... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Benarkah Sayyid Qutb Memiliki Paham Wihdatul Wujud?

Foto: Sayyid Qutb

“Memeluk Islam artinya transaksi antar dua pihak. Allah –subhanahu wa ta’ala- sebagai pembeli dan orang mukmin sebagai penjual. Itulah transaksi bersama Allah, tidak ada lagi di dalam jiwa dan harta seorang mukmin setelah itu, kecuali hanya meninggikan kalimat Allah dan menjadikan agama ini sepenuhnya miliki Allah.” (Sayid Qutb)

KIBLAT.NET – Untaian kata di atas adalah salah satu dari mutiara yang pernah digoreskan oleh seorang Sayyid Qutb. Seorang sastrawan sekuler yang memutar haluan hidupnya menjadi pejuang Islam. Sakit yang dideritanya tidak membuat dia mundur selangkahpun membela kebenaran. Ancaman tiang gantungan tak menggoyahkan pijakan kakinya untuk mendakwahkan ide-ide penegakkan syariat yang mulai luntur.

Beliau lewat tulisannya getol mendakwahkan hakimiyatusy syariah (pemberlakuan syariat). Hal ini tergambar dari karya-karya beliau terutama kitab Ma’alim fith Thoriq dan Fi Dzilalil Quran. Bisa saja hal ini disebabkan oleh kondisi negeri-negeri muslim saat itu yang mulai lupa dengan ide-ide semisal.

Buku beliau tersebut di atas, menuai pujian dari banyak pihak. Buku tersebut telah memberikan dampak yang luar biasa di ranah pemikiran Islam. Hal ini bisa terlihat banyaknya buku beliau menjadi objek kajian dan inspirasi ceramah para khatib.

Namun, tidak bisa kita pungkiri pula bahwa ada kritikan terhadap karya-karya Sayyid. Ada yang objektif tapi ada pula yang berlebihan. Memberikan tuduhan-tuduhan tanpa dasar kepada Sayyid, bahkan sampai pada taraf melarang para penuntut ilmu untuk membaca karya-karya Sayyid terutama Ma’alim fith Thoriq dan Fi Zhilalil Quran.

Ada yang berkata, “Saya menyesal membaca kitab Zhilal, saya kecewa atas waktu yang saya habiskan untuk membacanya.” Sebagian lagi menuduh Sayyid memiliki akidah yang sesat, menuduh Sayyid takfiri yang mengkafirkan kaum muslimin. Dan di antara tuduhan yang di alamatkan kepada Sayyid Qutb adalah beliau memiliki akidah Wihdatul wujud.

Di antara yang menyematkan hal itu kepada Sayyid Qutb adalah Syaik Rabi’ bin Hadi Al Madkholi di dalam tulisan beliau “Adhwa Islamiyah ala Aqidati Sayyid Qutb” . Hal ini juga diyakini oleh sekian banyak pengikut Syaikh Rabi di Indonesia. Setelah menukil perkataan Sayyid Qutub dalam menafsirkan surat Al Hadid ayat 3, Syaikh Rabi’ berkata, “Beginilah Sayyid Qutb menegaskan akidah wihdatul wujud dan hulul (menyatunya Zat Allah dengan makhluk). Dia menisbatkan perkataan ini kepada pemiliknya, yaitu kaum shufi yang sesat dengan gaya memuji.”

Syaikh Rabi’ melanjutkan, “Dia (Sayyid) memandang bahwa wihdatul wujud dan hulul merupakan kesempurnaan yang tidak diketahui banyak orang. Barangsiapa yang tidak sampai pada derajat ini cukup baginya untuk mentadabburi ayat ini yang menunjukkan keagungan Allah. Sayyid Qutb mencoba merubah ayat ini kepada pemahaman wihdatul wujud dan hulul. Sungguh itu adalah kekufuran yang besar.”

