... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rusia Ternyata Kirim Tentara Bayaran di Suriah, Jumlah yang Tewas di Luar Dugaan

Foto: Pasukan Rusia berpose dengan tentara Assad.

KIBLAT.NET, Moskow – Tiga pemuda Rusia dilaporkan tewas di Suriah bulan lalu, meskipun pihak Kremlin berulang kali membantah telah mengirim tentara bayaran.

Menurut laporan yang dikutip The New Arab, Selasa (14/03), tiga pemuda bernama Ivan Slichkin, Artem Gorbunov dan Sergey Yurlin tersebut dipekerjakan oleh sebuah kekuatan tentara bayaran rahasia Rusia yang disebut sebagai ‘Wagner’.

Menurut Pasal 359 KUHP Rusia, tentara bayaran adalah ilegal. Dari sini, pihak Kremlin secara terus menerus membantah keberadaan mereka.

Meskipun muncul penolakan resmi, perusahaan intelijen open-source Rusia telah mencatat ratusan kematian yang mencurigakan dari kontraktor keamanan swasta selama dua tahun terakhir.

“(Tentara bayaran adalah) cara ilegal dalam memberikan umpan meriam untuk petualangan luar negeri Kremlin,” kata Kirill Mikhailov, seorang analis di Tim Intelijen Konflik.

“Meskipun mereka adalah tentara bayaran, mereka masih wargga Rusia dan kami percaya masyarakat Rusia memiliki hak untuk tahu tentang Rusia saat melakukan pekerjaan kotor Putin di luar negeri,” imbuhnya.

Media Rusia Fontanka melaporkan bahwa tentara bayaran bisa mendapatkan gaji mencapai $ 3700 (Rp49,4 juta) per bulan dan menerima medali anumerta resmi dari Kremlin jika mereka mati dalam perang.

Tentara bayaran Rusia diperkirakan akan dikerahkan untuk zona tempur di Suriah, Ukraina, Afghanistan dan Libya. Menurut laporan Sky News pada Agustus tahun lalu, diperkirakan 600 tentara tidak resmi Rusia telah tewas di Suriah.

BACA JUGA  Di Bawah Kekuasaan Rusia, Penindasan terhadap Muslim Tatar Krimea Meningkat

Dalam hal ini, Presiden Vladimir Putin telah berbicara di depan publik terkait perusahaan militer swasta yang dapat menggunakan tentara bayaran ini untuk melaksanakan seuah operasi. Sehingga negara secara resmi tidak terlibat di dalamnya.

Sebagai perdana menteri Rusia pada tahun 2012, Putin juga menyerukan legalisasi perusahaan tentara bayaran. “Mereka adalah ‘alat untuk melaksanakan kepentingan nasional tanpa partisipasi langsung dari negara’,” katanya.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: The New Arab

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Keterangan Ahli Dinilai Tegaskan Ahok Berniat Nodai Al-Quran

"Keterangan Ahli Hukum Pidana ini semakin memperkuat unsur niat dalam tindak pidana penistaan agama," kata Nasrullah kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Rabu (15/03).

Rabu, 15/03/2017 16:45 0

Indonesia

Densus Didesak Akuntabel Ketika Terjadi Pelanggaran Dalam Penindakan Terorisme

"Gak bisa negara cara menyelesaikan masalah seperti memberi permen, korban diberikan uang silaturahim, dipergikan haji, itu ngak menyelesaikan masalah, tapi yang mendasar seperti dibuatnya sistem pengawasan yang jelas," ujar Koordinator KontraS, Yati Andriyani kepada Kiblat.net, di Jakarta, Selasa (14/3).

Rabu, 15/03/2017 15:54 0

Indonesia

DDII Bantah Keluarkan Fatwa Resmi Larangan Menyalati Mayit Pendukung Pemimpin Kafir

DDII tidak bertanggung jawab terhadap penyebaran itu. Itu hanya tulisan pribadi atau draft yang belum matang

Rabu, 15/03/2017 09:55 0

Video Kajian

Ust. Farid Okbah, MA.: Agar Selamat Jalanmu

KIBLAT.NET – Ust. Farid Okbah, MA.: Agar Selamat Jalanmu. Orang-orang mukmin adalah orang-orang yang disebut...

Rabu, 15/03/2017 09:25 0

Indonesia

Sistem Pengawasan Kinerja Densus Tak Ada, Kasus Siyono Berpotensi Terulang

kait masalah Terorisme, Yati mengatakan bahwa penanganan terorisme selama ini oleh aparat penegak hukum masihlah kurang tepat. Banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam penindakkannya.

Rabu, 15/03/2017 01:00 0

Indonesia

Tim Andvokasi GNPF MUI Nilai Saksi yang Dihadirkan Ahok Nggak Nyambung

"Sebenarnya juga tidak ada relevansinya juga saksi dihadirkan kalau hanya sebatas membahas kejadian masa lampau yang sebelum penodaan agama di dakwakan. Jadi itu nggak ada hubungannya," katanya kepada Kiblat.net di Gedung Kementrian Pertanian Jakarta Selatan pada Selasa (14/03).

Rabu, 15/03/2017 00:30 0

Indonesia

Saksi dari Bangka Belitung Buktikan Niat Ahok Nodai Agama Sudah Sejak Lama

Koordinator pengawalan sidang Ahok dari Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution menilai bahwa niat Ahok untuk menodai Al-Quran sudah ada sejak lama.

Selasa, 14/03/2017 18:48 0

Indonesia

Pemerintah Disarankan Bermusyawarah, Bukannya Revisi UU Ormas

La Ode menyebut revisi UU Ormas itu penting terkait dengan proses pendaftaran ormas yang belum terintegrasi dengan baik. Ada pula potensi ormas-ormas yang menjadi wadah berkembangnya paham yang berlawanan dengan Pancasila.

Selasa, 14/03/2017 18:00 0

Suara Pembaca

Tutup Musyawarah Kerja Yayasan Amanatul Ummah, Ini Pesan Wakil Bupati Poso

Melalui kesempatan tersebut Wakil Bupati Poso juga berpesan kepada jajaran Yayasan Wakaf Amanatul Ummah agar tetap konsisten dengan tugas mulia yayasan.

Selasa, 14/03/2017 17:03 0

Info Event

Asah Kemampuan Jurnalistik dan Kepenulisan, FPM STAI Denpasar Gelar Seminar

Kegiatan Seminar Jurnalistik dan Kepenulisan ini didukung penuh oleh Kampus STAI Denpasar dan Kominfo DEMA STAI Denpasar. Diakhir acara para peserta yang beruntung mendapatkan merchandise buku dari Muhammad Taufik Maulana.

Selasa, 14/03/2017 16:23 0

Close