... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar: Amerika Serikat Subjektif Dalam Menentukan Teroris

Foto: Pakar kontra terorisme, Heru Susetyo saat seminar bertema 'Kriminalisasi Dana Kemanusiaan Di Indonesia' di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (1603).

KIBLAT.NET, Depok – Penjelasan tentang definisi terorisme masih dipertanyakan hingga saat ini.  Bahkan, Amerika Serikat yang mengaku sebagai negara terdepan dalam pemberantasan terorisme, kerap kali menentukan teroris secara subjektif.

Pakar kontra terorisme, Heru Susetyo mengatakan bahwa definisi teroris saat ini masih sangat liar karena siapa pun bisa dinyatakan sebagai teroris. Hal itu diuangkapkan  dalam seminar bertema ‘Kriminalisasi Dana Kemanusiaan Di Indonesia’ di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (16/03).

“Siapapun bisa mendeskripsikan musuh politiknya adalah sebagai teroris. Tidak terkecuali Amerika, dan sekarang memang seperti itu, contoh saja Hamas, pemerintah yang sah di Gaza, tapi dinilai sebagai teroris oleh Amerika, ini aneh,” ungkapnya.

Heru menilai, keanehan Amerika makin diperburuk ketika mereka membuat daftar teroris dari negara-negara lain. Ia lantas mempertanyakan, mengapa Amerika justeru bisa terlibat ke negara-negara lain. Misalnya, kasus IHR yang diketuai oleh Ustadz Bachtiar Nashir dan juga IHH di Turki. Dua badan kemanusiaan itu dicap sebagai organisasi yang membantu teroris, dikarenakan dekat dengan Hamas.

“Terkait kasus IHH dan IHR, karena mereka dekat dengan Hamas di Palestina, mereka disebut sebagai organisasi pen-support teroris. Padahal Hamas adalah pemerintah yang sah di Gaza. Bagaimana mungkin Hamas dianggap teroris? Padahal menang pemilu,” tanyanya kepada peserta seminar.

“Amerika banyak melakukan kejahatan-kejahatan terorisme, bahasanya adalah state terorisme, seperti di Irak, Iran, dan Afghanistan,” ungkapnya.

Jika memang seperti itu, stigma teroris hanyalah bagaimana persepsi sebuah negara dan organisasi saja.”Kalau begitu tinggal kuat-kuatan data dan listing saja, makanya saat ini teroris adalah masalah stigma saja dan bisa dinegosiasikan,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Korban Serangan di Masjid Umar bin Khattab Aleppo Mencapai 58 Orang

Pejabat Pertahanan Sipil Aleppo, Yahya Javad ,mengungkapkan bahwa serangan itu terjadi saat warga khusyu menjalankan salat Isya berjamaah. Sedikitnya 58 jamaah tewas seketika dan puluhan lainnya luka-luka.

Sabtu, 18/03/2017 20:35 0

Suriah

Serang Masjid di Aleppo, Ahrar Syam dan HTS Kecam Amerika Serikat

Masjid diserang oleh pesawat tempur saat solat Isya berlangsung dan menewaskan puluhan jemaahnya.

Sabtu, 18/03/2017 20:22 0

Belanda

Partai Ekstrem Belanda Gagal Raih Suara Mayoritas, Ketua Komisi Eropa Lega

Ketua Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker pada hari Rabu (15/03) dikatakan menyambut baik kampanye “coblos dan kalahkan para ekstrimis”. Kampanye itu diluncurkan setelah Perdana Menteri Belanda Mark Rutte berpeluang mengalahkan rivalnya dari partai ekstrim sayap kanan Geert Wilders dalam pemilu tahun ini. Demikian menurut juru bicara Juncker.

Sabtu, 18/03/2017 18:47 0

Turki

Diskriminasi di Eropa, Erdogan: Lawan Dengan Perbanyak Anak

KIBLAT.NET – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan warga Turki yang tinggal di Eropa untuk...

Sabtu, 18/03/2017 03:51 0

Irak

Cuaca Buruk Landa Mosul, Operasi Militer Dihentikan

“Operasi militer di Kota Tua dari sisi kanan Mosul dihentikan pada Kamis disebabkan cuaca buruk dan hujan. Kami tidak bisa bergerak tanpa dukungan udara sementara terjadi kabut tebal,” kata pernyataan militer Irak, Kamis, seperti dilansir Reuters Arabic.

Jum'at, 17/03/2017 20:33 0

Somalia

Kecewa Lembaga Kemanusiaan, Al-Shabaab Distribusikan Bantuan Sendiri

bencana kekerigan yang melanda Somalia telah menyebabkan krisis kemanusian. Awal bulan ini, seratus lebih warga meninggal kelaparan dalam dua hari akibat hilangnya makanan pokok. Kemarau panjang membuat sawah dan ladang kering.

Jum'at, 17/03/2017 18:56 0

Artikel

Anti Arab atau Anti Islam?

Bangsa Arab adalah bangsa yang dipilih oleh Allah sebagai tempat kelahiran manusia paling mulia di jagad raya. Di sana Al-Qur’an diturunkan dan dengan bahasanya pula Al-Qur’an dituliskan. Selain itu Jazirah Arab merupakan sumber awal kemunculan Islam dan tempat akan munculnya tunas kembangkitan Islam yang sempat hilang. Inilah yang mendorong munculnya arabphobia di tengah-tengah musuh Islam.

Jum'at, 17/03/2017 17:30 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at : Larangan Mencela Ulama [Ust. Abdul Khalid, MA.]

KIBLAT.NET – Ulama adalah pewaris para Nabi. Hasan Al Bashri berkata : “Jikalau bukan karena...

Jum'at, 17/03/2017 17:10 0

Suriah

5 Wartawan Suriah Pengungkap Kekejaman Assad, Nomor 2 Dikenal Paling Ganteng

Sejak awal revolusi enam tahun yang lalu hingga saat ini, ratusan wartawan dan aktivis media Suriah telah mengalami kekerasan dari ditahan secara paksa hingga dibunuh, lantaran peran mereka dalam mengungkap kejahatan Rezim Suriah.

Jum'at, 17/03/2017 15:45 0

Afrika

MSF: Puluhan Ribu Pengungsi Butuh Bantuan Kemanusiaan di Sudan Selatan

Kelompok LSM Dokter Tanpa Batas (MSF) pada hari Kamis (16/03) kemarin merilis sebuah laporan yang berisi seruan untuk memberikan bantauan kemanusiaan bagi ribuan orang yang mengungsi dan berusaha menyelamatkan diri dari perang di daerah Wau Shilluk, Sudan Selatan.

Jum'at, 17/03/2017 12:59 0