Padahal di dalam tafsir surat Al-Baqoroh Sayyid menjelaskan kebathilan akidah wihdatul wujud dan menafikannya dengan tegas. Sayid menjelaskan bahwa wihdatul wujud adalah akidah non muslim. Lantas kenapa dia tiba-tiba menegaskan hal itu di sini dan di surat Al Ikhlas? Apakah karena salah seorang peganut tasawuf ekstrem penganut paham wihdatul wujud dan hulul, kemudian menjelaskan akidahnya kepada Sayyd dan Sayyid meyakininya kemudian menegaskannya? Atau Sayyid mengkaji buku-buku tasawuf dan meyakininya lalu menjelaskannya di sini?” (Adhwa Islamiyah ala Aqidati Sayyid Qutub wa Fikrihi, 152-153)

BACA JUGA  Wakil Ketua MPR: Aksi 313 FUI Tak Ada Hubungannya dengan Makar

Buku Adhwa Islamiyah sendiri pernah dimintakan pengantar oleh Syaikh Robi kepada Syaikh Bakr Abu Zaid. Menariknya, Syaikh Bakr Abu Zaid justru menuliskan pembelaan terhadap  Sayyid Qutb atas tuduhan Syaikh Rabi’.

Syaikh Bakar Abu Zaid menunjukkan beberapa kesalahan Syaikh Rabi’ dalam kitab tersebut. Syaikh Bakr Abu Zaid berkata, “Saya telah membaca dan mendapati bahwa buku ini (Adhwa Islamiyah) telah kehilangan metodelogi bahts (kajian), nilai ilmiyah, manhaj naqd (manhaj mengkritik), validitas dalam mengutip, amanah ilmiah dan ketidakpahaman terhadap kebenaran.” Ini adalah penilaian umum Syaikh Bakar Abu Zaid terhadap buku tersebut.

Masih di dalam makalah yang sama Syaikh Bakr Abu Zaid secara spesifik membantah penisbatan wihdatul wujud kepada Sayyid Qutb. Beliau berkata :

إن سيدًا رحمه الله قال كلامًا متشابهًا حلق فيه بالأسلوب في تفسير سورتي الحديد والإخلاص وقد اعتمد عليه بنسبة القول بوحدة الوجود إليه، وأحسنتم حينما نقلتم قوله في تفسير سورة البقرة من رده الواضح الصريح لفكرة وحدة الوجود، ومنه قوله: (( ومن هنا تنتفي من التفكير الإسلامي الصحيح فكرة وحدة الوجود)) وأزيدكم أن في كتابه (مقومات التصور الإسلامي) ردًا شافيًا على القائلين بوحدة الوجود، لهذا فنحن نقول غفر الله لسيد كلامه المتشابه الذي جنح فيه بأسلوب وسع فيه العبارة.. والمتشابه لا يقاوم النص الصريح القاطع من كلامه، لهذا أرجو المبادرة إلى شطب هذا التكفير الضمني لسيد رحمه الله تعالى وإني مشفق عليكم.

BACA JUGA  Jalan Terjal Memperjuangkan Islam

Artinya, “Sesungguhnya Sayyid –rahimahullah- mengatakan perkataan yang samar (multi tafsir) dengan  uslub (rangkaian kata) yang tinggi di dalam tafsir surat Al Hadid dan Al Ikhlas. Atas dasar ini dinisbatkan kepada Sayyid akidah wihdatul wujud. Kamu (syaikh Rabi’) sudah cukup bagus dengan menukil tafsir surat Al-Baqoroh (Zhilal Quran) yang menyatakan bantahan jelas dan tegas terhadap pemikiran wihdatul wujud. Terkhusus perkataan Sayyid, ‘Dari sini, pandangan Islam yang benar menafikan pemahaman wihdatul wujud’. Saya tambahkan, di dalam kitab Muqowwimat At Tashowwur Al Islami (karangan Sayyid Qutb) juga terdapat bantahan yang tegas terhadap penganut wihdatul wujud.

Oleh karena itu, kami katakan, “Semoga Allah mengampuni Sayyid Qutub atas perkatannya yang samar dan bersayap dengan uslub yang kurang tegas. Namun, hal yang samar (mutasyabih) tidak cukup kuat dibandingkan dengan perkataan Sayyid yang jelas dan tegas (menolak wihdatul wujud). Oleh karena itu saya harap anda segera untuk menghapus takfir tidak langsung (Syaikh Bakar Abu Zaid menangkap bahwa secara tidak langsung syaikh Robi’ menuduh Sayyid Qutb kafir karena menisbatkan kepadanya akidah wihdatul wujud, padahal akidah itu membatalkan keislaman) terhadap Sayyid –rahimahullah-. Saya mencintai anda.” (Al Khitob Adz Dzahabi, Syaikh Bakr Abu Zaid)

Baca halaman selanjutnya: Membandingkan Sayyid Qutb...

