigakan keluar dari rekening yayasan tersebut. Hal itu dianggap sebagai pencucian uang.

Sabtu, 18/03/2017 21:28 0

Indonesia

Pakar: Amerika Serikat Subjektif Dalam Menentukan Teroris

Amerika Serikat yang mengaku sebagai negara terdepan dalam pemberantasan terorisme, kerap kali menentukan teroris secara subjektif

Sabtu, 18/03/2017 20:54 0

Indonesia

Tuduhan Pencucian Uang, Begini Cerita Adnin Armas saat Diperiksa Bareskrim

Diskusi publik bertema 'Kriminalisasi Pengelolaan Dana Kemanusiaan di Indonesia' Ustadz Adnin Armas, yang telah disebut Kapolri sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), memaparkan fakta mengenai dirinya saat diperiksa di Bareskrim.

Sabtu, 18/03/2017 14:22 0

Indonesia

Mantan Ketua PPATK: Dana untuk Kepolisian Tidak Semuanya Transparan

Kepolisian Republik Indonesia adalah salah satu lembaga publik. Sudah sepatutnya mengedepankan transparansi dalam seluruh kegiatan maupun pendanaannya.

Sabtu, 18/03/2017 13:50 0

Indonesia

Bachtiar Nasir: Keinginan Revolusi Karena Adanya Ketidakadilan

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ustadz Bachtiar Nashir menilai bahwa gejolak yang terjadi di kalangan umat Islam karena tidak adanya keadilan.

Jum'at, 17/03/2017 20:25 0

Indonesia

Untuk Kemanusiaan, ACT Juga Beri Bantuan ke Umat Nasrani

Pimpinan Arrahman Quranic Learning (AQL), Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa orang Nasrani yang kelaparan juga akan diberi bantuan oleh Tim ACT.

Jum'at, 17/03/2017 19:28 0

Indonesia

Selain Larangan Adzan, Ini Daftar Aturan Diskriminatif Israel Terhadap Palestina

Sejak melakukan penjajahan, Zionis diketahui telah menerapkan sejumlah peraturan yang merugikan kaum Muslimin.

Jum'at, 17/03/2017 17:54 0