... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Menjadi Manusia versi Michael Flynn

Foto: Michael Flynn, penasehat senior keamanan AS.

KIBLAT.NET – Penasihat keamanan nasional Michael Flynn dipecat oleh Presiden AS Donald Trump. Diberhentikan dari jabatan sebenarnya bukan hal baru bagi Michael Flynn, pada tahun 2014 dia juga pernah diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Badan Intelijen AS.

Hanya saja penyebabnya berbeda, jika satu bulan lalu Flynn harus mengakhiri jabatannya karena memang terbukti melakukan sebuah kesalahan. Berbeda halnya tiga tahun yang lalu, di mana Flynn sebenarnya tidak melakukan pelanggaran ataupun kesalahan apapun.

Memang tak banyak yang menduga karier politik Michael Flynn akan berakhir secepat ini. Dari berbagai sumber yang mampu saya pahami, saya masih belum bisa menarik kesimpulan, apakah Flynn benar-benar mengundurkan diri begitu saja dari posisi penasihat keamanan nasional atau dipaksa mundur oleh Donald Trump. Tapi yang jelas Flynn, telah mengakui kesalahannya dan dengan penuh ketulusan meminta meminta maaf kepada presiden dan wakil Presiden AS.

Lantas mengapa kita harus membicarakan Michael Flynn? Apakah pengunduran dirinya lantas menjadi kabar gembira bagi kita umat Islam, atau hanya sebuah kabar biasa-biasa saja yang hanya perlu diabaikan begitu saja.

Tergantung dari mana kita memandang, dari sisi politik bisa dibilang Trump akan kehilangan kartu terbaiknya dalam proyek perang globalnya melawan terorisme, sebuah proyek yang jelas-jelas hanya menyasar umat Islam.

Namun jika melihat sebab Flynn kehilangan jabatan, yang lebih disebabkan kelalaian yang bersifat administratif bukan karena ketidakcocokan visi. Sepertinya kita masih akan mendengar “bisikan-bisikan tak resmi” dari Flynn untuk Trump selama empat tahun ke depan.

Menurut klaim Flynn, pandangan dan sikapnya tentang Islam radikal telah membuat dirinya kehilangan jabatan kala itu. Dalam tulisannya yang dimuat oleh nypost.com Flynn menyatakan, “Kita tidak diperbolehkan mengucapkan atau menuliskan dua kata tersebut (Islam Radikal).” Menurutnya sikap ini justru akan berpotensi fatal untuk Amerika Serikat dalam perang global melawan teror.

Maka sejak saat itu Flynn pun menjadi pengkritik keras kebijakan-kebijakan Barrack Obama dalam perang global melawan teror hingga akhirnya direkrut Donald Trump untuk bergabung dalam tim suksesnya.

Islam radikal = Musuh AS

Dalam mendefinisikan dan menyebut musuh, Flynn benar-benar sepakat dan sepaket dengan Trump. Flynn selalu tanpa ragu menyebut Islam Radikal sebagai musuh yang harus diperangi, dan dia sangat prihatin melihat kurangnya kesadaran warga AS akan hal ini.

Oleh karena itu, Flynn pun berinisiatif menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam sebuah buku yang berjudul The Field of Fight : How We Can Win the Global War Against Radical Islam and its Allies. Buku tersebut berisi sekumpulan rekomendasi strategis ala Flynn dalam memenangi perang global melawan terorisme.

BACA JUGA  Raih Banyak Kemajuan di Kandahar, Pundi-Pundi Ghanimah Taliban Terus Bertambah

Konon, dalam memilih judul tersebut Flynn terinspirasi dari Iliad karya filsuf Yunani Homer yang menceritakan sebuah pertempuran yang melibatkan manusia dan Tuhan. Dan memang begitulah Flynn memandang perang ini. Baginya, Tuhan memang seharusnya dilibatkan dalam perang ini.

“Musuh kita yang paling fanatik berpikir melakukan perang yang sama dengan kita. Sebagian besar dari mereka yakin bahwa tujuan mereka diberkahi dan didukung oleh yang maha kuasa. Maka tugas kita untuk membuktikan bahwa mereka salah dan kita lah yang diberkahi,” tulis Flynn.

Selanjutnya pada buku tersebut Flynn juga mencoba memberi penyadaran terhadap warga AS perihal apa yang menjadi landasan pergerakan kelompok Islam Radikal. “Syariat Islam adalah sistem hukum dasar yang diturunkan dari ajaran agama Islam, terutama Al Qur’an dan Al Hadits. Dalam definisinya yang paling tegas, syariat adalah hukum Tuhan yang sempurna. Mereka ingin memaksakan sistem dunia yang berdasarkan syariat versi mereka yang menolak kebebasan beragama, dan kebebasan membuat pilihan.”

