... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Perjalanan Dakwah dan Jihad Abdul Haq At Turkistani (2/2)

Foto: Abdul Haq At Turkistani

KIBLAT.NET – Pada edisi sebelumnya telah kami paparkan perjalanan Abdul Haq Turkistani sejak dari buaian hingga menjadi anggota mujahidin Turkistan (TIP). Tentu banyak sekali pengalaman yang ia dapatkan. Hal itu sekaligus sebagai proses pematangan karakter Abdul Haq sebagai suksesor syaikh Abu Muhammad At-Turkistani rahimahullah.

Edisi kedua ini kita akan membahas perjuangan Abdul Haq ketika di Afghanistan kemudian diangkat menjadi amir TIP ketiga dan bangkitnya Abdul Haq setelah diberitakan kematiannya.

Kehidupan Abdul Haq di Kamp Afghanistan

Dua bulan pertama, Abdul Haq belajar banyak tentang ilmu dan strategi peperangan. Ia pun begitu bersemangat dan teringat pada kawan-kawannya yang ada di Turkistan. Ia ingin mengajak sahabat-sahabatnya menimbal ilmu di Khost. Abdul Haq selalu terbayang kekejaman komunis China pada umat Islam Turkistan. Keinginan kuatnya untuk mengajak teman-temannya bergabung sangat besar.

Peta Propinsi Khost

Peta Propinsi Khost

Akan tetapi, ketika ia berusaha kembali menjalin komunikasi, salah seorang penanggung jawab kamp di Khost mencegahnya. Bukan karena tidak boleh, tetapi lebih di dasarkan pada kekurangsiapan kamp dan mujahidin menampung mereka semua.

Abdul Haq dan mujahid lainya kembali  bertemu dengan syaikh Abu Muhammad At-Turkistani. Beliau meminta para mujahidin untuk menuliskan wasiat terakhir. Setelah itu para mujahidin dibawa ke area perbatasan untuk melakukan ribath dan berlatih mengamati gerakan musuh. Seperti apa yang telah dikatakan Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni bahwa ribath adalah pokok dan cabang dari jihad. Tentu sangat berat dan penuh dengan godaan.

Benar adanya, Abdul Haq pun merasakan hal itu. Kebosanan melanda dan godaan-godaan lainnya. Namun, karena ini hanyalah sesi latihan tentu tidak berlangsung lama. Latihan selanjutnya para mujahidin berlatih mengendarai tank. Akan tetapi karena kamp diserang, sesi latihan itu hanya berjalan di ruangan saja. Para mujahidin hanya diajari teori semata.

BACA JUGA  Kiblat Review 6: PKI Gaya Baru, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?

Peperangan yang Sesungguhnya

Setelah 10 hari menjalani latihan, datanglah komandan kamp dan beberapa ikhwah bermalam bersama Abdul Haq. Tiba-tiba pada pukul 2 pagi, para mujahidin dibangunkan komandan. Pemimpin kamp memerintahkan semua mujahidin mengambil senjata dan keluar dari kamp. Para mujahidin pun segera menempatkan diri pada parit-parit yang telah disediakan. Abdul Haq melihat para musuh telah siap dengan senjata untuk menyerang mujahidin.

Beberapa mujahidin yang baru bergabung tercengang dengan pemandangan ini. Mereka tidak percaya dihadapannya terjadi pertempuran yang sesungguhnya. Sempat terbetik keraguan, tetiba ada salah satu mujahid yang berteriak,”Kenapa kalian hanya berdiri? Bukankah kalian merindukan kesyahidan?” Teriaknya.

Mendengar teriakan itu, Abdul Haq pun dengan gagah berani menerjang hingga garis depan. Ia berlindung di sebelah tank dan menembaki para musuh. Pertempuran itu terus berlanjut hingga subuh. Memasuki waktu subuh, musuh melancarkan serangan membabi buta hingga memaksa para mujahidin tiarap sampai matahari meninggi.

Setelah Ashar, pemimpin kamp mengumpulkan para mujahidin. Ia berpesan bahwa mujahid berperang bukan hanya untuk membela dien Allah saja, tetapi juga mempertahankan wilayah agar musuh tidak mencapai kota Kabul. Mendengar nasehat ini, para mujahidin pun berusaha sekuat tenaga untuk tidak mundur dari tempat mereka berdiri. Selangkah demi selangkah mereka maju untuk mengusir musuh-musuh Allah.

Setelah Maghrib seluruh mujahidin segera bergerak menuju pos masing-masing. Mereka pun menghujani tentara musuh dengan tembakan-tembakan yang terarah. Selain itu, mujahid juga menembaki tank musuh dengan senjata anti tank. Alhamdulilah, Allah pun memberikan mereka kemenangan.

BACA JUGA  Manis Slogan Rezim Tiran

Inilah awal mula Abdul Haq ikut serta dalam pertempuran dan pertama kalinya melihat seorang mujahid gugur sebagai syuhada.

Setelah pertempuran itu, Abdul Haq mendapat tugas untuk pergi ke Kabul. Di sana ia kembali mempelajari ulumuddien di sebuah ma’had. Ia belajar fiqih Jihad dan Ushul Iman ‘Inda Ahli Sunnah Wal Jamaah karya syaikh Abu Abdillah Al-Muhajir.

