... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dua Bom Kembali Meledak di Damaskus, Tahrir Al-Syam Tak Terlibat

Foto: Sisa-sisa ledakan di kompleks pemerintah di Ibukota Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Lagi-lagi serangan bom mengguncang ibukota Suriah, Damaskus. Akibatnya, puluhan orang tewas dan luka-luka.

Serangan pada Rabu (15/03) itu menargetkan kompleks kantor hukum dan sebuah restoran. Ledakan pertama dan kedua berselang dua jam. Serangan itu dilakukan oleh dua orang dengan meledakkan diri.

Seperti dilandir dari Al-Jazeera, ledakan pertema terjadi di kompleks kantor hukum Justice Palace Old di ibukota Damaskus. Kompleks pemerintah ini mencakup pengadilan hukum dan pidana. Di sebelahnya, pasar Hamidiyah yang paling tersohor di ibukota.

“Setidaknya 32 orang tewas dan seratus lainnya luka-luka,” kata sumber polisi di Damaskus. Sementara itu, media resmi rezim Suriah SANA menyebut jumlah korban tewas 25 orang.

Menurut SANA, pelaku berhasil masuk menyamar dengan seragam militer. Ia meledakkan rompi yang dikenakannya di dalam gedung saat ramai orang. Pasukan keamanan sudah mengamankan lokasi. Jalan-jalan menuju tempat kejadian ditutup.

Perlu diketahui, kompleks yang didalamnya juga terdapat kantor Menteri Kehakiman dan sejumlah kantor hakim itu termasuk kantor pemerintahan paling sibuk di Damaskus. Banyak warga yang datang mengurusi persoalan administrasi dan lainnya.

Dua jam kemudian, ledakan kembali terdengar dari restoran di kawasan Ar-Robwah, di Damaskus. Serangan ini hanya menyebabkan empat orang tewas dan melukai sejumlah lainnya.

Menurut TV rezim Suriah, pelaku yang membawa bom meledakkan diri di dalam restoran setelah dikepung oleh pasukan khusus. Belum diketahui apakah dia terkait dengan serangan pertama.

BACA JUGA  Militer Suriah dan Gerilyawan Kurdi Bentrok dengan Pasukan Oposisi Pro-Turki

Hai’ah Tahrir Al-Syam Berlepas Diri

Pada bagiannya, Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) mengumumkan tidak terkait sama sekali dengan serangan di ibukota Damaskus pada Rabu itu. Melalui channel Telegram, HTS menegaskan bahwa target operasinya hanya terbatas pos keamanan dan barak militer rezim dan milisi pendukungnya.

Perlu diatat, HTS pekan lalu melancarkan serangan menargetkan pos militer di kompleks kuburan yang disucikan Syiah di ibukota Damaskus. Puluhan pasukan keamanan pemerintah Suriah dan milisi pendukungnya dilaporkan tewas akibat serangan ini. Para penziarah Syiah dari luar Suriah juga dilaporkan ikut menjadi korban.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Menjadi Manusia versi Michael Flynn

Penasihat keamanan nasional Michael Flynn dipecat oleh Presiden AS Donald Trump. Diberhentikan dari jabatan sebenarnya bukan hal baru bagi Michael Flynn, pada tahun 2014 dia juga pernah diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Badan Intelijen AS

Kamis, 16/03/2017 12:16 0

Indonesia

KontraS: Minim Koreksi, Angka Penyiksaan oleh Aparat Terus Bertambah

Selain pola–pola yang digunakan untuk melakukan penyiksaan masih relatif sama, penanganannya pun seringkali mengalami kendala ketika diteruskan pada proses pidana. Aparat yang terbukti bersalah hanya disanksi etik semata.

Kamis, 16/03/2017 11:00 0

Indonesia

Innalillahi, Mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi Tutup Usia

KH Hasyim Muzadi tutup usia pukul 06.15 WIB di Malang. Jenazahnya akan diberangkatkan siang ini untuk disolatkan dan dimakamkan di Ponpes Al Hikam, Depok.

Kamis, 16/03/2017 10:43 0

Indonesia

Rotasi Kepengurusan, Ini 3 Fokus Utama KontaS

Kepengurusan baru Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) akan memfokuskan terhadap tiga poin penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Kamis, 16/03/2017 10:26 0

Indonesia

Ini Alasan Program “Tamasya Al-Maidah” Diluncurkan

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) dan Gerakan Kemenangan Jakarta menggalang Program “Tamasya Al-Maidah” menjelang pilkada Jakarta putaran kedua. Aksi ini bertujuan untuk mengawasi proses pelaksanaan pemilihan agar terhindar dari praktik kecurangan di tempat-tempat pemungutan suara.

Kamis, 16/03/2017 10:20 1

Indonesia

GNPF MUI Akan Gelar Program “Tamasya Al-Maidah”, Begini Aksinya

Diterangkannya, aksi ini digelar dengan menyebar para relawan GNPF MUI di TPS-TPS yang ada. Para relawan akan mengawasi proses pencoblosan dan mencegah adanya intimidasi, provokasi, dan pemaksaan untuk memilih calon tertentu.

Kamis, 16/03/2017 09:10 0

Indonesia

Istri Pengurus Masjid Al-Mukminun Bantah Warga Tolak Salati Jenazah Nenek Hindun

Berita yang beredar bahwa warga dan pengurus masjid tidak mau menyahalati itu bohong dan tidak benar. Yang ada, tidak disalatkan di Mushala karena memang tidak memungkinkan, karena waktu itu sudah menjelang Salat Maghrib. Keluarga sudah mempersiapkan kuburannya, jadi di salatkan di rumah," ujar istri Rusli, yang tak mau disebutkan namanya, pada Kiblat.net, di kediamannya, Selasa (13/3).

Kamis, 16/03/2017 08:10 0

Munaqosyah

Benarkah Sayyid Qutb Memiliki Paham Wihdatul Wujud?

Menghukumi manhaj seseorang, akidah dan pandangan keislamannya tidak bisa hanya dengan membaca 1 atau 2 kutipan yang parsial dan tidak utuh. Seharusnya, menghukumi akidah seseorang harus dilakukan dengan cara mengkaji tulisan-tulisannya berikut revisinya, mempelajari fase hidupnya sehingga kita memiliki pemahaman yang utuh dan komprhensif terhadap objek kajian.

Rabu, 15/03/2017 18:45 0

Indonesia

Keterangan Ahli Dinilai Tegaskan Ahok Berniat Nodai Al-Quran

"Keterangan Ahli Hukum Pidana ini semakin memperkuat unsur niat dalam tindak pidana penistaan agama," kata Nasrullah kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Rabu (15/03).

Rabu, 15/03/2017 16:45 0

Indonesia

Densus Didesak Akuntabel Ketika Terjadi Pelanggaran Dalam Penindakan Terorisme

"Gak bisa negara cara menyelesaikan masalah seperti memberi permen, korban diberikan uang silaturahim, dipergikan haji, itu ngak menyelesaikan masalah, tapi yang mendasar seperti dibuatnya sistem pengawasan yang jelas," ujar Koordinator KontraS, Yati Andriyani kepada Kiblat.net, di Jakarta, Selasa (14/3).

Rabu, 15/03/2017 15:54 0

Close