Pada paragraf selanjutnya, Flynn mencoba menjelaskan mengapa warga AS harus memusuhi kelompok Islam Radikal. “Saya sangat yakin bahwa Islam radikal adalah sebuah sekte pemuja dan harus dihancurkan. Karena sebuah kritik akan dikuburkan ketika tidak sesuai dengan sunnah, hadits, ummat, serta renungan para imam dan ulama Islam. Para ulama Islam tersebut akan terus membuat pesan mereka rumit agar tercipta kekacauan dan kebingungan sehingga mereka bisa melakukan kontrol penuh atas ummat. Kini, Pol Pot, Stalin, dan Mussolini terlihat lebih transparan. Syariat Islam adalah hukum kekerasan yang dikubur dalam keyakinan barbar.”

Selanjutnya, Flynn mencoba mendeskripsikan kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika syariat Islam tegak, “Mungkin, bagian paling mengerikan bagi seorang laki-laki yang tumbuh di Rhode Island yang kecil ini adalah ketika OKI kini mengatakan jika kami mengkritik Nabi Muhammad atau Islam, maka kami bisa dituduh menista. Ini seperti kami mengatakan bahwa sebagai seorang penganut katolik Roma, saya tidak boleh mengkritik pendeta yang memperkosa dan kardinal yang melindunginya.”

Flynn selalu percaya bahwa Islam adalah sesuatu yang akan senantiasa berbenturan dengan peradaban barat. Maka untuk menjaga superioritasnya, Islam sebagai sebuah ideologi haruslah ditumpas habis oleh barat.

BACA JUGA  Pesan Hamas kepada Pemimpin Negara Islam: Al-Aqsa Memanggilmu

Dalam sebuah kesempatan wawancara, dia pernah menyerukan kepada para pemimpin arab untuk menyebut ideologi Islam sebagai penyakit. Karena itulah, dia juga sangat menyanjung presiden As-Sisi, atas kebijakan sapu bersihnya terhadap kelompok ikhwanul muslimin. Menurut Flynn, As Sisi adalah potret ideal sekutu AS dari dunia Arab.

“Kita harus berhenti dari merasa bersalah untuk menyebut nama mereka dan mengidentifikasi mereka sebagai pembunuh fanatik yang beraksi untuk membela peradaban yang gagal.” Tulis Flynn masih dalam The Field of Fight.

Titik klimaks dari cara pandang Flynn terhadap Islam adalah bahwa untuk menegaskan superioritas barat atas Islam, barat tak perlu ragu jika untuk mencapainya harus melalui jalan perang. Baginya perang bukanlah hal yang aneh dan harus dihindari, perang merupakan kondisi normal umat manusia.

Sebagaimana yang dikatakannya dalam sebuah wawancara dengan theintercept.com tahun lalu, “Sebagian besar warga Amerika secara salah meyakini bahwa perdamaian adalah kondisi normal bagi umat manusia, sedangkan perang adalah penyelewengan yang aneh. Padahal, yang sebenarnya adalah sebaliknya.

Kebanyakan sejarah umat manusia berkaitan dengan perang, dan persiapan untuk melakukan perang berikutnya. Amerika tidak menyiapkan diri untuk perang berikutnya, dan selalu terkejut jika perang meletus. Dan karena kita tidak mengambil langkah yang bijak saat perang relatif mudah dimenangkan, seringkali berujung pada perang yang semakin sulit dan mahal melawan musuh kita.”

Begitulah Michael Flynn dan cara pandangnya terhadap Islam. Di balik segala kritik yang disampaikan lawan politiknya dengan menyebutnya fasis, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa saya apresiasi dari Flynn.

Flynn telah menyadari keterbatasannya sebagai manusia, yang hanya mampu mengambil satu pilihan dalam satu kesempatan. Memilih menghadap ke kiri berarti harus mengabaikan kanan, melihat ke atas berarti mengabaikan yang di bawah, memilih menjadi barat berarti harus memusuhi Islam.

Flynn juga menyadari bahwa nilai-nilai kebaikan dan keburukan tidaklah bisa disandarkan pada pertimbangan perasaan belaka, namun harus disandarkan pada sesuatu yang lebih logis dan universal. Bagi Flynn, apapun itu asal tidak mendatangkan ancaman bagi superioritas peradaban barat adalah kebaikan, sedangkan yang mengancam –dalam hal ini hanya Islam- adalah keburukan.

