... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Beberapa Jam Sebelum Berlaku, Keppres Baru Larangan Imigran Kembali Dibekukan

Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump

KIBLAT.NET, Honolulu – Hasil revisi perintah eksekutif (keppres) Donald Trump tentang larangan imigran (travel ban) kembali dibekukan. Keputusan itu dikeluarkan oleh hakim federal di  Hawaii, hanya beberapa jam sebelum aturan tersebut resmi berlaku.

Dalam putusan setebal 43 halaman itu, Hakim Distrik Derrick Watson menyimpulkan secara sah dan meyakinkan bahwa perintah eksekutif Trump gagal melewati proses peninjauan hukum di tahap ini. Ia juga berpendapat bahwa perintah tersebut bentuk diskriminasi terhadap Muslim dan melanggar Konstitusi AS.

“Hasil kesimpulan pengamat sangat logis, perintah eksekutif itu dikeluarkan dengan tujuan untuk merugikan agama tertentu,” ungkap Watson seperti dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (16/04).

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengecam putusan Hakim Derrick Watson tersebut. Trump mengatakan bahwa dengan adanya pembekuan tersebut, AS terlihat lemah. Ia bahkan menuding bahwa hakim telah mengeluarkan putusan dilluar wewenangnya.

“(Apa dilakukan hakim) melampai batas peradilan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap Donald Trump.

Trump mengumumkan hasil revisi ini pada 6 Maret lalu. Sebagai penganti perintah eksekutif yang sebelumnya digagalkan oleh hakim federal Washington. Sedianya larangan imigran ini akan berlaku pada hari Kamis (16/04).

Namun, beberapa jam sebelum resmi berlaku, hakim federal Hawaii justru membekukan larangan tersebut. Trump lantas mengancam akan melakukan segala cara untuk melegalkan keputusannya dan membawa kasus ini ke Mahkamah Agung AS.

BACA JUGA  Di Meksiko, Menkes Meninggal Karena Covid-19

Berbeda dengan keppres sebelumnya, kali ini Irak dikecualikan ke dalam daftar negara yang warganya dilarang masuk AS. Bila peraturan ini diberlakukan, visa bagi warga negara dari Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman akan dicabut selama 90 hari dan semua pengungsi selama 120 hari.

Reporter : Syafi’i Iskandar
Sumber   : Al Jazeera.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Hadirilah! Kajian FSKI: Sayyid Qutb Inspirator Kebangkitan Islam

Ikutilah! Kajian Forum Studi Kebangkitan Islam dengan tema: 'Sayyid Qutb, Inspirator Kebangkitan Islam'.

Kamis, 16/03/2017 14:42 0

Indonesia

Perekrut Kelompok Tolitoli Kerap Mintai Anggotanya Sejumlah Uang

Hendi, sang perekrut kelompok Tolitoli sejak Januari 2017 lalu telah membentuk kelompok pergerakan di Poso.

Kamis, 16/03/2017 14:18 0

Indonesia

Kelompok Rekrutan Hendi di Tolitoli Berikan Baiat pada Al-Baghdadi

Enam orang yang ditangkap Densus 88 di Tolitoli, Sulawesi Tengah telah berbaiat pada pimpinan kelompok Daulah ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi.

Kamis, 16/03/2017 13:41 0

Indonesia

Perekrut Kelompok Tertuduh Teroris di Tolitoli Suka Pukuli Istrinya

Perekrut kelompok yang dituduh teroris di Tolitoli dikenal sebagai orang yang buruk perangainya.

Kamis, 16/03/2017 13:24 0

Indonesia

6 Orang Ditangkap Densus 88 di Tolitoli, Kok Perekrutnya Masih Aman?

Sebanyak 6 orang yang diduga teroris ditangkap Detasemen Khusus Anti Teror/ Densus 88 di Kota Tolitoli Sulawesi Tengah pada Jumat, 10 Maret 2017.

Kamis, 16/03/2017 13:14 0

Artikel

Menjadi Manusia versi Michael Flynn

Penasihat keamanan nasional Michael Flynn dipecat oleh Presiden AS Donald Trump. Diberhentikan dari jabatan sebenarnya bukan hal baru bagi Michael Flynn, pada tahun 2014 dia juga pernah diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Badan Intelijen AS

Kamis, 16/03/2017 12:16 0

Indonesia

KontraS: Minim Koreksi, Angka Penyiksaan oleh Aparat Terus Bertambah

Selain pola–pola yang digunakan untuk melakukan penyiksaan masih relatif sama, penanganannya pun seringkali mengalami kendala ketika diteruskan pada proses pidana. Aparat yang terbukti bersalah hanya disanksi etik semata.

Kamis, 16/03/2017 11:00 0

Indonesia

Innalillahi, Mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi Tutup Usia

KH Hasyim Muzadi tutup usia pukul 06.15 WIB di Malang. Jenazahnya akan diberangkatkan siang ini untuk disolatkan dan dimakamkan di Ponpes Al Hikam, Depok.

Kamis, 16/03/2017 10:43 0

Indonesia

Rotasi Kepengurusan, Ini 3 Fokus Utama KontaS

Kepengurusan baru Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) akan memfokuskan terhadap tiga poin penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Kamis, 16/03/2017 10:26 0

Indonesia

Ini Alasan Program “Tamasya Al-Maidah” Diluncurkan

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) dan Gerakan Kemenangan Jakarta menggalang Program “Tamasya Al-Maidah” menjelang pilkada Jakarta putaran kedua. Aksi ini bertujuan untuk mengawasi proses pelaksanaan pemilihan agar terhindar dari praktik kecurangan di tempat-tempat pemungutan suara.

Kamis, 16/03/2017 10:20 1

Close