Ada salah satu kejadian yang disesalkan Abdul Haq yaitu ketidakikutsertaannya para operasi mujahidin menyerang Aliansi Utara pada Agustus 1999. Saat itu, dua puluh lima mujahidin Turkistan dipimpin oleh Saifurrahman Mansur bergabung dengan mujahidin Taliban menyerang Aliansi Utara pimpinan Ahmad Syah Massoud.

Pertempuran itu dimenangkan oleh para mujahidin atas izin Allah. Ada beberapa mujahidin TIP yang terluka hingga masuk rumah sakit Kabul dan lainnya dibawa ke kamp. Namun, dua hari setelah kemenangan ini musuh pun bertindak membabi buta. Mereka menyerang mujahidin dan membunuh banyak orang. Sepuluh mujahidin hilang dan beberapa diantaranya ditangkap.

Dua bulan berselang, akhirnya terungkap bahwa beberapa mujahidin di sebuah penjara dalam negeri dan sepuluh mujahidin lainnya dibebaskan. Setelah kejadian ini, Abdul Haq didaulat sebagai salah satu staf pengajar di kamp. Karena banyaknya calon mujahidin yang ingin bergabung dan beberapa staf pengajar menjadi korban dalam penangkapan.

Pada November 1999, pimpinan TIP syaikh Abu Muhammad At-Turkistani mengumpulkan para mujahidin termasuk Abdul Haq. Secara pribadi syaikh mengangkat Abdul Haq sebagai anggota dewan syura mujahidin. Tentu awalnya dirinya menolak karena beban tanggung jawab yang begitu besar. Namun, karena desakan akhirnya Abdul Haq menerima amanah itu.

Baca halaman selanjutnya: Peran Abdul Haq At-Turkistani...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mantan Ketua PPATK Nilai Tak Ada TPPU dalam Kasus Dana GNPF MUI

Gerakan Nasional Pengawa Fatwa MUI, atau yang dikenal GNPF MUI, meminjam rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua untuk menggalang dana Aksi Bela Islam (212). Polisi menuduh ada aliran dana mencurigakan keluar dari rekening yayasan tersebut. Hal itu dianggap sebagai pencucian uang.

Sabtu, 18/03/2017 21:28 0

Turki

Turki: Serangan di Masjid Umar bin Khattab Kejahatan Perang

Pemerintah Turki mengecam serangan udara yang diyakini dilakukan oleh Rusia terhadap sebuah masjid di wilayah Aleppo. Ankara menyebut serangan pada saat Isya itu kejahatan perang.

Sabtu, 18/03/2017 21:15 0

Yaman

Rudal Hutsi Hantam Masjid Saat Salat Jumat, 22 Tentara Tewas

Menurut sumber-sumber lokal, serangan tersebut terjadi dua kali beriringan. Rudal pertama menghantam masjid ketika para tentara sedang melaksanakan ibadah salat.

Sabtu, 18/03/2017 20:55 0

Indonesia

Pakar: Amerika Serikat Subjektif Dalam Menentukan Teroris

Amerika Serikat yang mengaku sebagai negara terdepan dalam pemberantasan terorisme, kerap kali menentukan teroris secara subjektif

Sabtu, 18/03/2017 20:54 0

Suriah

Korban Serangan di Masjid Umar bin Khattab Aleppo Mencapai 58 Orang

Pejabat Pertahanan Sipil Aleppo, Yahya Javad ,mengungkapkan bahwa serangan itu terjadi saat warga khusyu menjalankan salat Isya berjamaah. Sedikitnya 58 jamaah tewas seketika dan puluhan lainnya luka-luka.

Sabtu, 18/03/2017 20:35 0

Suriah

Serang Masjid di Aleppo, Ahrar Syam dan HTS Kecam Amerika Serikat

Masjid diserang oleh pesawat tempur saat solat Isya berlangsung dan menewaskan puluhan jemaahnya.

Sabtu, 18/03/2017 20:22 0

Belanda

Partai Ekstrem Belanda Gagal Raih Suara Mayoritas, Ketua Komisi Eropa Lega

Ketua Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker pada hari Rabu (15/03) dikatakan menyambut baik kampanye “coblos dan kalahkan para ekstrimis”. Kampanye itu diluncurkan setelah Perdana Menteri Belanda Mark Rutte berpeluang mengalahkan rivalnya dari partai ekstrim sayap kanan Geert Wilders dalam pemilu tahun ini. Demikian menurut juru bicara Juncker.

Sabtu, 18/03/2017 18:47 0

Indonesia

Tuduhan Pencucian Uang, Begini Cerita Adnin Armas saat Diperiksa Bareskrim

Diskusi publik bertema 'Kriminalisasi Pengelolaan Dana Kemanusiaan di Indonesia' Ustadz Adnin Armas, yang telah disebut Kapolri sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), memaparkan fakta mengenai dirinya saat diperiksa di Bareskrim.

Sabtu, 18/03/2017 14:22 0

Indonesia

Mantan Ketua PPATK: Dana untuk Kepolisian Tidak Semuanya Transparan

Kepolisian Republik Indonesia adalah salah satu lembaga publik. Sudah sepatutnya mengedepankan transparansi dalam seluruh kegiatan maupun pendanaannya.

Sabtu, 18/03/2017 13:50 0

Turki

Diskriminasi di Eropa, Erdogan: Lawan Dengan Perbanyak Anak

KIBLAT.NET – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan warga Turki yang tinggal di Eropa untuk...

Sabtu, 18/03/2017 03:51 0