... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tuduhan Pencucian Uang, Begini Cerita Adnin Armas saat Diperiksa Bareskrim

Foto: Ustadz Adnin Armas (kemeja biru).

KIBLAT.NET, Depok –  Ustadz Adnin Armas, yang dituduh terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), memaparkan fakta mengenai dirinya saat diperiksa di Bareskrim. Ia menyebut sejumlah pasal yang disangkakan kepadanya.

“Saat itu saya dipanggil sebagai saksi dalam pasal 3 atau pasal 5 atau pasal 6 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pasal pencucian uang. Saya dianggap melanggar lima pasal. Tiga pasal lain terkait dengan penggelapan, penyalahgunaan dan UU perbankan,” ujar Adnin dalam diskusi publik bertema ‘Kriminalisasi Pengelolaan Dana Kemanusiaan di Indonesia’, Sabtu (18/03).

Adnin menceritakan ketika diperiksa polisi, ia menegaskan bahwa yang dilakukannya adalah ‘meminjamkan rekening’, bukan ‘meminjamkan uang’ seperti yang tercantum dalam pasal pencucian uang. “Saat diperiksa saya sampaikan bahwa saya melakukan peminjaman rekening, bukan meminjam uang, ini keliru,” katanya.

Adnin mengaku, pada saat Aksi Bela Islam 411 hendak berlangsung, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) menghubungi dan memintanya untuk meminjamkan rekening ‘Yayasan Keadilan untuk Semua’ untuk menampung dana sumbangan umat Islam yang jumlah pengirimnya lebih dari lima ribu orang dengan dana terkumpul Rp 6 Miliar.

“Saya bergerak di belakang layar, namun tetap dituduh melakukan tindak pidana pencucian uang atas nama ‘Yayasan Keadilan untuk Semua’. Yayasan tersebut selama ini digunakan GNPF-MUI untuk menampung donasi kaum Muslimin. Bahkan ada salah seorang penderma paling banyak adalah seorang jamaah yang mentransfer sebesar 100 juta rupiah,” jelasnya.

BACA JUGA  Anies Buka Pameran Hewan Kurban

Adnin menerangkan, setelah memberikan rekening dan buku tabungan kepada GNPF, ia sudah tidak mengerti lagi di mana letak pencucian uang tersebut. Ia mengaku bingung dan belum paham mengapa ia dituduh terlibat pidana pencucian uang.

“Saya tidak paham waktu itu, benar-benar nggak paham, terus terang saya bingung. Rekening kan boleh saja dipinjamkan, rahim saja bisa dipinjamkan untuk bayi tabung, masak pinjam rekening saja nggak bisa,” seloroh Adnin.

Pimpinan Majalah Gontor itu pun mengatakan perlu adanya reformasi hukum di Indonesia, karena tuduhan tersebut masih belum terindikasi secara jelas dan tepat.

“Reformasi hukum diperlukan. Di depan mata banyak yang tidak beres. Yang fitnah dilegalkan, yang benar mungkin disalahkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, diskusi yang berlangsung hari Kamis 16 Maret 2017 tersebut bertempat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat dihadiri oleh berbagai pakar dan tokoh seperti Dr Yunus Husein, SH, LL.M (Pakar Anti Tindak Pidana Pencucian Uang), Adnin Armas, MA (Ketua Yayasan Keadilan untuk Semua), Dr Yetty K. Dewi, SH, M.Li (Pakar Hukum Yayasan), Heru Susetyo, SH, LL.M, M.SI, Ph.D (Pakar Anti Terorisme) dan drg. Imam Rullyawan, MARS (Dirut Dompet Dhuafa Filantropi).

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Diskriminasi di Eropa, Erdogan: Lawan Dengan Perbanyak Anak

KIBLAT.NET – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan warga Turki yang tinggal di Eropa untuk...

