... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Serangan Milisi Haftar Gagal Rebut Kembali Pusat Sumber Minyak Libya

Foto: Pejuang Saraya Difa' Benghazi saat memasuki Bulan Sabit Minyal Libya bulan lalu

KIBLAT.NET, Benghazi – Pasukan Penjaga Instalasi minyak di bawah komando Pemerintahan Rekonsiliasi Nasional, Selasa (14/03), berhasil mengagalkan serangan pasukan purnawirawan Mayor Jenderal Khalifa Haftar. Anak buah mantan panglima militer Libya era Muammar Kaddafi itu berupaya merebut kembali pelabuhan Sidra dan Ras Lanuf yang bulan lalu diambil alih oleh pejuang Saraya Difa’ Benghazi.

Koresponden Al-Jazeera di Libya melaporkan, melansir dari sumber militer di Pasukan Penjaga Instalasi Minyak, pasukan Haftar mundur setelah berhasil dihadang di daerah pinggiran barat Ras Lanuf di wilayah sumber minyak yang dikenal Bulan Sabit Minyak Libya.

Sumber itu menambahkan bahwa pasukan Saraya Difa’ Benghazi yang didukung pasukan Penjaga Instalasi Minyak juga terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Haftar di pinggiran selatan. Sejumlah peralatan militer pasukan penyerang berhasil dirampas. Terdapat korban luka-luka dan tewas di barisan pasukan penyerang.

Di saat yang sama, media resmi Saraya Difa’ Benghazi, Bushra, menegaskan bahwa klaim pasukan Haftar merebut kawas Ras Lanuf tidak benar.

Saat ini, pertempuran dilaporkan telah berhenti setelah pasukan Haftar membombardir sejumlah titik di dua pelabuhan itu dengan senjata berat.

Wartawan Al-Jazeera di ibukota Tripoli melaporkan bahwa serangan milis Haftar pada Selasa pagi itu dikawal helikopter tempur. Kekuatan udara itu menargetkan titik-titik pasukan penjaga Pemerintahan Rekonsiliasi Nasional dan Saraya Difa’ Benghazi.

Sementara itu, juru bicara milisi apa yang disebut pasukan khusus Haftar, Milad Az-Zawi, mengatakan bahwa tiga anggotanya tewas sementara tiga lainnya terluka dalam bentrokan dengan tentara yang ditempatkan di daerah Bulan Sabit Minyak Libya.

BACA JUGA  AMISOM Derita Krisis Keuangan Serius

pertahanan Brigade
Pasukan Haftar pada September tahun lalu mengontrol empat port minyak di timur laut Libya (Zueitina, Brega, Ras Lanuf dan Sidra), yang menyediakan sebagian besar ekspor minyak Libya. Haftar merebut lokasi strategis itu dari Pasukan Penjaga Instalasi Minyak Libya yang dibentuk Pemerintahan Rekonsiliasi Nasional, yang diakui internaisonal.

Akan tetapi, Saraya Difa’ Benghazi berhasil merebut port Sidra dan Ras Lanuf dari pasukan Haftar. Kedua lokasi itu diserahkan kepada pasukan pemerintah.

Saraya Difa’ Benghazi sendiri merupakan gabungan dari sejumlah unit militer dan gerilyawan dari Libya Timur. Di antara anggotanya, sejumlah perwira dan tentara era Muhammar Gaddafi. Selain itu, Dewan Majlis Syura Benghazi juga bergabung dalam pasukan ini. Pasukan gabungan ini lebih dikenal kelompok bersenjata dari kubu Islamis.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumbe: Al-Jazeera

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Saksi dari Bangka Belitung Buktikan Niat Ahok Nodai Agama Sudah Sejak Lama

Koordinator pengawalan sidang Ahok dari Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution menilai bahwa niat Ahok untuk menodai Al-Quran sudah ada sejak lama.

Selasa, 14/03/2017 18:48 0

Indonesia

Pemerintah Disarankan Bermusyawarah, Bukannya Revisi UU Ormas

La Ode menyebut revisi UU Ormas itu penting terkait dengan proses pendaftaran ormas yang belum terintegrasi dengan baik. Ada pula potensi ormas-ormas yang menjadi wadah berkembangnya paham yang berlawanan dengan Pancasila.

Selasa, 14/03/2017 18:00 0

Suara Pembaca

Tutup Musyawarah Kerja Yayasan Amanatul Ummah, Ini Pesan Wakil Bupati Poso

Melalui kesempatan tersebut Wakil Bupati Poso juga berpesan kepada jajaran Yayasan Wakaf Amanatul Ummah agar tetap konsisten dengan tugas mulia yayasan.

Selasa, 14/03/2017 17:03 0

Info Event

Asah Kemampuan Jurnalistik dan Kepenulisan, FPM STAI Denpasar Gelar Seminar

Kegiatan Seminar Jurnalistik dan Kepenulisan ini didukung penuh oleh Kampus STAI Denpasar dan Kominfo DEMA STAI Denpasar. Diakhir acara para peserta yang beruntung mendapatkan merchandise buku dari Muhammad Taufik Maulana.

Selasa, 14/03/2017 16:23 0

Indonesia

Saksi Ahok Ungkit Kekalahan di Pilkada Babel dalam Sidang Penistaan Agama

Nasrullah juga menegaskan bahwa jika Ahok dan tim penasehat hukumnya membawa permasalahan Pilkada di Bangka Belitung dalam sidang penodaan agama tidaklah relevan.

Selasa, 14/03/2017 15:43 0

Indonesia

Sekjen Al-Khairaat Poso: Sabar, Fokus dan Kerja Keras Jadi Kunci Muslim Sukses

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jendral Al-Khairaat Poso, DR. H. Lukman S. Tahrir, MA dalam materi ceramah ilmiahnya

Selasa, 14/03/2017 14:29 0

Indonesia

Polri: Ormas yang Melanggar Hukum Akan Disanksi

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan akan menjalankan mekanisme penjatuhan sanksi kepada organisasi masyarakat (ormas) yang melanggar hukum.

Selasa, 14/03/2017 14:05 0

Indonesia

Saling Salip, Anggota Brimob Polda Jatim Tembak Mati Mahasiswa Muhammadiyah

Hingga kini penyelidikan kasus penembakan oleh Briptu Bismy Mahesa Bagus (BM) terhadap Dedi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, masih terus dilakukan. Anggota Brimob Polda Jawa Timur itu masih menjalani pemeriksaan Div. Propam Polda Jatim.

Selasa, 14/03/2017 13:42 2

Indonesia

Kadiv Humas: Ormas yang Melanggar Hukum Akan Dijatuhi Sanksi

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan akan menjalankan mekanisme penjatuhan sanksi kepada Organisasi Masyarakat (Ormas) yang melanggar hukum.

Selasa, 14/03/2017 13:18 0

Tazkiyah

Siasat Cerdas Amru bin Ash

Amru pun berdiri lalu pergi kepada pasukannya. Barulah Artabon menyadari bahwa utusan yang telah datang kepadanya tersebut adalah Amru bin Ash. Ia berkata, “Orang itu telah memperdayaku. Orang itu, demi Allah, adalah orang Arab yang paling cerdik (sedangkan di dalam riwayat AthThabari, ‘Makhluk yang paling cerdik’).” Ketika berita itu sampai kepada Umar, ia berkata, “Amru bin Ash memang hebat.”

Selasa, 14/03/2017 12:34 0

Close