... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Milisi Haftar Kembali Rebut Kawasan Bulan Sabit Minyak Libya

KIBLAT.NET, Benghazi – Pasukan di bawah komando Purnawirawan Mayor Jenderal Khalifah Haftar, Rabu (15/03), kembali merebut kawasan Bulan Sabit Minyak Libya. Serangan sengit dari udara, darat dan laut memaksa pejuang Saraya Difa’ Benghazi dan Pasukan Penjaga Instalasi Minyak dari Pemerintah Rekonsiliasi Nasional meninggalkan sumber minyak terbesar di Libya itu.

Wartawan Al-Jazeera melaporkan, melansir dari sumber militer Pasukan Penjaga Instalasi Minyak, pasukan mundur teratur setelah mengalami serangan sengit dari darat, udara dan laut. Dia menunjukkan, milisi Haftar didukung pesawat asing, seperti pesawat yang menyerang wilayah pejuang Islamis di Ganfudah, Barat Benghazi.

Sampai saat ini, lanjutnya, kami belum kehilangan seluruh lokasi di kawasan Bulan Sabit Minyak. Akan tetapi, pasukan Haftar terus memberi tekanan militer. Pertempuran sengit masih berlangsung di sejumlah titik.

Dalam konteks ini, sumber yang dikenal dekat dengan pasukan Saraya Difa’ Benghazi mengatakan bahwa pasukan Haftar meningkatkan serangan udara di pelabuhan Sidra dan Las Ranuf. Pasukan Saraya masih terlibat pertepuran sengit.

Di sisi lain, juru bicara pasukan Haftar mengklaim pihaknya udah merebut pelabuhan Sidra, Las Ranuf dan Ben Jawad. Perlu diketahui, pelabuhan-pelabuhan ini merupakan jalur expor utama minyak Libya ke berbagai wilayah, termasuk luar negara.

Pejuang Saraya Difa’ Benghazi, 3 Maret 2017, berhasil menduduki kawasan Bulan Sabit Minyak dari pasukan Haftar. Kemudian sumber minyak itu diserahkan kepada Pasukan Penjaga Instalasi Minyak Pemerintahan Rekonsiliasi Nasional. Pemerintahan Rekonsiliasi merupakan pemerintahan yang dibentuk pada awal 2016 lalu dan diakui internasional.

BACA JUGA  Gerakan Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer di Pinggiran Mogadishu

Pasukan Saraya Difa’ menegaskan, pihaknya tidak bernafsu untuk menguasai minyak Libya. Menduduki kawasan Bulan Sabit Minyak hanyalah untuk mengembalikan kawasan itu kepada rakyat Libya. Pasalnya, milisi Haftar mengelola minyak untuk kepentingan kelompok dan negara asing yang mendukungnya.

Saraya Difa’ Benghazi merupakan aliansi kelompok bersenjata Islamis, termasuk di antaranya Ikhwanul Muslimin dan Anshar Syari’ah Libya yang disinyalir berafiliasi dengan Organisasi Al-Qaidah. Basis aliansi ini berada di Timur, Utara dan Libya barat.

Perlu dicatat, banyak perusahaan asing yang mengelola minyak di kawasan Bulan Sabit Minyak Libya. Mayoritas adalah negara-negara Eropa, seperti Italia, Inggris dan Perancis.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Munaqosyah

Benarkah Sayyid Qutb Memiliki Paham Wihdatul Wujud?

Menghukumi manhaj seseorang, akidah dan pandangan keislamannya tidak bisa hanya dengan membaca 1 atau 2 kutipan yang parsial dan tidak utuh. Seharusnya, menghukumi akidah seseorang harus dilakukan dengan cara mengkaji tulisan-tulisannya berikut revisinya, mempelajari fase hidupnya sehingga kita memiliki pemahaman yang utuh dan komprhensif terhadap objek kajian.

Rabu, 15/03/2017 18:45 0

Indonesia

Keterangan Ahli Dinilai Tegaskan Ahok Berniat Nodai Al-Quran

"Keterangan Ahli Hukum Pidana ini semakin memperkuat unsur niat dalam tindak pidana penistaan agama," kata Nasrullah kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Rabu (15/03).

Rabu, 15/03/2017 16:45 0

Indonesia

Densus Didesak Akuntabel Ketika Terjadi Pelanggaran Dalam Penindakan Terorisme

"Gak bisa negara cara menyelesaikan masalah seperti memberi permen, korban diberikan uang silaturahim, dipergikan haji, itu ngak menyelesaikan masalah, tapi yang mendasar seperti dibuatnya sistem pengawasan yang jelas," ujar Koordinator KontraS, Yati Andriyani kepada Kiblat.net, di Jakarta, Selasa (14/3).

Rabu, 15/03/2017 15:54 0

Indonesia

DDII Bantah Keluarkan Fatwa Resmi Larangan Menyalati Mayit Pendukung Pemimpin Kafir

DDII tidak bertanggung jawab terhadap penyebaran itu. Itu hanya tulisan pribadi atau draft yang belum matang

Rabu, 15/03/2017 09:55 0

Video Kajian

Ust. Farid Okbah, MA.: Agar Selamat Jalanmu

KIBLAT.NET – Ust. Farid Okbah, MA.: Agar Selamat Jalanmu. Orang-orang mukmin adalah orang-orang yang disebut...

Rabu, 15/03/2017 09:25 0

Indonesia

Sistem Pengawasan Kinerja Densus Tak Ada, Kasus Siyono Berpotensi Terulang

kait masalah Terorisme, Yati mengatakan bahwa penanganan terorisme selama ini oleh aparat penegak hukum masihlah kurang tepat. Banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam penindakkannya.

Rabu, 15/03/2017 01:00 0

Indonesia

Tim Andvokasi GNPF MUI Nilai Saksi yang Dihadirkan Ahok Nggak Nyambung

"Sebenarnya juga tidak ada relevansinya juga saksi dihadirkan kalau hanya sebatas membahas kejadian masa lampau yang sebelum penodaan agama di dakwakan. Jadi itu nggak ada hubungannya," katanya kepada Kiblat.net di Gedung Kementrian Pertanian Jakarta Selatan pada Selasa (14/03).

Rabu, 15/03/2017 00:30 0

Indonesia

Saksi dari Bangka Belitung Buktikan Niat Ahok Nodai Agama Sudah Sejak Lama

Koordinator pengawalan sidang Ahok dari Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution menilai bahwa niat Ahok untuk menodai Al-Quran sudah ada sejak lama.

Selasa, 14/03/2017 18:48 0

Indonesia

Pemerintah Disarankan Bermusyawarah, Bukannya Revisi UU Ormas

La Ode menyebut revisi UU Ormas itu penting terkait dengan proses pendaftaran ormas yang belum terintegrasi dengan baik. Ada pula potensi ormas-ormas yang menjadi wadah berkembangnya paham yang berlawanan dengan Pancasila.

Selasa, 14/03/2017 18:00 0

Suara Pembaca

Tutup Musyawarah Kerja Yayasan Amanatul Ummah, Ini Pesan Wakil Bupati Poso

Melalui kesempatan tersebut Wakil Bupati Poso juga berpesan kepada jajaran Yayasan Wakaf Amanatul Ummah agar tetap konsisten dengan tugas mulia yayasan.

Selasa, 14/03/2017 17:03 0

Close