... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KontraS Temukan 32 Pelanggaran HAM oleh Aparat Dalam Pemburuan Santoso

Foto: Satgas Tinombala berburu kelompok Santoso di hutan [foto: Ahmad Sutedjo]

KIBLAT.NET, Jakarta – Menjelang 19 tahun berdirinya Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Koordinator KontraS Yati Andriyani kembali mengingatkan pemerintah terkait 32 insiden pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan aparat selama di Poso.

“Di wilayah Poso, setidaknya KontraS menemukan 32 insiden penangkapan dan penembakan sewenang-wenang yang terjadi sepanjang pemburuan kelompok teror atas nama Santoso dan Majelis Mujahidin Indonesia,” ungkapnya dalam Konferensi Pers di Bakoel Koffie, Jakarat, beberapa hari lalu.

“Belakangan, tidak lama, KontraS juga mendapatkan kabar berita bahwa situasi keamanan di Poso juga tidak kunjung membaik meski Santoso cs telah dibekuk,” lanjutnya.

Yati menjelaskan, atas perlakuan yang sewenang-wenang dalam pengejaran kelompok Santoso ini, kebanyakan warga takut untuk beraktifitas seperti biasa, seperti berladang, ke pasar atau bahkan ke sekolah.

“Situasi ini masih belum mendapatkan perhatian khusus tentang bagaimana upaya penanganan seperti apa ketika pasca anti teror diterapkan di suatu wilayah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pemerintah dalam menangani hal itu malah menggunakan pendekatan murni keamanan tanpa melibatkan unsur-unsur pelengkap seperti jaminan HAM dan bahkan dalam ukuran yang lebih operasionalitatif menggunakan standar pelucutan senjata (disaramament), demobilisasi (demobilisation) dan reintegrasi 20 (reintegration) [DDR] yang sempat dan telah diterapkan di Aceh.

“Sebenarnya bisa saja mereka (pemerintah, red) memperkaya instrumen penanganan pasca teror. Terkait dengan kontestasi dan ruang koordinasi antar lembaga, badan seperti BNPT dan Komnas HAM harus bisa bekerja sama secara terpadu dan konsultatif,” ungkapnya.

BACA JUGA  Ribuan Anggota IJABI dan ABI Rayakan Hari Asyuro di Gelora Bung Karno

Yati menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2016, KontraS telah memberikan masukan aktif pada parlemen pada proses perumusan amandemen UU Anti Terorisme No, 15/2003. Temuan-temuan KontraS menunjukkan bahwa kontestasi antar aktor keamanan justru tidak banyak memberikan perubahan dan dampak pada tidak saja pada agenda pemulihan keamanan dan stabilitas di wilayah teror dan konflik (di mana kedua topik ini kerap dipertukarkan pada praktik pelaksanaan anti-teror di Indonesia).

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Awas! Anak Korban Bully Terancam Alami Penyakit Kronis Saat Dewasa

ketika di masa kanak-kanak seseorang sering mendapatkan bullying dari lingkunganya akan menderita masalah kesehatan kronis dan ganguuan kejiwaan

Kamis, 16/03/2017 17:12 0

Info Event

Buruh Lepas Ini Mendadak Stroke, Butuh Uluran Tangan Kita

Yamtono (40) warga desa Dimoro RT 02/2 Tangkisan Tawangsari Sukoharjo ini dikenal warga sebagai sosok yang giat dalam beragama. Yamtono kerap hadir dalam pengajian-pengajian di daerahnya.

Kamis, 16/03/2017 16:23 0

Artikel

Dakwah ‘Salah Alamat’

Untuk itu, penting bagi para da’i jihadis menyadari potensi dakwah 'salah alamat' ini. Pasalnya, musuh-musuh Islam di Indonesia justru menggunakan dakwah salafi irja’i untuk memberangus gerakan perjuangan Islam atau minimalnya menjauhkan umat dari para pejuang Islam.

Kamis, 16/03/2017 16:00 0

Artikel

Ketika Syekh Abdul Qadir Jailani Berbicara Tentang Bid’ah

Bid’ah adalah mengadakan sesuatu yang baru dalam urusan agama tanpa ada dalil atau contoh dari nabi dan para sahabatnya. Setiap bid’ah pasti berujung kepada kesesatan. Baik itu menambah-nambah syariat atau menguranginya setelah Allah sempurnakan syariat-Nya dalam aqur’an dan as-sunnah. Karena itu, bid’ah merupakan perbuatan yang dibenci dalam islam. Para ulama telah mengingatkan bahaya perbuatan tersebut dalam karya-karya mereka. Salah satunya adalah Syekh Abdul Qodir Jailani.

Kamis, 16/03/2017 15:32 0

Amerika

Beberapa Jam Sebelum Berlaku, Keppres Baru Larangan Imigran Kembali Dibekukan

Hasil revisi perintah eksekutif (keppres) Donald Trump tentang larangan imigran (travel ban) kembali dibekukan.

Kamis, 16/03/2017 14:43 0

Info Event

Hadirilah! Kajian FSKI: Sayyid Qutb Inspirator Kebangkitan Islam

Ikutilah! Kajian Forum Studi Kebangkitan Islam dengan tema: 'Sayyid Qutb, Inspirator Kebangkitan Islam'.

Kamis, 16/03/2017 14:42 0

Suriah

Dua Bom Kembali Meledak di Damaskus, Tahrir Al-Syam Tak Terlibat

Lagi-lagi serangan bom mengguncang ibukota Suriah, Damaskus. Akibatnya, puluhan orang tewas dan luka-luka.

Kamis, 16/03/2017 12:56 0

Artikel

Menjadi Manusia versi Michael Flynn

Penasihat keamanan nasional Michael Flynn dipecat oleh Presiden AS Donald Trump. Diberhentikan dari jabatan sebenarnya bukan hal baru bagi Michael Flynn, pada tahun 2014 dia juga pernah diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Badan Intelijen AS

Kamis, 16/03/2017 12:16 0

Irak

PM Irak Minta ISIS di Mosul Menyerah

"Untuk saat ini IS terdesak di wilayah yang sempit dan menunggu hari-hari terakhir bagi mereka," katanya pada Rabu (15/03)

Kamis, 16/03/2017 11:30 0

Irak

Militer Irak Dilaporkan Berada 800 M dari Masjid Tempat Deklarasi Khilafah ISIS

“Sejumlah militer Baghdad berhasil menguasai jembatan utama yang menghubungkan wilayah barat dan timur Mosul,” lapor Al-Jazeera, Rabu (15/03).

Kamis, 16/03/2017 08:46 0

Close