Benar-benar kesadaran yang telah menjadi barang langka bahkan dalam barisan umat Islam yang kini sedang dibenci mati-matian oleh Flynn. [fjr]

 

Penulis: Rusydan Abdul Hadi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

PM Irak Minta ISIS di Mosul Menyerah

"Untuk saat ini IS terdesak di wilayah yang sempit dan menunggu hari-hari terakhir bagi mereka," katanya pada Rabu (15/03)

Kamis, 16/03/2017 11:30 0

Indonesia

KontraS: Minim Koreksi, Angka Penyiksaan oleh Aparat Terus Bertambah

Selain pola–pola yang digunakan untuk melakukan penyiksaan masih relatif sama, penanganannya pun seringkali mengalami kendala ketika diteruskan pada proses pidana. Aparat yang terbukti bersalah hanya disanksi etik semata.

Kamis, 16/03/2017 11:00 0

Indonesia

Innalillahi, Mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi Tutup Usia

KH Hasyim Muzadi tutup usia pukul 06.15 WIB di Malang. Jenazahnya akan diberangkatkan siang ini untuk disolatkan dan dimakamkan di Ponpes Al Hikam, Depok.

Kamis, 16/03/2017 10:43 0

Indonesia

Rotasi Kepengurusan, Ini 3 Fokus Utama KontaS

Kepengurusan baru Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) akan memfokuskan terhadap tiga poin penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Kamis, 16/03/2017 10:26 0

Indonesia

Ini Alasan Program “Tamasya Al-Maidah” Diluncurkan

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) dan Gerakan Kemenangan Jakarta menggalang Program “Tamasya Al-Maidah” menjelang pilkada Jakarta putaran kedua. Aksi ini bertujuan untuk mengawasi proses pelaksanaan pemilihan agar terhindar dari praktik kecurangan di tempat-tempat pemungutan suara.

Kamis, 16/03/2017 10:20 1

Indonesia

GNPF MUI Akan Gelar Program “Tamasya Al-Maidah”, Begini Aksinya

Diterangkannya, aksi ini digelar dengan menyebar para relawan GNPF MUI di TPS-TPS yang ada. Para relawan akan mengawasi proses pencoblosan dan mencegah adanya intimidasi, provokasi, dan pemaksaan untuk memilih calon tertentu.

Kamis, 16/03/2017 09:10 0

Irak

Militer Irak Dilaporkan Berada 800 M dari Masjid Tempat Deklarasi Khilafah ISIS

“Sejumlah militer Baghdad berhasil menguasai jembatan utama yang menghubungkan wilayah barat dan timur Mosul,” lapor Al-Jazeera, Rabu (15/03).

Kamis, 16/03/2017 08:46 0

Indonesia

Istri Pengurus Masjid Al-Mukminun Bantah Warga Tolak Salati Jenazah Nenek Hindun

Berita yang beredar bahwa warga dan pengurus masjid tidak mau menyahalati itu bohong dan tidak benar. Yang ada, tidak disalatkan di Mushala karena memang tidak memungkinkan, karena waktu itu sudah menjelang Salat Maghrib. Keluarga sudah mempersiapkan kuburannya, jadi di salatkan di rumah," ujar istri Rusli, yang tak mau disebutkan namanya, pada Kiblat.net, di kediamannya, Selasa (13/3).

Kamis, 16/03/2017 08:10 0

Asia

Rusia Ungkap Pemberi Bocoran Lokasi ISIS dan “Jabhah Nusrah” di Suriah

Kepala Delegasi Tim Perunding Rusia di konferensi Astana ke 3 pada Selasa (14/03), Alexander Avrantiov, mengungkapkan pihak yang menginformasikan posisi Daulah Islamiyah (ISIS) dan “Jabhah Nusrah” di Suriah.

Rabu, 15/03/2017 19:56 0

Libya

Milisi Haftar Kembali Rebut Kawasan Bulan Sabit Minyak Libya

Pasukan Purnawirawan Mayor Jenderal Khalifah Haftar, Rabu (15/03), kembali merebut kawasan Bulan Sabit Minyak Libya. Serangan sengit dari udara, darat dan laut memaksa pejuang Saraya Difa’ Benghazi dan Pasukan Penjaga Instalasi Minyak dari Pemerintah Rekonsiliasi Nasional meninggalkan sumber minyak terbesar di Libya itu.

Rabu, 15/03/2017 18:58 0