Sabtu, 18/03/2017 03:51 0

Irak

Cuaca Buruk Landa Mosul, Operasi Militer Dihentikan

“Operasi militer di Kota Tua dari sisi kanan Mosul dihentikan pada Kamis disebabkan cuaca buruk dan hujan. Kami tidak bisa bergerak tanpa dukungan udara sementara terjadi kabut tebal,” kata pernyataan militer Irak, Kamis, seperti dilansir Reuters Arabic.

Jum'at, 17/03/2017 20:33 0

Somalia

Kecewa Lembaga Kemanusiaan, Al-Shabaab Distribusikan Bantuan Sendiri

bencana kekerigan yang melanda Somalia telah menyebabkan krisis kemanusian. Awal bulan ini, seratus lebih warga meninggal kelaparan dalam dua hari akibat hilangnya makanan pokok. Kemarau panjang membuat sawah dan ladang kering.

Jum'at, 17/03/2017 18:56 0

Artikel

Anti Arab atau Anti Islam?

Bangsa Arab adalah bangsa yang dipilih oleh Allah sebagai tempat kelahiran manusia paling mulia di jagad raya. Di sana Al-Qur’an diturunkan dan dengan bahasanya pula Al-Qur’an dituliskan. Selain itu Jazirah Arab merupakan sumber awal kemunculan Islam dan tempat akan munculnya tunas kembangkitan Islam yang sempat hilang. Inilah yang mendorong munculnya arabphobia di tengah-tengah musuh Islam.

Jum'at, 17/03/2017 17:30 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at: Larangan Mencela Ulama

KIBLAT.NET – Ulama adalah pewaris para Nabi. Hasan Al Bashri berkata : “Jikalau bukan karena...

Jum'at, 17/03/2017 17:10 0

Suriah

5 Wartawan Suriah Pengungkap Kekejaman Assad, Nomor 2 Dikenal Paling Ganteng

Sejak awal revolusi enam tahun yang lalu hingga saat ini, ratusan wartawan dan aktivis media Suriah telah mengalami kekerasan dari ditahan secara paksa hingga dibunuh, lantaran peran mereka dalam mengungkap kejahatan Rezim Suriah.

Jum'at, 17/03/2017 15:45 0

Afrika

MSF: Puluhan Ribu Pengungsi Butuh Bantuan Kemanusiaan di Sudan Selatan

Kelompok LSM Dokter Tanpa Batas (MSF) pada hari Kamis (16/03) kemarin merilis sebuah laporan yang berisi seruan untuk memberikan bantauan kemanusiaan bagi ribuan orang yang mengungsi dan berusaha menyelamatkan diri dari perang di daerah Wau Shilluk, Sudan Selatan.

Jum'at, 17/03/2017 12:59 0

News

Mengubah Kemungkaran dengan Bacaan Al-Quran

Jika para pengusung kebatilan saja menggunakan seni dalam menghiasi kebatilan mereka dan menyeru kepadanya, para pengusung kebenaran juga harus bersungguh-sungguh dalam berdakwah.

Jum'at, 17/03/2017 11:06 0

Libya

Italia Evakuasi 22 Korban Luka Pasukan Haftar ke Roma

Pemerintah Italia memindahkan sedikitnya 22 prajurit militer yang dikenal Pasukan Nasional Libya pimpinan Mayor Jenderal Khalifah Haftar dari kota Benghazi, Libya timur, ke Italia. Anggota militer itu terluka dalam pertempuran terakhir merebut pelabuhan utama jalur ekspor minyal Libya, pelabuhan Sidra dan Lan Rasuf.

Jum'at, 17/03/2017 10:27 0

Fikih

Boleh Meninggalkan Shalat Jumat Asal…

Salat Jumat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim. Sama seperti ibadah lainnya, Allah tidak memerintahkan sesuatu di luar batass kemampuan hamba-Nya. Sehingga apa pun bentuk kewajibannya, jika ada udzur atau penghalang maka boleh diamalkan semampunya atau tidak diamalkan sama sekali.

Jum'at, 17/03/2017 10:06 1

Close