Halaman Selanjutnya 1 2 3 4
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

Rusia Ternyata Kirim Tentara Bayaran di Suriah, Jumlah yang Tewas di Luar Dugaan

Tiga pemuda Rusia dilaporkan tewas di Suriah bulan lalu, meskipun pihak Kremlin berulang kali membantah telah mengirim tentara bayaran.

Rabu, 15/03/2017 17:55 0

Indonesia

Keterangan Ahli Dinilai Tegaskan Ahok Berniat Nodai Al-Quran

"Keterangan Ahli Hukum Pidana ini semakin memperkuat unsur niat dalam tindak pidana penistaan agama," kata Nasrullah kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Rabu (15/03).

Rabu, 15/03/2017 16:45 0

Timur Tengah

Kasih Makan Anjing dengan Kucing Hidup, Pria Dubai Ditangkap

Polisi Dubai menangkap seorang pria setelah mengupload video yang menunjukkan dirinya memberi makan anjing dengan kucing hidup. Tindakan pria itu diduga dilakukan setelah kucing tersebut memakan satu ekor ayam miliknya.

Rabu, 15/03/2017 16:43 0

Indonesia

Densus Didesak Akuntabel Ketika Terjadi Pelanggaran Dalam Penindakan Terorisme

"Gak bisa negara cara menyelesaikan masalah seperti memberi permen, korban diberikan uang silaturahim, dipergikan haji, itu ngak menyelesaikan masalah, tapi yang mendasar seperti dibuatnya sistem pengawasan yang jelas," ujar Koordinator KontraS, Yati Andriyani kepada Kiblat.net, di Jakarta, Selasa (14/3).

Rabu, 15/03/2017 15:54 0

Irak

Pasukan Sniper ISIS Sulitkan Militer Irak di Mosul

Seorang petugas militer Irak mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah kesulitan menghadapi para penembak jitu kelompok Daulah di Mosul.

Rabu, 15/03/2017 14:44 1

Libya

Pasukan Khusus Rusia Dilaporkan Berada di Perbatasan Mesir-Libya

Hanya sehari setelah pejabat-pejabat tinggi AS menyinggung soal dukungan Rusia terhadap pemimpin Tentara Nasional Libya, Jenderal Khalifa Haftar, terdapat sejumlah laporan dari Reuters bahwa Rusia telah mengerahkan satu unit pasukan khusus ke satu wilayah di Mesir bagian barat, dekat dengan Libya.

Rabu, 15/03/2017 14:18 0

Indonesia

DDII Bantah Keluarkan Fatwa Resmi Larangan Menyalati Mayit Pendukung Pemimpin Kafir

DDII tidak bertanggung jawab terhadap penyebaran itu. Itu hanya tulisan pribadi atau draft yang belum matang

Rabu, 15/03/2017 09:55 0

Video Kajian

Agar Selamat Jalanmu [Ust. Farid Okbah, MA. ]

KIBLAT.NET – Orang-orang mukmin adalah orang-orang yang disebut oleh Allah sebagai orang-orang yang sukses. Dan...

Rabu, 15/03/2017 09:25 0

Indonesia

Sistem Pengawasan Kinerja Densus Tak Ada, Kasus Siyono Berpotensi Terulang

kait masalah Terorisme, Yati mengatakan bahwa penanganan terorisme selama ini oleh aparat penegak hukum masihlah kurang tepat. Banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam penindakkannya.

Rabu, 15/03/2017 01:00 0

Indonesia

Tim Andvokasi GNPF MUI Nilai Saksi yang Dihadirkan Ahok Nggak Nyambung

"Sebenarnya juga tidak ada relevansinya juga saksi dihadirkan kalau hanya sebatas membahas kejadian masa lampau yang sebelum penodaan agama di dakwakan. Jadi itu nggak ada hubungannya," katanya kepada Kiblat.net di Gedung Kementrian Pertanian Jakarta Selatan pada Selasa (14/03).

Rabu, 15/03/2017 00:30 0